Thursday, February 09, 2006

Location Based Advertising



Pernah ngebayangin kalo telegram bakal digantiin sama SMS?
Well, sekarang terbukti kalo PT. Pos gak bisa nyaingin SMS.

Pernah ngebayangin kalo brosur dan yellowpages bakal digantiin sama SMS?
Well, dunia sedang bergerak ke arah sana...



Sekarang ada yang namanya Location Based Advertising (LBA). Semacam media iklan baru (baru gak ya?) yang manfaatin keberadaan pengguna telepon selular yang semakin banyak. Prinsip kerjanya kaya' brosur/flyer. Kita bisa tentuin mau disebar di mana SMS dengan muatan iklan kita itu. Bisa di mall, di kendaraan umum, di stasiun kereta/terminal bis, dll.

Di negara-negara maju yang pengguna telpon selularnya tinggi, LBA ini udah banyak diterapin dalam banyak aplikasi. Ada 2 tipe penyampaian informasinya, yaitu push advertising dan pull advertising.


Push advertising
Misalnya di kereta, trem, atau subway. Di kendaraan umum seperti ini biasanya penumpang merasa bosan dan terbuka untuk informasi baru. Makanya kalo kita perhatiin, di kereta/bis banyak orang yang baca koran, majalah, atau yang periksa HP. Bahkan ada orang yang saking gak tau musti ngapain sampe nelp operator buat sekedar dpt info pulsanya tinggal berapa. kasian kan...

Para penumpang (tentunya yang punya HP) yang naik akan terdeteksi dan akan dikirimi pesan iklan ke HPnya. Misalnya tentang toko yg lagi diskon, lengkap dengan foto-foto produk yang ditawarkannya. Waktu pengirimannya diatur sedemikian rupa, jd penerima pesan yg berminat bisa turun di toko tersebut begitu dia baca pesan itu.

Contoh kedua, misalnya SMS itu disebar di mall. Pengunjung mall tsb dikirimi pesan dan diminta buat mendaftarkan identitasnya kalau mau dapet diskon di toko yg ada di mall itu, misalnya. Keuntungannya, kalau penerima pesan itu ngedaftar, berarti dia terbuka buat pesan-pesan semacam itu lagi, dan pihak klien bisa dapetin databasenya, dan bisa dihubungin kapan aja... Jauh lebih efektif daripada kalau kita nyebar flyer...

Aplikasinya juga banyak banget. Bisa buat jadi media informasi nyari anak hilang di Dufan misalnya.


Pull Advertising
Beda dengan push advertising dmana iklan nyamperin audience. Iklan dengan sistem pull advertising ini harus diminta oleh orang yang butuh informasi.

Misalnya, gw lagi berkunjung ke suatu kota yang asing. Katakanlah di metropolis atau gotham city. Tiba-tiba gw pengen makan sate misalnya. Nah, gw bisa minta informasi restoran sate di sekitar tempat gw berada ke provider telpon selular gw. Setelah provider itu ngelacak posisi gw, dia bakal ngirimin informasi restoran sate (yang pasang iklan) dan disesuaikan dgn daerah tempat gw berada. Mirip kalo kita nyari info di google atau yahoo search. Tapi udah otomatis disaring berdasarkan lokasi terdekat.

Well, di Indonesia kalau gak salah udah ada deh layanan LBA kaya' gini. Mungkin blum secanggih ilustrasi gw di atas. Tapi begitu pengguna HP di Indonesia jadi semakin banyak, dan layanannya juga lebih canggih (misalnya GPS), pasti media ini bisa berkembang jadi lebih maju lagi di Indonesia.

Dunia sedang berubah... Jangan ketinggalan...



2 Comments:

At 8:08 AM, Anonymous Anonymous said...

Enjoyed a lot! »

 
At 1:28 PM, Anonymous Anonymous said...

Wonderful and informative web site. I used information from that site its great. film editing schools

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home