Pindahan!
Advertising is the most fun you can have with your clothes on

Dari pada kamu ngemis-ngemis minta kerjaan di milis, jilat-jilat pantat, dan minta dikasihani. Coba baca ini! Semoga bisa membantu. Satu hal lagi, berkarya! Nulis di milis sama sekali bukan berkarya! Kecuali lo cari kerja sebagai penulis milis. Enjoy!
Beberapa hari yang lalu gw bongkar2 lagi inbox email gw, sekedar buat baca2 lagi diskusi2 lama di milis, ... (Jadi inget kalo dulu gw pernah pinter...)

Plakat penghargaan yang kayanya ktuker.
Di Panggung Prambanan. Gw dan Group Head gw, Erick Hotma.

Client: PT Gudang Garam Tbk
Client: PT Gudang Garam TbkSkarang TVC-TVC gw bisa diliat di http://damisidharta.multiply.com/video.
Do your idea do this?
Hmm... blog ini udah mulai jamuran ya...

Client: PT Gudang Garam TbkHarus jago ngonsep


Akhirnya 3 versi GG puasa gw tayang semua... yah.. sekali lagi, walaupun 2 versi terakhir cuma kebagian 15 detikan, tetep sesuatu yang harus disyukuri... 3 seri puasa diakhiri versi "Ikhlas" dan nanti akan ditutup GG Lebaran...
Versi kedua dari iklan puasa Gudang Garam gw akhirnya tayang.. Sayangnya, yang tayang cuma yang versi 15 detik, feel merenung yang gw pengen tampilin seperti di versi 30 detiknya akhirnya gak bisa terdeliver dengan baik.. yah apa boleh buat.. strategi medianya menentukan versi 2 ini (dan versi 3 nanti) cuma kebagian jatah 15 detik...
Akhirnya, anak kandung gw lahir!!!! Iklan Gudang Garam Corporate Puasa versi "Ibu dan Anak". Udah liat?? Segera menyusul versi-versi berikutnya.. tunggu aja... :) Hahahaha...

Akhirnya, hari ini baru bisa posting.. Beberapa minggu terakhir ini gw disibukkan dengan bolak balik jakarta, mengemis-ngemis minta kerja.. hahahaha.. Alhamdulillah, hari ini hari kedua gw kerja.. hahahaha...
Ada banyak pilihan jalur, pilihan cita2, pilihan what to say, dan pilihan ide visual yang sempet kepikiran bareng Tyas, temen gw di kampus sekaligus pasangan gw buat ikutan Pinasthika Ad Student Award dengan tema "Cita-cita terbesar kami".


Our Dream Is To Fulfill YoursKemaren sempet pulang ke bogor beberapa hari.. Gak ngapa-ngapain juga sih.. Cuma tidur2an, nonton tipi (akhirnya bisa ntn tipi dengan frekwensi tinggi), dan sempet ke jkt liat pameran AdFest..
Poster


Ambiet Media
Maskot NOBL (Nol Sebelas)



1. Allah SWT, atas segala karuniaNya, dan karena telah menciptakan orang-orang yg akan gw sebutkan berikut ini, karena tanpa mereka, damiSidharta bukan apa-apa.
2. Ibu tercinta, yang tidak pernah lelah memberikan dukungan dan doa.
3. Alm. Bapak tercinta, yang tentunya selalu melihat dan mendukung gw dari sana. TA ini untukmu, Pak!
4. Oom Teted, yang terus mendukung dan mendoakan.
5. Uti dan Akung, atas semua doa dan dukungannya.
6. Maya, Gaya, dan Runi, yang selalu menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik.
7. Dra. Ifa Safira selaku pembimbing atas segala waktu dan masukannya.
8. Sari Hatma S.Sn selaku pembimbing atas segala waktu dan masukannya.
9. Drs. Didit Widiatmojo, Pak Indarsjah, dan Ibu Lies atas segala waktu dan masukannya.
10. Mas Ronny, Pak Amas, Pak Didi dan segenap karyawan dan staf pengajar DKV ITB yang sangat baik dan membantu.
11. Stephanus Indrajaya, M.D.,M.Sc.,Ph.D dan seluruh staf WHO atas segala bentuk informasi yang diberikan kepada penulis.
12. Pak Maman Purnama dan Pak Saefudin dari Dinas Kesehatan atas segala bantuan dan informasinya.
13. Pak Fainal dari Departemen Kesehatan atas buku dan masukannya.
14. Mas Paul Sidharta yang telah menjadi contoh atas bimbingannya.
15. Mas Hakim Lubis yang selalu menyempatkan menjawab semua pertanyaan saya.
16. Pak Budiman Hakim, Pak Daniel Rembeth, Pak Amrie, Mbak Julianty, Mas Anto, Mas Rey, Mas Rahadian P. Paramita, Mas sheque, Pak Ricky Pesik, Mas Glenn Marsalim, dan senior-senior di milis Creative Circle Indonesia, atas bimbingan dan masukannya.
17. Shafiq dari JWT, atas bimbingan copywritingnya.
18. Dini Meutia dari FCB atas kiriman rate card Tvnya yang sangat bermanfaat.
19. Adi, fotografer dan DI artist handal, atas semua bantuannya yang tanpa pamrih.
20. Regga, film director, sound engineer, dan talent yang serba bisa atas bantuannya.
21. Digily Digital Printing, yang telah bersedia menjadi sponsor TA ini, atas bantuannya selama ini.
22. Zaky, talent berbakat atas bantuannya. Semoga semester depan Anda bisa jadi nomer satu.
23. Udjo, atas bantuannya sebagai talent dan sebagai teman.
24. Mas Fritz dari Bagian Promosi Cihampelas Walk, dan segenap staf keamanan Ciwalk atas bantuannya.
25. Bapak Prono, atas pinjaman rumah dokternya.
26. Ramadhan, atas webnya.
27. Tia dan Teguh, untuk bantuannya dari Jakarta yang selalu bisa diandalkan.
28. Anak-anak T.A. KVP, Tyas (yang selalu bisa ngasih sudut pandang yang berbeda), Dina (atas masukan dan bantuannya), Otto dan Ula (Untuk masukannya).
29. Teman-teman 2001: Wikan, Harky, Irfan, Anin, Banung (atas petuahnya dalam menjalani TA), Desti, Nadia, Felix, Ina, Mamang, (atas dukungan dan semangatnya).
30. Ebet, Ani, Indra, Adit PK, dan teman-teman DKV lainnya atas masukannya yang berharga.
31. Nanda, Udjo, Mesjal, Ferik, Arum, Mey, Hendri, Rama, Gege, dari Hedonesia, untuk unity, untuk cinta.
32. Satrio Anus, atas pinjaman property shootingnya.
33. Dika dan Wika dari kamar sebelah, untuk semua masukan dan bantuannya.
34. Aancool, Budi Yuwono, Iput, Jatie, Audy, Alex, dan temen-temen dari iwantyourbloodyjob.blogspot.com, atas masukan dan dukungannya.
35. Teman-teman Dari Seni Rupa dan Desain ITB yang telah menghiasi hari-hari dengan cara-cara yang tidak terpikirkan, angkatan 2001, para senior dan para junior.
36. Uti, yang begitu perhatian.
Logo dan Tagline Kampanye

Website





Huahhahahaha.... Besok (Selasa, 27 Juni) gw sidang akhir.... Akhirnya.. The final countdown.. Doain gw ya.. Semoga gw bisa menyelesaikan ini semua.....
Kategori Ad. Student Award | |||
| Berstatus Mahasiswa, diutamakan jurusan Diskomvis/ Komunikasi/ Advertising/ Disain Grafis & sejenisnya. Menyertakan fotokopi KTM (kartu tanda mahasiswa) yang masih berlaku. | |||
| Sebuah tim terdiri dari seorang sebagai Copy Writer dan seorang sebagai Art Director. | |||
| Membuat iklan Cetak (Print Ad) BW/ Full Color bertema 'Cita-cita Terbesar Kami' dengan ukuran 21,5cm x 28,5cm (vertikal/horisontal) | |||
| 8 (delapan) tim terbaik akan diundang ke Yogyakarta dalam pelaksanaan Pinasthika Ad. Festival (Akomodasi dan meals ditanggung panitia) + fasilitas full access delegate, untuk mengikuti Workshop kreative Cara Pembuatan Print Ad. kemudian membuat karya iklan produk komersial pada 26-27 juli 2006. | |||
| Workshop dipandu langsung oleh Para Praktisi kreatif senior Indonesia yang berpengalaman. | |||
| Pemenang akan mendapatkan penghargaan: Gold, Silver dan Bronze. | |||
| Pengiriman karya paling lambat tanggal 14 Juli 2006 | |||
| Tempat Pendaftaran | |||||
Sekretariat Panitia Pinasthika Ad.Festival 2006, PPPI Pengda DIY, Jl. Menur 21 Baciro Yogyakarta, Telp./Fax. (0274) 556875. Contact Person: Ari (08179441004) email: ari@pinasthikaward.com | |||||
PPPI Pengda Jawa Timur , Jl. Pasar Tunjungan Lt Dasar no. 20 Surabaya, Telp./Fax. (031) 5323160, Contact Person: Mufid Wahyudi (0811319487) | |||||
PPPI Pengda Bali , Jl. Imam Bonjol 467 Denpasar 801907 Bali, Telp./Fax. (0361)481906, Contact Person: Ika (08123816928) | |||||
PPPI Pengda Jateng, Jl. Gunungsawo 23A, Semarang, Telp./Fax. (024) 8416603 - 8418827 Contact Person: Bandaka Loekito (0811290771) & ASPPRO, Jl. Slamet Riyadi 275, Gapura Taman Sriwedari Lt. Atas Solo, Telp. (0271) 729791 | |||||
PPPI Pengda DKI, Jl. Gedung Pinang KAV 5 / PT 22 Pondok Indah Jakarta, Telp./Fax. (021)9211203, Contact Person: Maya Suryadewi (08568164741) | |||||
PPPI Pengda Jawa Barat, Jl. Dipati Ukur No. 23 Bandung, Telp./Fax. (022)2503452, 02270103927, Contact Person: Tri Lestari (08562099984) | |||||
Informasi lebih lanjut di http://www.pinasthikaward.com/ | |||||
This phrase started to appear in British media jargon about four years ago, but (to judge from a recent article in the newspaper Sunday Business) now seems to be firmly established as a standard term within the advertising industry. It refers to almost any kind of advertising that occurs in some non-standard medium outside the home. Examples are messages on the backs of car park receipts and at the bottom of golf holes, on hanging straps in railway carriages, on the handles of supermarket trolleys, and on the sides of egg cartons (some clever souls have even exploited modern printing technology to put advertising messages on the eggs themselves). It also includes such techniques as projecting huge images on the sides of buildings, or slogans on the gas bags of hot air balloons. The general term for the objects that carry the advertising messages is ambient media; someone using the technique may be called an ambient advertiser. The phrase was presumably coined during the peak of popularity of ambient music, a genre with electronic textures that create a mood or atmosphere. As a result of such coinages, the standard meaning of ambient, relating to something that is in the immediate environment, is becoming slightly less precise.
Ambient advertising contains the seeds of its own destruction, he says, because once the approach is copied and becomes commonplace, it ceases to surprise.
Guardian, August 1997
Beberapa waktu lalu waktu gw lagi diskusi sama temen gw, nyari ide buat bikin self promo, kita sempet keluar beberapa ide yang lumayan. Tapi selalu aja diakhiri dengan kata-kata, "tapi... kaya'nya gw pernah liat yg mirip ini deh..." atau, "wah, mirip iklan itu tuh"...

Turut berduka cita untuk korban gempa di Jogja...

Coba bayangin, sebuah agency iklan sednag menangani sebuah kampanye. Bayangkan semua tahapan pekerjaannya. Dari mulai client brief sampai eksekusi. dari nyusun product knowledge sampai color separation. Dari nyusun strategi pemasaran sampai budgeting media. Dari wawancara FGD sampai motret. Dari ngegali insight sampai ngarahin sutradara film iklan. Dari bikin sketsa sampe presentasi ke klien.



Barusan aja gw terlibat suatu pembicaraan serius dengan seseorang di YM yang sampai saat ini masih menimbulkan teka-teki dalam pikiran gw. Tolong, ada yang bisa kasih tau, siapa yang aneh dalam pembicaraan ini. Berikut ini gw lampirin obrolan kita barusan dan mohon dibaca dengan seksama dan tolong kasih tau saya, SIAPA YANG ANEH??
maharepe is currently not in your Messenger List.
Add to your Messenger List (Ctrl+Shift+A) Report as Spam (Alt+Shift+R)
maharepe: harian ibu? boleh tuh
damisidharta: maaf ini siapa ya?
maharepe: gw bapak-bapak yang lagi kaget ada harian ibu terbit di
damisidharta: trus apa hubungannya sama saya?
maharepe: hehehe.sampeyan pernah tahu harian ibu gak...
damisidharta: enggak..
maharepe: saya sekarang lagi baca setelah tanggal 21 lalu ada launchingnya di transtv
maharepe: iklannya di transtv emang norak, tapi begitu lihat isinya ternyata...
maharepe: cerdas-lembut dan santunnya memang saya lihat oke lah untuk sebuah media wanita. tapi bobot tulisannya kayaknya kurang.kapan-kapan kalau dapet harian ibu tolong dikasih komentar ke alamat IM ku ini ya
maharepe: thank u semua yang selama ini dah pada sibuk bikin kritik iklan
damisidharta: mmm...
damisidharta: dapet YM id saya dari mana ya? kaya'nya kita belom kenal..
maharepe: saya dapat dari komunitas hacker yang tempohari pada ngikut lomba
maharepe: maaf ya kalau mengganggu privacy anda
damisidharta: komunitas hacker?
damisidharta: kok saya makin bingung ya..
damisidharta: ini serius apa nggak sih?
maharepe: serius mas
damisidharta: trus?
damisidharta: komunitas hacker apaan?
damisidharta: knapa dengan harian ibu?
damisidharta: dan apa hubungannya sama saya sampe harus ngehubungin saya?
damisidharta: maaf..
damisidharta: bingung nih..
maharepe: itu yang suka utak-atik tekno komputer
maharepe: harian ibu? buat saya ini fenomena menarik di dunia media
maharepe: mungkin investornya nekad, belanja iklan
maharepe: media wanita yang bertengger sekarang ini NOVA, mau jadi challenger kali ya...
maharepe: thanks, moga lain waktu bisa gabung lagi. keep contact.
damisidharta: iya.. kalau kita kenal sih mungkin gak aneh. tapi kita
maharepe: ya sudah, tunggu aja suatu saat anda akan menemukan koran harian ibu di lapak koran atau agen dan mungkin akan sedikit terjawab kebingungan sampeyan. atau ini soal dukungan RUU APP ya, tiap hari koran ini membahas perempuan yang cerdas-lembut dan sopan. wah bakal nggak laku nih koran di bali
damisidharta: ya udah lah.. saya tetep gak ngerti Anda siapa, apa hubungannya harian ibu dengan saya sampai anda menghubungi saya tanpa perkenalan dulu yang bikin saya makin bingung... dan knapa id saya ada sama para hacker dan dari sekian banyak id kenapa Anda memilih saya sebagai korban Anda...
maharepe: anda bukan korban, yakinlah. hacker bukan cracker, so, tenang aja. sistem pada komputer anda juga dalam keadaan aman.
damisidharta: Kalau Anda gak mau memperkenalkan diri ya udah saya duluan.. say damiSidharta, mahasiswa! Salam Kenal!!
damisidharta: saya harap anda ngerti maksud saya..
maharepe: kalau tidak percaya, tutup komputer anda lalu aktifkan lagi. saya masih ada disana....
maharepe: dan maaf soal "permisi" yang terlambat, seperti yang terbaca, anda dapat memanggil saya Mahar atau Prast. maaf kalau mengganggu.
damisidharta: bukannya mengganggu.. tapi cara anda sungguh sangat aneh sekali...
maharepe: anda menganggap saya aneh karena cara tutursampai saya.yang bertemu tiap hari pun menganggap saya aneh, bukan hanya teman2 di jakarta, teman-teman saya di Kuala Lumpur juga begitu.lalu saya bertualang ke berbagai negara dan hanya itu yang saya dapat: dianggap aneh.ada dokumen tentang saya diabadikan dalam katalog internasional Belanda dan juga di Australian National University.
damisidharta: bukan cara tutur Anda yang aneh, tapi apa yang Anda lakukan. Coba Anda bayangkan seandainya saya yang tidak pernah Anda kenal tiba2 mengirim msg pada Anda dan berkata, "Ayam nih, gmana?" Apa Anda akan mengerti maksud saya? apalagi kalau saya tambahkan, "tiba2 di
maharepe: anda tak terbiasa dengan yang aneh-aneh ya? dulu ketika saya berada di papua dan mendirikan sebuah LSM saya dibilang aneh. lalu untuk meredam berbagai isu konflik serta pemberontakan pemuda papua melalui jalur diplomasi internasional, saya berbicara pada mereka dalam berbagai keanehan, antara lain saya kadang menjadi seorang ustadz namun dilain waktu menjadi pastor. juga ketika menulis pesan perdamaian lintas agama saya menyusun sebuah buku berjudul MASJID RUMAH BERHALA, habis terjual tapi tak pernah beredar karena pembelinya adalah orang yang marah lalu membakar buku-buku itu. padahal ia belum tahu apa isi buku itu yang kini saya hanya punya satu copy, itupun tersimpan di perpustakaan eks kampus saya, univ.kebangsaan.
damisidharta: Anda salah kalau menganggap saya tidak terbiasa dengan yang aneh2. Saya biasa melihat tetangga saya ketika saya tinggal di samping tempat pembuangan limbah
damisidharta: Semoga Anda mengerti maksud saya.
damisidharta: bukan bermaksud melecehkan.
damisidharta: hanya penasaran dengan maksud Anda yang sebenarnya..
BUZZ!!!
damisidharta: Kok tidak menjawab lagi? Apa Anda sudah berbalik menganggap saya yang gila? ya sudah kalau begitu
damisidharta: kita akhiri saya pembicaraan aneh ini...

Seneng banget rasanya waktu pertanyaan-pertanyaan dan kebingungan serta kegalauan gw bisa terobati di milis Creative Circle Indonesia. Di milis ini permasalahan TA gw satu persatu teratasi... Bantuan dan bimbingan yang kalo dipikir-pikir mahal harganya bisa gw dapet gratis dari para dewa2 iklan di milis tersebut... Sangat membantulah.. Terima kasih semuanya...
Beberapa waktu yang lalu gw bantuin temen gw bikin PSA tentang stop kebut-kebutan. Waktu lagi ngelatur sama dia tiba-tiba terlontar ide begitu aja dari mulut gw, "gimana kalo visualnya pake gaya lukisan yg kaya' di truk tanah.". Dari situ gw jadi kepikiran, kok di Indonesia jarang ya iklan yang eksekusi visualnya bagus, craftingnya edan. Gak cuma yang tayang di media aja, gw dan temen2 gw juga lebih suka bikin iklan pake foto atau copy based. Padahal seorang artdirector kan harusnya punya banyak referensi eksekusi visual... Akhirnya, iklan2 kita jadi miskin...




Belakangan ini (katanya) mulai rame yang namanya CSR atau Corporate Social Responsibility. Suatu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Mulai banyak perusahaan2 yang bikin PSA, yang selain bisa ngasih dampak positif ke masyarakat, juga bisa ngangkat image perusahaan tersebut. Kondisi ini menurut gw positif banget...
Hahahaha... yah walaupun bukan ajang besar dan gw gak tau jurinya siapa... Tapi akhirnya, untuk pertama kalinya gw bisa menang di ajang kreatif!!!
Setelah ngobrol ngalor ngidul bareng Antha dari UI, akhirnya gw memutuskan untuk ngebuat blog baru yang isinya karya-karya mahasiswa. Semacam galeri online, dimana mahasiswa bisa majang karya iklannya, saling bantai, saling hina, atau sekedar pamer, sekedar pengen diliat dan dikomentarin, oleh sesama mahasiswa, juga praktisi iklan... Siapa tau jadi beken dan gampang cari kerja... hehehehehe...
Entah gw harus seneng apa malu dengan masuknya Playboy ke Indonesia. Yang pasti Gw gak setuju dengan majalah itu masuk sini.. mmm mungkin lebih tepatnya gak peduli.. Emangnya kita kekurangan media kaya' gitu ya? gw rasa sih nggak deh..


Well, karena masih ada aja yang nanya atau mengucapkan belasungkawa atas terusirnya gw dari sebuah milis advertising terkenal itu (inget?)... Jadi gw rasa gw harus ngasih kabar terbaru...
Kabar gembira buat kita semua, mahasiswa!!
Well, mungkin udah pada tau kalo beberapa waktu yang lalu gw tertangkap basah lagi jualan di jalur bebas pedagang kaki lima dan sekarang gw diciduk keamanan dan diasingkan... Hehehehe..


Nah, dari situ gw bikin judul program/kampanyenya "move!" dan tagline-nya "for life" yang punya dua arti: for life = untuk hidup dan for life = forever, keeps, permanently. Yang di atas itu sketsa signature kampanyenya...
Gimana? Comment please....

Kalo gw ngobrol sama para pendahulu kita yang udah lebih dulu terjun ke dunia iklan, gw sering banget dibilangin bahwa iklan itu harus insightful. Harus ngewakilin insight dari target audiencenya. Well, terus terang gw gak bisa ngejelasin apa itu insight, tapi kaya'nya, gw rasa gw ngerti apa itu insight. Semoga aja bener... amiiin....







Wakakakakakakak... ternyata TA gw udah ada yang pernah bikin... Selamet deh buat CDC yang udah duluan bikin kampanye olah raga... Untung targetnya beda ama target gw, jadi gw ga akan terjebak bikin yang mirip. Well, lumayan idenya....
Wah, jadi panjang deh soal ikon agama dalam iklannya... Tapi masih belom sepanjang sinetron tersanjing ituh... wakakakakakakakak... Ini kiriman dari Budi lagi (entah masih Budi yang sama atau Budi laen lagi, soalnya alamat emailnya beda). Anyway, makasih banget , Bud!!




Ini kiriman dari Budi Yuwono... Hehehehehehe... lucu juga... Sayang gak jelas ini buatan siapa... Thanks banget ya, Bud!! Sukses buat kuliahnya di ISI dan karirnya...
Beberapa waktu belakangan ini gw ngikutin perkembangan berita soal pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW oleh koran
Well, gw gak mau ngasih komentar soal itu disini. Kalau udah ngomong soal agama, apalagi ngebanding-bandingin satu agama dengan yang lainnya, gampang banget buat memicu ketegangan, dan itu yang pengen gw hindari untuk terjadi di blog gw yang baru seumur jagung ini...
Tapi gw tertarik dengan maraknya isu agama di media masa. Pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW di media masa berarti memunculkan ikon suatu agama. Gambar orang bersorban bisa dibilang identik dengan Islam dan mungkin (mungkin ya...) bisa disebut sebagai ikon Islam. Begitu juga dengan sosok pria gondrong berewokan yang sudah ratusan tahun menjadi ikon Nasrani, dan pria botak dengan titik-titik di jidat sebagai ikon Budha.
Nah, permasalahannya, bisakah ikon-ikon ini dimanfaatkan dalam sebuah iklan? Entah iklan yang tersegmentasi untuk pemeluk agama tertentu atau bahkan global. Bisa? Tentu saja! Etis? Nanti dulu...
Etis-gak etisnya sesuatu hal sangat tergantung sama nilai-nilai yang dianut oleh suatu komunitas. Misalnya, Islam mengharamkan penggambaran sosok Nabi Muhammad SAW, sementara sosok Yesus Kristus yang sedang disalib menghiasi dinding jutaan rumah di dunia.
Well, di Indonesia iklan yang menggunakan ikon agama bisa kita liat dari iklan Sunsilk (sunsilk bukan ya...) yang nampilin tokoh wanita berjilbab terjebak di dalam lift bersama anak-anak yang ketakutan. Sebelumnya juga ada iklan dengan pendekatan yang sama, tapi gw lupa iklan apaan...
Iklan yang bagus, karena termasuk berani bikin iklan shampo tanpa visual rambut, apalagi dengan memakai jilbab, yang merupakan ikon Islam. Iklan ini mendapatkan pujian dari berbagai pihak seperti pemuka agama, aktivis perempuan, dll...
Nah gimana kalau iklan dengan ikon agama yang lebih berani dan berpeluang memunculkan kontroversi? Ini sedikit yang bisa gw temuin. Enjoy!!

April ini PPPI DKI Jakarta bakal nerbitin majalah gratisan yg ngebahas tentang dunia iklan dan orang iklan. Namanya AdDiction (Truth, lies & advertising). Majalah ini bakal didistribusi ke masyarakat umum melalui tempat-tempat kaya' resto, kafe, toko buku, dll. Juga bakal dikirimin gratis ke semua orang iklan dari perusahaan anggota PPPI DKI Jakarta.


Apaan sih yang diliat CD (creative director) kalo nyari orang baru...
Khususnya fresh graduate...
Isi otak & kreativititas jelas nomor satu....
Kedua confidence level, spontanitas, serta keberanian
Yang ketiga...setinggi apa cita-cita, ambisi dan dreams anak tersebut
Faktor terakhir ya hal-hal yang menyangkut non teknis....minta gaji brapa? tinggalnya jauh-dekat office, sehat atau tidak, dsb
Kalo gue, dan setahu gue juga banyak CD-CD lain yang sama pandangannya dengan gue:....fuck IPK! gue ga perlu IPK...ga ada gunanya...
Banyak banget anak yang IPKnya tinggi-tinggi, bahkan cumlaude tapi waktu kerja ancur, memble....
Gue cuma lihat dari porto hanya untuk sekilas aja...gue juga ga percaya porto...gue percaya indepth interview....kalo mau tahu lebih banyak soal intelektual/kreatifitas si fresh grad itu....bikin tes aja....bikin tes bikin iklan lah.... Misalnya kaya' tes masuk Ogilvy yang disuruh bikin iklan, targetnya orang yahudi, isi pesannya, "Hitler itu benar!"...
kalau approachnya waktu ngelamar bisa nentuin diterima atau nggak, ga? seberapa besar?
Sekarang ga terlalu lah...
End result yang penting....kalo jaman gue dulu sampe kira-kira
Menurut gue cukup bikin satu dvd reel aja, isinya port folio, cv dsb....
Oh ya? gw pikir cara itu masih berlaku. Dan gw kira lebih baik pake porto hard copy daripada bikin di CD... soalnya banyak orang yg terlalu sibuk buat liat CD....
Memang ada benarnya.... Tapi kadang-kadang anak2 fresh grad itu juga nggak puguh bikinnya.... Yang penting aneh doang... Padahal
Bikin cara baru dong... Yang lebih out fo the box..
Misalnya lu kirim
Lu bisa jawab kalo ditanya kenapa , sebab lu bilang gue mau denger apa aja yang Mas Roy omongin setiap hari...ga cuma dikantor.....
Terus lu bilang...dari pada dia hired lu jadi supir, mendingan jadi art dir....hehehe
Lu bilang lulusan sekolah desain, ipk sekian, taro port folio elo sekalian, terus bilang pengen ngelamar jadi supirnya....gue yakin
Trus kalo yg nomer 2...
CD liat confidence level, spontanitas, serta keberanian darimana? dan soal apa?
Apa misalnya?
Macem-macem... Dari cara menjawab, gemeteran atau nggak? sistematis ga jawabannya... Atau ngawur ngga setiap kali bicara... Wawasannya gimana... Tiap cd pasti punya cara melihat hal ini.... Yang harus dilakukan oleh para fresh grad ya cuma be and do the best aja.....
Para cd itu sering mancing-mancing si anak ini kreatif atau ga, terus pintar atau ga dengan cara-cara atau pertanyaan yang membutuhkan jawaban spontan....
Misalnya gini..... ada seorang anak gue interview....kira-kira setelah 10 menit dia gue suruh merem dan gue tanya apa yang dia captured dari ruangan gue...apa yang dia ingat....
Nah itu
Hhhmmm... semacam ngetes kepekan kita sama lingkungan sekitar ya....
Bukan cuma itu tapi kecepataan observasi, capturing the situation, the problems...
Ada anak pintar, ketemu bule takut...ketemu klien grogi...berhadapan dengan orang banyak minder...
Soalnya nanti elu itu harus berani, berani take decision, berani mengambil keputusan soal mana yang bagus/ mana yang tepat dsb...
Gue paling benci anak yang jawab... "yah, saya mah giman air mengalir aja boss...."
Padahal yang namanya punya mimpi dan ambisi itu GRATIS, NGGA BAYAR!
Masa untuk sesuatu yang gratis dan ga bayar mereka ga berani....
Gue sudah ketemu ratusan orang yang gue interview.... banyak banget gue temuin orang pintar, kreatif, punya gagasan gemilangg tapi minderan, gugup, ga PD, males, ga punya cita-cita, ga punya ambisi....
Ada juga yang sebaliknya.... PDnya setengah mati, Inggrisnya deswey-desway cas cis cus lancar, gayanya keren tapi otaknya isinya air doang.....
Tapi yang dua-duanya ada juga banyak....
Bedanya mimpi dengan cita-cita adalah....
Mimpi ga ada plan, kalo cita-cita ada plannya...
Gue sama PS (Paul Sidharta) mimpi punya stadion dan klub sepakbola, tapi ya cuma mimpi...ga ada plan atau langkah apapun yang kita buat menuju kesana...
Kalo cita-cita, misalnya bikin kantor sendiri....nah kalo yang itu kita punya lah plannya....
Itu bedanya mimpi dan cita-cita....
Kalo mimpi dan ngimpi sih sama aja.....
Pokoknya selama itu jadi cita-cita ya lu harus punya plan supaya cita-cita tersebut tercapai.....soal nanti tercapai atau ngga
Ada seorang teman gw kuliah. Waktu masih kuliah dia advertising minded banget... Sayang begitu lulus dia malah jualan motor bekas... Kebetulan ketemu waktu chatting, dan gw tanya, "Lo gak pengen masuk advertising agency?" karena menurut gw, mendingan dia masuk agency daripada jualan motor... Tapi jawabannya, "ntar aja kalo adver udah bangkit lagi".
Zinema Zombie Second Season/Bogota Museum of Modern ArtAmbient media, may have became a regular advertising strategy in your country. But not in mine. So, if you don’t mind, I need to talk about it with my people. Just a sec.. Meanwhile, you can enjoy my other articles.
Ok, sementara bule-bule itu udah pergi, mari kita ngobrol soal ambient media.

The Economist
Well, bukan itu yang pengen gw omongin. Tapi dari sekian entry ambient media yang masuk ke Citra Pariwara, kok kita jarang liat barangnya di sekitar kita ya?
Gw pribadi, seinget gw, gak pernah liat iklan yang tayang pake ambient media. Bahkan yang gw dan tim gw buat waktu Citra Pariwara 2004 juga initiative ad yang cuma tayang di 1-2 kafe di
CH-9
Jadi kenapa media ini jarang dimanfaatin di
Apa karena jarang yg tau soal media ini? Gw yakin sih enggak mungkinlah ada advertising agency di
Apa karena kliennya yang gak tau soal ini? Mungkin, tapi masih bisa diedukasi.
Apa karena produksi dan perawatannya yang susah? Bisa juga. Karena gw pernah liat supplier yang gak bisa menyanggupi pembuatan ambient media karena gak berani ngurus perawatannya.
Soda Insect Restaurant
Anyway, menurut gw ambient media itu bisa jadi strategi yang efektif buat iklan. Karena sekarang “seeing is believing” mungkin udah gak cukup. Experiencing is believing mungkin lebih tepat.

A few weeks ago, i've downloaded this print ad from some blog. By that time i was thinkin', "wow, they're so confident to claim this proposition...". But now i think, no wonder! Students from this school has dominate the international advertising festivals such as D&Ad, Clio and Andy Awards. Then i go to their website to gain more information. And i'm amazed...
It's their programs, their in-class teaching methode, teachers, network, and most of all, the student's sample work. Brilliant! I wish i had this luxury in my school. Well, another mountain to climb.
Beberapa minggu yang lalu gw mengunduh(download) iklan ini. Waktu itu gw pikir, "gila juga nih sekolah! berani bikin iklan kaya gini...". Tapi sekarang gw baru tau. Gak heran lah mereka berani bikin iklan kaya gini. Soalnya mayoritas pemenang student award di ajang kaya D&Ad, Clio, atau Andy Awards didominasi sama murid-murid dari sekolah ini (Udah baca artikel gw tentang Clio dan Andy,
Trus gw coba buka websitenya. Wow!
Bukan cuma progamnya aja yang bagus. Metode belajarnya, guru-gurunya, alumninya, networknya, dan yang paling bikin gw sirik, contoh karya anak-anaknya... Gila!! Ide-idenya berani dan segar banget. Dan tema-temanya gak munafik (gak sok-sok peduli sosial kaya' di sini...). Mereka bikin iklan buat produk-produk sepele kaya pencabut bulu idung, semir sepatu, konsultan perceraian, bir.... pokoknya asik banget.
Seorang temen gw nanya ke gw, "Kenapa ya dari sekolah kita ga ada yang ikut begituan (student award)?". Wah, pertanyaan basi! Tapi gw pikir kenapa juga ya?
Apa mahasiswa kita gak tau ada ajang kaya' gini?
Apa mahasiswa kita gak peduli sama award?
Apa justru sebenernya mereka ikutan, tapi karena kerjaannya butut jadi ga ada yang tembus...
Mungkin mereka gak tau. Soalnya gw aja, walau dari dulu udah tau, tapi baru sekarang-sekarang ini kebuka pikiran gw. "Kaya'nya ikutan ajang internasional asik juga!"
Mungkin juga mereka ga peduli sama award. Soalnya gw denger dari temen-temen gw di industri periklanan, banyak juga yang males ikutan begituan. Yang penting dapur ngebul...
Mungkin juga mereka ikutan tapi belum menang.
Tapi menurut gw award itu penting. Kita jadi bisa tau, kemampuan kita seberapa. Di ajang kaya' gitu
Udah saatnya kita gak cuma mikirin IP kita 4 atau 0,2... Toh kalo kita cari kerja yang diliat bukan IP, tapi outputnya... Jadi, mari kita mulai dari sekarang, iseng-iseng bikin iklan (dengan ide yang bukan kelas iseng-iseng) dan nyoba ikutan ajang-ajang iklan kaya' gitu...
Berikut ini gw kasih beberapa portonya anak
"Fresh inside" for ZiplocHere's another student award winner in Clio Awards 2005. Come on, guys! We could do better than this!
Ini pemenang student award-nya Clio Awards 2005. Kok kaya'nya bagusan pemenangnya Andy Awards ya? hahaha... Tapi paling gak di dua event itu sama sekali ga ada wakil dari Asia, apa lagi,
"Bright" for Maglite
Student Silver Award
Miami Ad School Europe, Hamburg
"Biker; Bullfighter; Wrestler " for Mighty Leaf Tea
Student Silver Award
Academy of Art University, San Francisco
"Tape Measure; Bottle Caps; Straw" for Diet Coke
Student Bronze Award
Miami Ad School Europe, Miami Beach
"Limbo Dancing" for Club Jamaica
Student Bronze Award
Miami Ad School Europe, Hamburg
"Sponge Road; Bubble Wrap Road; Foam Road" for Arai Helmet
Student Bronze Award
Academy of Art University, San Francisco
"Dog" for Streamlight
Student Bronze Award
Academy of Art University, San Francisco
Hahahahaha... Here's the winner of student award in Andy Award 2005. Wow.. Brilliant! Hey you, Indonesian students! Where have you been? Where have we been?
"Houses" for DHLI was wondering about make contact with David Droga. As i said before, he's one of my hero and i really want to learn from him. I think i'm not the only one who wants to do so, right!
I'm sorry i didn't support my last post (David Droga) with Indonesian subtitle 'cause the article is too long.. hehehehe.. But I'm sure you all speak English, right!?
Suddenly, i feel like reviewing David Droga. He's one of my hero. He's the one who inspire me to work harder. You do know him, right? He became a cretive director when he was 21 years old! Damn, i'm 22 and i'm still in college!!

I took this article from my friend's blog. He's one of the best creative director in Jakarta. I used to work with him for about 2 months, and he teach me a lot more things than what i got in class.. He told me that we have to give what we have earned, and we will earn more... So, i guess i will share you what i've learned from him. Well, i cant support you with English version since the article's too long... hehehehe..
The Ultimate Creative Responsibility! Emang Enak?
Pertama-tama, being a great creative person bukan jaminan kalo elo bisa jadi great creative director.
Alasan gue nulis ini cuman sekedar panggilan jiwa dan bathin buat share apa yang gue pernah denger dan gue rasa bener menurut gue, buat mereka-mereka yang sebentar lagi, mau, atau bahkan udah lama merasakan pahit getirnya pergeseran pekerjaan kreatif ke manajemen kreatif. Enjoy.
Ambil contoh, Darta, bukan nama sebenernya, dia ini top-gun di advertising agency tempat dia bekerja. Disiplin, nggak basa-basi, always meet deadline, jago konsep dan eksekusi. Tahun demi tahun dia bekerja ditempat yang sama (bukan satu atau dua tahun mencelat kesana kemari biar naik gaji atau naik posisi) satu-satunya jalan buat dia is straight to the top. Setiap kali ada promotion, namanya selalu jadi top-of-the-list. Darta mau nggak mau nerima promotion, cuma sekedar menerima kenyataan pahit atau dengan kata lain learning the hard way, bahwa semua karakter dan sifat-sifatnya yang bikin dia jadi creative person yang hebat, bukan jaminan dia untuk jadi manajer creative people yang (boro-boro hebat) lumayan.
David C. Baker, principal of ReCourses, berkata," So many Creative Director have been promoted to that position because they were good at being creative. But, there is no connection between that and being a good creative director."
MANAGEMENT! SUIT SUIT HEY HEY!
Waktu Darta dipromosi jadi creative director, dia udah jadi creative paling enggak sepuluh tahunan. Paling enggak dia udah jago banget dalam hal crafting dan manage dirinya sendiri, ditambah pengalaman dia yang me-manage segelintir orang kreatif pas dia jadi group-head, yang notabene nggak ada artinya buat dia.
Jadi saat dia di-promote, dia ngerasa yah mungkin udah saatnya.
Tapi nggak lama kemudian dia ngerasa bahwa me-manage creative outputnya sendiri jauuuuuuuh banget dengan ngasih arahan dan mengontrol creative output dari tim kreatif yang dia pimpin. Dari ngasih bimbingan, arahan dan kritik ke tim kreatifnya jadi hal yang sangat "tricky" buat dia.
"Gila, lumayan susah, buat ngasih arahan konsep dan eksekusi kreatif ke tim kreatif yang pengalamannya dibawah gue," kata Darta.
"Apa gara-gara kebiasaan kerja sama-sama terus sekarang gue jadi boss/atasan mereka kali, tau deh."
Suasana aneh yang dia rasain saat dia jadi creative director makin kerasa waktu pas menjelang presentasi kreatif yang super penting buat klien kunci.
"Kebayang gak sih, deadline makin deket belum ada konsep yang client-ready, aduuuh pusing," katanya. "Gue nawarin bantuan gue ikut mikir dan ngerjain, tapi ngeliat muka mereka yang seolah ngomong: ngapain sih lu ikut2an, kurang kerjaan apa udah jadi boss?"
Akhirnya Darta memilih untuk back-off. Tim kreatifnya akhirnya mengeksekusi arahannya.
Pelajaran paling berharga buat Darta, bisa disimpulkan dari salah satu seminar yang dia pernah ikutin seperti ini, "Bantu mereka, tapi jangan kerjakan pekerjaan mereka, dan jangan sebentar-sebentar jump-in untuk menolong mereka."
"It's a tough transition for many creative people".
Awal kesalahan mendasar seorang creative director adalah tendensi untuk membantu mengerjakan pekerjaan tim kreatifnya. Mereka sudah sekian lama merasakan nikmatnya dipuji karena kemampuan mereka mengerjakan pekerjaan kreatif, mereka pengen terus merasakan kenikmatan itu, atau kadang mereka masih ingin merasakan asiknya jadi 'pemain' yang super duper produktif.
5 POIN MANAGING CREATIVES AND CREATIVITY dari David C. Baker
TAU DIRI LO SENDIRI (KNOW YOURSELF)
Elo gak bakal bisa jadi ngasih direction buat orang lain secara efektif kalo nggak tau cara me-manage diri elo sendiri. Gimana gaya/cara/kekuatan/kelemahan elo. Awal dari seorang creative director yang masih gres adalah ngaca! Liat kemampuan diri, lakukan evaluasi kekuatan dan kelemahan, kenapa elo dapet promosi dan apakah elo yakin bahwa elo memang mampu (buruan tolak kalo elo nggak suka atau ngerasa nggak mampu. serius!!!).
Kalo elo orangnya suka ngatur, pasti banyak orang yang bakal reseh kalo sedikit2 elo mengkoreksi mereka. Kalo elo orangnya dominan, pasti bakalan bentrok sama orang yang punya sifat yang sama. Intinya mengenal diri sendiri adalah cara yang paling bijak untuk mengenal pribadi orang lain.
TAU TIM KREATIF ELO (KNOW YOUR TEAM)
Alat yang paling efektif dalam me-manage kreatif adalah dengan berusaha mengenal mereka dan mencari tahu cara mereka bekerja dan berkomunikasi.
Mungkin ada yang bilang elo kurang kerjaan kalo elo punya daftar inventaris karakter personal, skill, dan cara kerja masing-masing tim kreatif elo.
CD yang baik tau setiap anggota tim kreatifnya, tentang cara mereka bekerja, plus kekuatan dan kelemahan masing2. Karena setiap pekerjaan/proyek bisa jadi butuh spesifikasi tim kreatif yang berbeda-beda. Penting juga untuk cari tau apa yang me-motivasi mereka masing-masing.
MANAGE THEM THE WAY THEY WANT TO BE MANAGED
he he he inget nggak waktu jadi art director atau writer, ada yang pengen briefnya lengkap tertulis rapih jali orkes madu, ada tim yang nggak peduli ada brief atau enggak, ada yang butuh deadline tertulis dan kapan real deadline beneran karena kalo enggak mereka akan ngambek, dan lain lain yang kadang kalo dipikir-pikir absurd juga.
Intinya adalah setiap orang/setiap tim kreatif punya cara kerja yang berbeda-beda, jadi jangan kaget, itu cuma STYLE mereka bekerja. Nggak ada metode yang membuktikan cara yang satu lebih baik dari cara yang lain. Jadi saat kita mencoba meng-adapt satu style yang bisa berlaku untuk semua orang, ada baiknya kita lakukan sembari kita tap-in ke masing-masing karakter kerja tim kreatif.
SERING SERING KOMUNIKASI (COMMUNICATE OFTEN)
Berusaha untuk mengkomunikasikan ekspektasi dan memberikan kritik yang konstruktif adalah hal yang paling sulit yang dirasakan seorang creative director yang baru. Kadang hal ini bisa membuat mereka stress berat... hehehe biar mampusss.
Solusi yang paling baik adalah dengan cara mebuat hubungan yang kuat dengan tim kreatif dengan cara membuat kreatif meeting yang regular. Cukup 10 menit untuk tim kreatif. Jangan campur adukan meeting ini dengan meeting evaluasi, deadline, dll. Bikin meeting itu informal, santai dan usahakan untuk ngomong apa adanya dan ajarin mereka untuk ngomong tentang concern mereka apa adanya.
Biar lebih asik dan kondusif catet agenda setiap permasalahan dengan jelas, dan poin-poin diskusi, supaya ada re-cap dan tercatat dengan baik dan rapih.
Hal ini terbukti me-minize konflik. Tim kreatif bisa belajar meng-ekspresikan perasaan mereka, ngasih feedback dan cd bisa memberi feedback langsung secara konstruktif.
PASANG STANDAR TERUS PERGI JAUH JAUH (SET STANDARD, THEN BACK OFF)
Ngasih direction ke orang lain itu rasanya kayak jadi pelatih. Tau kapan hands-on kapan mundur, kapan ngebiarin mereka melakukan sesuatu dan melakukan kesalahan supaya mereka bisa belajar dari kesalahan itu. Wuih, what a challenge!
Kadang CD yang cemen, tergoda buat ngebantuin too much, atas dasar pokoknya kerjaan kelar pada waktunya.
BELAJARLAH UNTUK MENGHINDAR DARI GODAAN TERSEBUT!
Akhirnya, jadi creative director itu adalah mengeset standar kreatif dan bertanggung jawab sepenuhnya atas hasil akhir dari kualitas departemen kreatif, dan mencari cara untuk menghasilkan yang terbaik.
Selamat menjadi creative director yang lebih baik!
______________________________________________________
Saduran super cuek dari HOW, Design&Photography, August 2005
Help! I'm A New Creative Director.
5 steps to becoming a great manager
English: I was just thinkin', should i post articles in English or Bahasa?