Wednesday, April 08, 2009

Pindahan!

Goodbye blogspot! I move this blog to wordpress!


Visit my new blog at:



Friday, April 03, 2009

DONT BE AFRAID

Tulisan yang sering menyadarkan gw dari mengeluh dan meratapi nasib. Smoga bisa menggugah kalian juga. Enjoy!


To the blacks browns reds and yellows periwinkles teals and fuchsias, if you want to be in advertising, there is one thing to remember.

Don't be afraid.

of hard work, rejection, racism, responsibility, sexism.
don't be afraid of being the only one in the room.
don't be afraid to ask question, find answers. listen. hear. trust.
don't be afraid to follow. dont be afraid to lead.
don't be afraid to learn. to grow. to mature. to change.
don't be afraid to try. to fail. to try again. fail again. tray again and fail again. dont be afraid to ask for help.
don't be afraid to be smart. clever. witty. funky. hard. street. elegant. beautiful. you.
don't be afraid to be fired.
don't be afraid when you hear the word nigger.
don't be afraid to remind them that right after the black jokes come the jewish jokes the polish jokes and the fat jokes.
don't be afraid to master the craft. to master the game.
don't be afraid when they don't understand your accent, dialect, or slang. your heroes, your sex symbols. your style. your music. your people. your culture. your you.
don't be afraid to take criticism.
don't be afraid to be wrong. to be right.
don't be afraid to speak your mind. stand up for what you believe and pay the consequences.
don't be afraid to be a team player. don't be afraid to be the peon. the rookie. the junior. the helper. the pair of hands. the intern. the student.
don't be afraid to not be the victim. don't be afraid to not take it personally.don't be afraid to call a spade a spade.
don't be afraid to have a personality. an opinion. a point of view. a perspective. an objective. a positive attitude.
don't be afraid of those who are threatened by your presence. or feel you don't belong. or those who need you to fail for them to succeed.
don't be afraid to understand the difference between racism and insecurity. between racism and power. between racism and chauvinism.
don't be afraid to forgive. to apologize. to be humble.
don't be afraid to surrender. to win. to lose. to fight.
don't be afraid of titles, awards. salaries. egos. offices. windows. ponytails. clothes. jewelry. degrees. backgrounds. lifestyles. cars. bench houses.
don't be afraid to compete.
don't be afraid of not being popular.
don't be afraid to work weekends. holidays. birthdays. sick days. personal days.
don't be afraid to work twice as hard. twice as long. twice as good.
don't be afraid to get more out of this business than this business ever intended on giving.






Charles Hall
African american copywriter & film director




p.s. and under no circumstances whatsoever are you to be intimidated. because some will try.




Thursday, April 02, 2009

Augmented Reality

Cobain punya Earth Hour di sini



video
Cobain punya GE di sini



Augmented Reality! Waaaww... Hahahahaha... 
Teknologi baru dari dunia interaktif yang memungkinkan kita untuk (1)menggabungkan realitas dan virtual (2)secara realtime dan (3)3 dimensional. Infrastruktur yang dibutuhkan juga sangat sederhana. Beberapa yang udah gw coba cuma membutuhkan koneksi internet, webcam, dan motion tracker. 

Teknologi ini juga udah dikembangkan sedemikian hebat sampai menjadi video game seperti yang dilakukan PS3 dengan "The Eye of Judgement"-nya. Atau TOPPS dengan 3D live trading card-nya. Bahkan GE, MINI, dan Earth Hour udah memakai teknologi ini untuk kegiatan komunikasinya.

Well, sebenernya ini sama sekali bukan teknologi baru. Waktu nyobain punyanya Earth Hour, tiba2 muncul perasaan, "kok mirip photobooth-nya Mac, ya...". Tapi yang pasti AR udah dikembangkan dan diterapkan ke dalam bentuk2 yang semakin kompleks dan menarik. Ini beberapa video tentang AR. Enjoy!











Friday, March 27, 2009

10 Tips for Writing a Remarkable Resume in Today’s Creative World

Dari pada kamu ngemis-ngemis minta kerjaan di milis, jilat-jilat pantat, dan minta dikasihani. Coba baca ini! Semoga bisa membantu. Satu hal lagi, berkarya! Nulis di milis sama sekali bukan berkarya! Kecuali lo cari kerja sebagai penulis milis. Enjoy!

Guy Murphy on Account Planning

Katanya sekarang bukan jamannya departemen kreatif yg jadi anak emas di sebuah agency. "Sekarang eranya account planning!" Kata temen gw. Well, mungkin juga. Ini sebuah pengantar tentang account planning dari Guy Murphy, Worldwide Planning Director JWT. Enjoy!











Monday, November 17, 2008

gotcha!!

Sunday, June 22, 2008

Lomba PSA UNICEF

Detailnya bisa dilihat di sini.





Tuesday, June 03, 2008

Entry Indonesia Bertindak

Art Director: Dami Sidharta
Copywriter: Adra Gesza







Thursday, May 08, 2008

LOMBA POSTER POLRI

Wednesday, March 26, 2008

LOMBA IKLAN INDONESIA BERTINDAK



Daftarin keanggotaanlo di mari. Ambil briefnya di mari.
Ukuran karya 1/4 halaman The Jakarta Post (
192 mm x 250 mm)


Monday, March 17, 2008

Jurang Antara Ide dan Hasil Akhir: Ivan HW

Beberapa hari yang lalu gw bongkar2 lagi inbox email gw, sekedar buat baca2 lagi diskusi2 lama di milis, ... (Jadi inget kalo dulu gw pernah pinter...)

Nah, trus gw nemu email ini, diskusi tentang kenapa ide iklan2 kita yg secara ide banyak yang bagus tapi eksekusinya jauh ketinggalan dibanding iklan diluaran sana. Salah satu yang ikut diskusi waktu itu adalah Mas Ivan HW, Associate Creative Director di BBDO Singapore. Salah satu tulisannya waktu itu kembali ngingetin gw ke tulisan Erik Vervroegen yang dulu pernah gw post di blog ini bahwa perang yg sebenarnya itu bukan di shoot day tapi di persiapannya. Sebuah karya yang maksimal baru bisa dicapai dengan persiapan yang maksimal. Mulai dari penggalian ide sampai final pre-pro. Lebih jelasnya, ini dia petuahnya...



Ivan HW on "Jurang antara ide dan hasil akhir"

Friday, 12/22/06

Ketika aku barusan lulus ngak sabar pengin pergi ke photoshooting studio. Menurut pikiran aku dulu 'the big day' itu terjadinya waktu photoshooting, dimana aku harus bikin decision2 penting, dimana aku bakalan craft photographynya, dimana mati hidupnya ide terjadi di waktu itu, tapi ternyata aku salah. Photoshoot cuman menjalankan 'teori' yg ada waktu pre-pro. Kalo udah terbiasa dgn 'melihat visual' sebelum photoshoot
pasti waktu shooting paling2 1-2jam udah selesai. Waktu pre-pro adalah waktu ngak bisa tidur, waktu photoshoot itu waktu tidur hehhehe. Walaupun di agency aku ada 2 producer, aku lebih suka cari props sendiri. Dari wardrobe sampe detail2nya yg lain. (kalo ada waktu).

Alesan kenapa kerjaan probono SEHARUSNYA jauh lebih bagus dari 'real' karena deadline pre-pro buat 'real works' itu ditentukan oleh clients atau media schedule. Hasilnya terlalu banyak compromise. Contoh topi mancing ada lebih dari 10 tipe tapi maunya tipe 1 cuman adanya tipe 3, tipe 1 perlu 3 hari buat dibuat tp shoot besok, yah ngak papalah sama2 topi kok. Tapi probono deadlinenya ketika semua yg kita mau sampe sedetail2nya yg paling kecil udah kita dapet BARU kita shoot. Itu alesannya di portfolio award winners photographer selalu scamnya seperti million $ budget, iklan asli dgn budget luar biasa keliatan seperti tanpa budget ama sekali. Sering aku interview AD yg selalu bilang oh sorry ini scam ads makanya
eksekusinya gini soalnya ngak ada duit. Dalem hati.. masa sih.

Ketika pre-pro itu adalah waktunya 'pushing eksekusi', sebelum itu ada sketch. sketch adalah waktunya 'pushing ideas'. Sketch tuh pentingnya luar biasa. Kalo ngak biasa sketch coba biasain.. pasti ngak nyesel. Pernah baca interviewnya erick (tbwa paris)? dia juga gila sketch hehehhe.. yah semoga bermanfaat.

ivan hw
ps: sketch tidak identik dgn jago gambar. tiap kali aku sketch tetep harus dijelasin lagi, soalnya ngak pernah ada yg ngerti apa yg aku sketch hehehhe. Sketch cuman membantu aku utk menvisualisasikan apa yg ada didlm otak biar kagak lupa.






Wednesday, December 19, 2007

Star City


Beberapa minggu yg lalu gw sibuk ngerjain launching sebuah property di Jakarta dan waktu gw lagi ngumpulin dan mempelajari iklan2 kompetitor, gw nemu advertorial ini.

"Experience living next door to the celebrity you adore.". Sebuah proposition yang mengejutkan.. Well, mungkin gw terlalu berlebihan, tapi c'monlah, apa lo pernah kepikiran ngejual property dengan proposition kaya gini? Gw sih gak pernah. Makanya gw cukup surprised waktu liat iklan ini...

Apa akan ada yg tertarik untuk bisa tinggal sebelahan dengan BCL atau Nicholas Saputra? Orang seperti apa kira2 yang akhirnya tinggal disana? Apa akhirnya proposition ini bisa menjual propertinya? Gw penasaran buat dapet jawabannya.

Setahu gw pertimbangan orang milih tempat tinggal cuma ada 3 hal: Lokasi, fasilitas, dan harga. Apa tinggal bertetangga dengan seleb masuk ke 3 hal itu. Kenapa proposition itu yg dipake? Atau justru tinggal bertetangga dengan selebriti justru merupakan pertimbangan lokasi atau fasilitas? Mungkin juga...

Atau itu cara Star City untuk ngomong, "Apartemen kami sangat bergengsi, bahkan para seleb aja tinggal dimari!". Jadi gengsinya yang dijual? Mungkin ini evolusi dari strategi endorser? Mungkin juga...

Gw gak bilang strategi ini bener atau salah. Bagus atau jelek. Karena hal yg kaya gini baru sekarang gw liat. Mungkin harus nunggu hasil campaignnya sebelum gw bisa komentar lebih jauh. Sebuah proposition yang sangat beda dari yang lain dan sangat berani. Salut!! Yang pasti gw sangat terpukau waktu liat iklan ini. Gw gak bisa berhenti ngebayangin adegan reality show "Mimpi Kali Ye" setiap hari terjadi di tempat itu... hahahahahahaha...

"Kyaaaaaaa.... Mas Nicholas Saputraaaaa!!!!...... kyaaaaaaaaaaa......"

Wednesday, November 14, 2007

Anugerah Kebudayaan 2007

Plakat penghargaan yang kayanya ktuker.
Harusnya media elektronik, gw dapetnya media cetak. hahahaha....




Di Panggung Prambanan. Gw dan Group Head gw, Erick Hotma.
Diantara kita berdua itu Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik.




Tanggal 6 November kemaren, Gw dan Group Head gw, Erick Hotma, berangkat ke Jogja untuk menerima penghargaan kebudayaan dari pemerintah untuk iklan kita, Gudang Garam Cahaya Asa. Katanya sih iklan itu dianggap sebagai iklan dengan kebudayaan Indonesia terbaik dan turut berjasa melestarikan budaya Indonesia.. Hahahahahahaha...

Pengalaman naek panggung pertama kali yang gak terlupakan.. Kapan lagi lo naek panggung bwat nerima penghargaan dalam guyuran hujan tanpa payung.. Hahahahahaha.. Acaranya emang diadakan di panggung terbuka di kompleks Candi Prambanan.

Yang menarik, mulai tahun ini, plakat penghargaannya terbuat dari emas murni 24 karat. Setelah ngobrol2 sama panitianya, ternyata plakat yang dulu terbuat dari perunggu sengaja diganti dengan plakat emas biar memiliki nilai jual. Belajar dari para mantan atlit yang bisa bertahan hidup dengan ngejual koleksi medali dan piala emas. Gak salah kalo banyak orang tua yang gak ngebolehin anaknya jadi seniman. "Cita2 kok seniman. Kamu mau makan apa?", kata mereka.. Gak jauhlah sama art director. Lembur tiap hari tapi gak kaya-kaya... hahahahaha..


Oh ya.. Selain plakat ada hadiah uangnya juga.. Haha, jadi deh kita beli PS3.. Hahahahahaha...


Saturday, November 03, 2007

Bisnis Indonesia: Gagas Award



Gw dan writer gw di Octocomm, Adra Gesza, nyoba2 buat ikutan Gagas Award yang tahun pertamanya ini mengusung tema, "Lawan pungli sekarang juga!". Yang kita buat? Kita bikin spoof data finansial rekapitulasi bursa efek jakarta yang biasanya ada di harian Bisnis Indonesia. Daftar panjang yang biasanya berisi nama2 perusahaan beserta laporan finansialnya kita bikin kosong. Tanpa nama perusahaan. Tanpa transaksi. Hanya menyisakan pembagian kategori. Print ad ini ditutup dengan pesan, "Yang liar bisa bikin gulung tikar. Lawan pungli sekarang juga!".

Disini gw dan Adra nekat buat ngirimin entry yang gak sesuai dengan ketentuan format ukuran iklan. Kita membuat iklan yang cuma akan works di full page, sesuai dengan kolom Data Finansial yang asli, sementara ketentuannya iklan harus berukuran 177mm x 270mm. Knapa? Kita cuma pengen bikin iklan yang berbeda. Nyoba buat keluar dari clutter. Dan nyoba untuk lebih custom dengan Harian Bisnis Indonesia.

Well, akhirnya gak dapet apa2 sih... Cuma bisa jadi finalis. Hahahahahaha... we're just not good enough.



Semoga bisa lebih baik lagi...


Thursday, October 25, 2007

Gudang Garam Puasa-Lebaran 2007

Client: PT Gudang Garam Tbk
Product: Gudang Garam Corporate
Version: "Potret" & "Panggung Lebaran"
Duration: 30" dan 90"
Agency: Octocomm Asia
Creative Director: Hakim Lubis
Creative Group Head: Eric Hotma
Art Director: Dami Sidharta
Copywriter: Ferro Miryantoro, Adra Gesza
Business Director: Jimmy Saputra
Account Manager: Fransisca Dinar
Account Executive: Thyas Pramundari
Production House: 25 Frame
Executive Producer: Dede Imam
Film Director: Ipang Wahid
Fotographer: Anton Ismail
Music: EGG Production
TC: VHQ
Post: VHQ

Selamat Idulfitri! Mohon Maaf Lahir dan Batin...
Bulan puasa ini jadi bulan yang paling gila sepanjang karir gw (haha..). 30 hari berpuasa, bolong 4 hari, 8 TVC Shooting, 1 pitch, 1 TVC developing, 4 orang tim... hahahaha...

Di awal puasa kita ngeluarin TVC 30" berjudul potret. Bercerita tentang anak perempuan yang baru pulang sekolah dan menghampiri ayahnya yang sedang bekerja dirumah sambil bercerita tentang temannya yang gosipin orang terus.

"Pa, pa! Sebel deh, Pa. Temenku si Vina, bulan puasa gini, gosipin oraaang terus. Gosipin Odi, Rino, semua digosipin. Sampe aku juga digosipin, Pa! Brisik banget! Bulan puasa gini kan harusnya ibadah ya pa? Kok ada sih orang kaya gitu?", celotehnya yang langsung disambut dengan ayahnya yang mengambil ponsel berkamera dan memotret anaknya sambil berkata, "Ada! Nih!".

Di hari lebaran kita juga meluncurkan satu versi TVC berjudul "Panggung Lebaran". Sebuah TVC non cerita, dengan lagu Hari Lebaran yang berseting di kompleks rumah susun. Seluruh penghuni rumah susun sibuk melakukan persiapan menyambut hari lebaran. Ada yang bersih-bersih, menghias masjid, membuat ketupat, menggelar sajadah, dll. Pesan "Satu kemenangan untuk kegembiraan bersama" ditunjukkan dengan menampilkan banyak elemen masyarakat seperti penghuni rumah susun, hansip, preman, tukang nasi goreng, anak band, pemain tanjidor, penjual bensin oplosan, juga tetangga keturunan tionghoa dan india.

Keseluruhan TVC ini dibungkus dengan musik dan tarian ala broadway dengan harapan iklan ini akan menjadi iklan yang meriah dan mudah dimengerti. Sesuai dengan strategi, TVC lebaran hanya akan menjadi iklan yang menggambarkan perayaan kemenangan, sementara penggunaan nilai2 positif bulan Ramadhan disampaikan melalui TVC puasa.

Sebenarnya bulan Ramadhan tahun ini akan diisi oleh 3 TVC, sayang versi puasa ke2 batal tayang karena beberapa alasan. Well, semoga 2 versi ini bisa disukain banyak orang..


TVC Panggung Lebaran bisa diintip dimari.




Wednesday, October 17, 2007

Tyas Paramita: Seorang Teman

(primary picture di FSnya Tyas)




(Entry gw bareng Tyas di pinasthika 2006 yg di diskualifikasi)






"Gara-gara elo sih, Dam.", katanya waktu kita berdua didiskualifikasi di pinasthika ad student 2006 gara-gara gw ketahuan kalo baru aja lulus kuliah. Hahahahahaha....

16 oktober kemaren, Tyas pergi ninggalin gw. Ninggalin kita semua.

Selamat jalan, Yas. Makasih pernah mampir dalam hidup gw. Lo gak pernah berhenti bikin gw kagum. Maaf gw gak bisa bawa lo ke final pinasthika.


I love you always...







Tuesday, August 21, 2007

Gudang Garam Rumahku Indonesiaku: Indonesia Adya

Client: PT Gudang Garam Tbk
Product: Gudang Garam Corporate
Version: Rumahku Indonesiaku: Indonesia Adya
Duration: 90"
Agency: Octocomm Asia
Creative Director: Hakim Lubis
Creative Group Head: Eric Hotma
Art Director: Dami Sidharta
Copywriter: Ferro Miryantoro
Business Director: Jimmy Saputra
Account Manager: Fransisca Dinar
Creative Advisor: Jay Subiyakto
Production House: 25 Frame
Executive Producer: Asih Dewayani
Film Director: Ipang Wahid
Fashion Designer: Irsan
Fotographer: Oetomo
Music: Addie MS
TC: VHQ
Post: VHQ
3D Animation: Geppetto





Kali ini kami menempuh jalur yang berbeda dari 2 seri rumahku indonesiaku terdahulu. Kalau dulu kita melihat indonesia dari sudut pandang positif, keindahan alam, musik, tarian, dll, kali ini kita mengambil rute yang berlawanan.

Berawal dari client brief untuk membuat tayangan yang lebih patriotik di hari kemerdekaan ini, kami mengambil tema kebangkitan. Well, kita semua tau, kemalangan, keterpurukan, dan bencana datang silih berganti menggerogoti bangsa ini. Tayangan visual ini mencoba mengajak pemirsanya untuk bangkit dari itu semua. Berdiri dan mengembalikan kehormatan bangsa. Menjadi Indonesia yang Adya. Indonesia yang unggul.

Konsep kebangkitan tadi dicoba divisualisasikan dengan simbol simbol seperti orang yang bangkit dari tanah yang kekeringan, dari pantai yang hancur dilanda tsunami, dari serangan hama, dan dari dalam lumpur. Mereka kemudian bahu-membahu menarik menara-menara sampai tegak berdiri yang akhirnya membentuk mahkota di puncak gunung sebagai simbol kejayaan.

Seri ke 3 dari campaign rumahku indonesiaku ini udah bisa dilihat di TV atau di videofolio gw. Semoga semuanya suka. Gw tunggu komentarnya..


Enjoy!!




Friday, June 15, 2007

My Multiply

Skarang TVC-TVC gw bisa diliat di http://damisidharta.multiply.com/video.
Well, multiply ini baru aja gw aktifin setelah gw bikin sekitar setaun yg lalu. Jadi blom ada isinya. Cuma buat yg dulu penasaran sama TVC-TVC Gudang Garam bisa diliat di link tadi. Enjoy!!

Monday, May 07, 2007

Gudang Garam Hardiknas

Client: PT Gudang Garam Tbk
Product: Gudang Garam Corporate
Version: Hardiknas: Jembatan Masa Depan
Duration: 60"
Agency: Octocomm Asia
Creative Director: Hakim Lubis
Creative Group Head: Eric Hotma
Art Director: Dami Sidharta
Copywriter: Ferro Miryantoro
Business Director: Jimmy Saputra
Account Manager: Fransisca Dinar
Production House: 25 Frame
Executive Producer: Dede Imam
Film Director: Ipang Wahid
Fotographer: Sam Nugroho
Music: EGG Production
TC: VHQ
Post: VHQ



Beda dari commercial yang gw buat belakangan, kali ini kita berangkat dari sebuah kisah nyata tentang perjuangan anak-anak SD di daerah yang untuk bisa belajar di sekolah setiap harinya mereka harus menyeberangi sungai dengan berenang!!

Serius bo! Tiap hari, tiap pagi dan siang, mereka berenang nyeberangin sungai yang lebarnya sampai 70 meter!!! Sadarlah kalian yang suka mabal sekolah, nyelundupin tas dari jendela, nitip absen kuliah, nyogok guru olah raga (yg ini gw pernah lo! hahahaha).

OK, semoga semua suka. Karena gw suka iklan ini. Ini hanya akan jadi iklan biasa kalau ini bukan kisah nyata. Gw tunggu komennya!!!

Friday, April 27, 2007

Aha!! I got an idea!!

Do your idea do this?

1. Grab Attention


2. Say Something Relevant

3. Leave an Impression




Friday, April 20, 2007

Erik Vervroegen



Setelah ngikutin workshopnya John Merrifield kmaren, gw jadi inget sama seorang jagoan lagi yang juga dari TBWA. Erik Vervroegen the Lion Hunter.

Tentunya akan sangat telat kalo gw ngebahas dia sekarang... Bukan cuma tulisan ini udah dipublish tahun lalu di Campaign Brief Asia, tapi artikel itu juga berisi ceramah Erik di Asian Advertising Award di Bali tahun lalu... Basi kan... Tapi gw gak peduli... gw lebih gampang inget kalo gw udah nulis...

3 Tahun berturut-turut membawa agencynya sebagai Agency of theYear di Cannes dengan 2 grand prix, 12 gold, 12 silver, dan 9 bronze, gw rasa gak salah kalo gw sangat kagum sama ECD TBWA Paris ini. Rahasianya? Desire! Gitu katanya.... Hahahahaha....

Erik punya analogi menarik tentang iklan.

Bayangin seseorang baru aja pulang dari kantor setelah seharian kerja. Terjebak macet di jalan dan muterin blok rumahnya selama 2 jam nyari parkir. Cape' dan bete (hmm rhyming..). Ketika dia sampai di rumah, ternyata istri dan anak2nya gak ada, jadi dia bebas ngelakuin apapun yang dia suka. So, dia mutusin untuk manjain dirinya dengan bikin burger yang dia suka, bir dingin, dan dia mulai terbenam di sofanya yang empuk. Dia ambil remote home theatrenya yang mewah dan masang film favoritnya. Baru aja dia mau mencet tombol "play" tiba-tiba.. "ding dong".. Bel rumahnya berbunyi... Dengan kesalnya orang itu membuka pintu rumahnya dan ternyata tamunya adalah seorang salesman vacum cleaner!! Waak waaww......

Ya itulah iklan. Tamu gak diundang. Salesman itu cuma punya waktu 1 detik pertama untuk mencegah orang itu ngebanting pintu rumahnya. Sama seperti iklan, iklan cuma punya waktu 1 detik pertama untuk mencegah orang mindahin channel tv-nya atau ngebalik halaman majalahnya. Gimana caranya?

Simply by being well dressed!! Iklan harus seductive, welcoming. Or intriguing, astonishing. Even funny or touching. Yang pasti reaksi orang harus positif. Cara meningkatkan penampilan tadi disebut art direction.

Dan gimana caranya bikin first second ad?

Biasanya kita bisa ngeluarin ide 1-5 ide. Abis itu stuck! Hayo ngaku!! Nah, Erik Vervroegen nyuruh kita untuk ngebiasain ngeluarin 10-15 ide perhari. Dalam sebulan kita akan punya 300 ide!! Mungkin gak semuanya bagus. Tapi pasti ada paling nggak 1-2 ide yang bagus. Kalo gak ada berarti kita harus alih profesi. Mampus.... Dan saat kita nemuin ide yang bagus, kita harus terus push sampe ide itu jadi ide yang bener2 bagus!

Juga jangan terjebak dengan satu gaya beriklan. Biasanya seseorang akan punya gaya favoritnya sendiri, entah itu humor, mendayu-dayu, dll. Biasain untuk mencari dan nyoba gaya yang laen. Demo ad, beautiful ad, highjack ad, in front/behind ad, literal, guerilla, riddles, before/after, visual puns, bermain dengan media, copy heavy, big production, "UFO" ad, print ad filmed, comedy, beautiful story, parody, konseptual, dan masih banyak lagi gaya yang bisa kita coba. Jadi bukan cuma print ad visual puns tanpa copy dengan logo kecil di pojok kanan aja yang bisa disebut iklan.

Erik Vervroegen sendiri ngaku bahwa apa yang dia capai selama ini adalah berkat adanya suppliers yang luar biasa di Paris sana. Fotografer kelas dunia, retoucher tukang sulap, mock up artist multi talenta, dll. Makanya dia bisa bikin iklan yg gila-gila. Tapi untuk bisa bikin ide yang bener2 bagus tadi jadi award winning first second ad, Erik ngasih kita bocoran step by stepnya... Lebih mengarah untuk produksi print, tapi bisa diambil esensinya untuk produksi iklan apapun..


The Power of Pencil
Ide itu adanya di kepala, bukan di iMac lo yang sexy itu. Jadi biasain buat ngide pake pensil. Nulis, gambar, sketsa, semuanya bikin pake pensil. Setelah dapet ide yang bagus. Jangan langsung pindah ke komputer. Terus gali pake pensil. Cari cara eksekusi yang terbaik. Gambar dari beberapa angle berbeda sampe kita nemu yang paling baik.

Bring Realism to the Image
Setelah nemu yang paling pas, gambar ulang sketsa tadi dengan lebih realistis. Anatomi diperbaiki, perspektif dibenerin, dll agar gambarnya jadi realistis dan masuk akal untuk dieksekusi.

Comps/Photomontages
Ini baru bagiannya si sexy iMac tadi. Buka situs foto andalan, download bahan2 yang dibutuhin dan rakit semuanya jadi layout print ad sedekat mungkin dengan hasil akhir yang kita inginkan sebagai acuan saat shooting biar gak terjadi hal2 diluar perkiraan. Hal ini bukan cuma buat nentuin layout, komposisi, lighting, atau warna, tapi juga buat nentuin pemilihan properti, wardrobe, cast, dll. Biasain untuk bikin biography untuk setiap karakter yg ada di layout tsb biar kita bisa tau baju apa yg cocok, sepatunya seperti apa, rumahnya seperti apa, rambutnya, make upnya, dll. Layout yang detail akan ngebantu kita kerja sama dengan para suppliers dan klien. Gak ada tawar menawar, just follow the layout.

Shooting
Karena objectivenya udah jelas: follow the layout! Jadi apa yang kita lakuin di saat shooting adalah ambil sebanyak dan sevariatif mungkin foto. Setelah sesi ini semuanya udah terlambat. Jadi persiapin semuanya sebaik mungkin dan stock foto ssebanyak dan sevariatif mungkin.

Retouch Before Retouching
Setelah shooting selesai, jangan lupa untuk minta semua foto yang diambil. Art Director wajib untuk milih setiap komponen foto sendiri dan ngomposisiin semuanya sampai jadi reference yang sempurna buat retouchernya nanti. Baru setelah itu selesai, retouching bisa dialihkan pada tukang2 sulap DI artist itu. Perhatiin setiap detail, tongkrongin dia di depan komputernya kalau memungkinkan.

Colorwork
Setelah semuanya terkomposisi rapi, saatnya ngatur warna dan lighting. Tujuannya cuma satu, pastiin komposisi ini jadi the best it can be dengan maenin cahaya, dept, dimensi, gelap/terang, foreground/background, dll. Gambar ini bukan cuma harus indah, tapi juga bisa dengan mudah dilihat, dibaca, dan dimengerti.

Layout
Terakhir adalah membuat layout terbaik. cari the most impactful crop, typeface yg paling menarik, dan perbandingan terbaik antara visual dan copy. Buat sebanyak-banyaknya sampai kita nemu yang terbaik. Kalau bingung, bikin poling untuk mutusin yang mana yang most likeable.


Step2 diatas adalah langkah2 yang amat sangat basi tapi kita sering lupa atau sepelein. Cuma sekedar buat ngingetin aja. Soalnya gw sendiri sering lupa atau males.. hehehehehe...

Erik Vervroegen punya gaya yang cukup radikal. Coba liat interviewnya di ihaveanidea.org. Bos yang pasti sangat nakutin. Erik sendiri sadar bahwa dia kadang terlalu keras ngepush timnya, tapi saat TBWA Paris jadi agency of the year di Cannes, bahkan 3 kali berturut2, timnya cuma bisa diem... hahahahaha...

Well, orang yang sangat luar biasa.. Erik juga bilang, untuk bisa bikin karya yang terbaik, lo cuma harus fokus sama kerjaan lo. Jangan mikirin duit, jangan berpolitik, jangan punya keluarga (hahahaha...), pokoknya fokus. Gimana? gampang kan? Hahahahahahaha













Friday, April 13, 2007

ADOI CREATIVE INTEGRATION WORKSHOP

Hmm... blog ini udah mulai jamuran ya...
Belakangan ini gw ngrasa sedikit bersalah sama diri gw sendiri karena gw udah sangat jarang posting.. Gw jadi malu sama apa yg gw tulis di 'about me'... "Where's the passion, Man??"... Jadi gw memutuskan buat posting lagi.. walaupun gak penting2 amat juga..

Gw baru aja pulang dari sebuah workshop yang diadain oleh ADOI di hotel mulia sejak kemaren. Creative Integration judulnya. Dan pembicaranya........ John Merrifield!!! Creative at Large di TBWA\ASIA PACIFIC. Well, i'm not a big fan of him, tapi Vertical football, salah satu karyanya beberapa tahun lalu adalah salah satu iklan yang paling gw suka..





This John pernah kerja di Jakarta beberapa tahun yang lalu di Saatchi & Saatchi. Kebetulan CD gw sekarang pernah kerja bareng dia. Selain di Jakarta, dia juga pernah kerja di beberapa negara asia pasifik. Ada yang menarik yang dia ucapin tentang asia di workshop ini. Kemaren, salah satu peserta workshop ini sempet 'ngeluh' tentang betapa susahnya untuk bisa bikin iklan yang bagus di Indonesia. Kliennya rese' lah, budgetnya tipis lah, dll. Dan John menjawab, dari pengalamannya kerja di beberapa negara asia, gak ada satupun negara yang lebih susah untuk bikin iklan bagus dari pada jepang!!! Jepang adalah tempat yang paling susah!! Gw gak sempet nangkep alasannya apa... Semoga bukan karena dia sukses bikin vertical football di jepang.. hahahahaha...

Well, gak banyak yang bisa gw tangkep dari workshop ini yang bisa gw share di sini. Beberapa poin yang masih bisa gw inget (catetan gw ketinggalan di hotel soalnya..):


Lock the award books away
approach yang sesuai untuk permasalah yang harus kita pecahkan gak ada di Archive, SHOTS, adsoftheworld.com, D&AD Annual, atau award book lainnya. Solusinya ada di luar sana bersama target audience kita. Kalau kita sering ngeliat barang2 tadi, kita akan terjebak untuk membuat barang yang sama. Itulah kenapa print ad dengan big shocking visual, logo segede upil di sudut kanan bawah, dan 1 line copy jadi trend belakangan ini. Kita terlalu banyak liat award books! Kita bukan hanya 'nyontek' eksekusi atau ide dari para pemenang cannes itu, tapi juga 'nyontek' strateginya yang pasti gak akan masuk dengan kondisi di negara kita. Jadi, kita harus meluangkan lebih banyak waktu di antara para target audience dibandingkan di depan tv nonton shots!! Well, pasti susah....


Fuck Clever
ooo, yes, all he was saying is fuck this, fuck that... hahahaha... maksudnya, kebanyakan our so called iklan kreatif yang kita buat targetnya adalah juri2 di citra pariwara, art director saingan, CD-CD di multinational agency, dll... "iklan-iklan kreatif" itu dibuat biar kita keliatan pinter dimata mereka. Iklan2 yang cuma mereka yang ngerti. Bahkan pacar kita sendiri akan bilang, "hah?" waktu kita nanya, "gimana? keren kan? nangkep ga?".
Lupain untuk tampil pinter di depan mereka. Iklan yang berhasil adalah iklan yang bikin impact among the crowd! Bukan cuma dapet award!


Leap!!
Untuk bisa sukses, setiap kegiatan pemasaran harus melakukan lompatan (mungkin maksudnya inovasi.. huehehe). Ada 3 macem leap yang dia sebutin:
1. Product Leap
2. Strategy Leap
3. Execution Leap

Dan kita cuma boleh melakukan salah satunya. Contohnya iPod. Barang ini udah ngelakuin yang namanya product leap dengan terobosannya yang mampu mengubah industri musik. karena dia udah melakukan product leap, makanya strategi dan eksekusinya di buat sederhana biar produknya bisa bersinar.

Kalau produknya biasa aja dan paritas, kita harus ngelakuin strategy leap. Gw sih nangkepnya mungkin bikin positioning baru yang beda untuk sebuah produk termasuk dalam strategy leap. Maap kalo salah. Gw juga gak pinter.... Contoh strategy leap, sebuah perusahaan jasa masalah kendaraan (mungkin semacam jasa derek mobil, montir, dll) di luar sana memposisikan perusahaan/jasanya sebagai emergency service yang ke 4 setelah polisi, pemadam kebakaran, dan ambulans.

Dan, kalau produk dan strateginya gak bisa banyak bicara, yang harus kita lakukan adalah melakukan execution leap. Bikin eksekusi yang bagus! Setelah gw inget2, iklan2 dengan eksekusi gila yang pernah gw liat emang gak ada apa2 di belakangnya.. PS2 misalnya. produknya 11-12 sama console lainnya. Strateginya juga biasa aja. Makanya dia bikin eksekusi yang gila.


Get the Voice
Temuin suara dari campaign kita and stick with it. Mungkin semacam personality, spirit, tone & manner, atau semacamnya... jangan munculin persepsi yang berbeda dalam satu campaign.


Journey
Bawa target audience kita ke dalam sebuah perjalanan dalam campaign. Buat mereka ngerasain setiap alur ceritanya. well........ Ok, gw gak menemukan cara gimana ngejelasin poin ini. semoga gak ngebingungin... hahahahahaha..


Job #1: IMPACT!!!
Seperti udah gw bilang di atas. Yang utama adalah impact!! Seberapa besar dampak yang bisa diakibatkan oleh iklan kita di masyarakat adalah objective-nya. Award adalah hadiahnya. Impactnya juga harus dahsyat denga effort yang reasonable. Manfaatin berita. Be on the news!! Seperti yang udah John lakukan dengan vertical footballnya yang berhasil menghemat jutaan dolar biaya publikasi dengan cara menjadi berita!! IMPACT!! Thats what integrated campaign is all about.

Diluar tips2 tadi, john lebih banyak ngingetin kita untuk kerja dengan cepat. Dia ngebiasain kita untuk gak percaya sama ide2 pertama. cari minimal 20 ide lalu pilih yang terbaik dan cari lagi 20 ide dari ide terbaik tadi. Dengan cara ini, para peserta workshop berhasil ngeluarin banyak ide dalam 2 hari workshop ini dan menurut John yang sempet beberapa kali jadi juri award show,beberapa diantaranya masuk ke kategori worldclass. Semoga dia gak cuma ngegombal... hahahahahaha....

Dia juga encourage kita buat berani nyoba ngajuin ide-ide yang baru, fresh, breaktrough, dll ke klien2 kita. Great ideas doesn't belong in the "great ideas" folder.


Well, itu sedikit hasil dari workshop ini yang masih bisa gw inget. Gw banyak masukin pendapat2 pribadi gw yang belom tentu bener, jadi jangan terlalu percaya sama isi blog ini. Anyway, gw posting artikel ini cuma biar blog ini gak kosong, jadi siapa tau gw cuma mengarang bebas... hahahahahahahahaha.....



Thanks to John Merrifield
for two days out of the office
for a goal

Tuesday, February 20, 2007

Absolut Vodka


Satu lagi print ad dengan skema game yang interaktif.. Kali ini dari TBWA Paris besutan Erik Vervroegen. Walaupun menurut gw gak sebagus Virgin Digital yg gw post beberapa waktu lalu, tapi print ad ini juga cukup menarik dan menghibur. Craftingnya juga luar biasa... Saluutt...

Tuesday, December 26, 2006

Gudang Garam Rumahku Indonesiaku : Cahaya Asa

Client: PT Gudang Garam Tbk
Product: Gudang Garam Corporate
Version: Rumahku Indonesiaku: Cahaya Asa
Duration: 180"
Agency: Octocomm Asia
Creative Director: Hakim Lubis
Creative Group Head: Eric Hotma
Art Director: Dami Sidharta
Copywriter: Ferro Miryantoro
Business Director: Jimmy Saputra
Account Manager: Fransisca Dinar
Creative Advisor: Jay Subiyakto
Production House: 25 Frame
Executive Producer: Dede Imam
Film Director: Ipang Wahid
Fashion Designer: Edward Hutabarat
Fotographer: Davy Linggar & Oetomo
Music: EGG Production
TC: Grade One
Post: VHQ

Akhirnya TVC dan print ad GG terbaru ini tayang juga. Hasil kerja keras selama ini hasilnya sudah bisa dilihat. Well, proyek ini banyak ngasih pelajaran buat gw pribadi. Skalanya yang besar dan orang2 yang terlibat didalamnya ngasih gw pengalaman dan pelajaran baru yang berharga.

Proses pengerjaannya, dari mulai konsep, pre-pro, produksi, dan post-pronya sangat proper. Paling proper sepanjang karir gw di advertising (yang baru 5 bulan). Semua tahapannya ngasih gw pengalaman yg baru, yg ngebuka mata gw, kaya' yg gw tulis di post terakhir gw. Termasuk pengalaman gw pertama kali naek helikopter.. hahaha norak ya gw...

Anyway, semoga semua suka. Komennya juga gw tunggu ya!!

Enjoy!!




P.S.:

Makasih banget buat yang udah ngasih komen... Karena banyak yang nanya, gw akan coba jelasin sedikit pemikiran dibelakang iklan ini.

OBJECTIVE:
PT Gudang Garam Tbk ingin melakukan sebuah campaign untuk membangun persepsi bahwa PT Gudang Garam adalah perusahaan produsen rokok nasional dan dapat mewakili Indonesia.

CREATIVE ROUTE:
Campaign Gudang Garam Corporate akan bersifat tactical, memanfaatkan momen2 nasional seperti hari kemerdekaan, tahun baru, dll. Setiap iklannya akan kental nuansa Indonesianya baik dari segi visual maupun audionya. Berbeda dengan kebanyakan iklan layanan masyarakat yang sering mengangkat sisi negatif dan bersifat kritis, campaign ini bertujuan untuk mengembalikan perasaan bangga sebagai orang Indonesia dan membuka mata audience bahwa Indonesia bukan hanya korupsi, gempa, tsunami, dll, tapi juga memiliki kekayaan alam dan kebudayaan yang beraneka ragam.

WHAT TO SAY:
Untuk moment tahun baru, pesan yang ingin disampaikan adalah "harapan baru" yang kita analogikan sebagai cahaya (senjata yang dibakar dan dilempar ke angkasa) dan diberi nama CAHAYA ASA.

VISUAL CONCEPT:
TVC ini tidak ingin menjadi terlalu tradisional dan bertutur tapi lebih kontemporer dan surealis (gw gak suka istilah postmodern). Indonesia ditampilkan bukan hanya dari landscape, tapi juga kebudayaan seperti pakaian, tarian, lukisan (animasi lukisan bali), senjata dan perabot. Didalamnya juga kita sisipkan keberagaman suku dan persatuan dengan membentuk 5 kelompok yang diwakili dengan 5 wanita sebagai simbol ibu pertiwi.

COPY CONCEPT:
Seperti disebutkan di atas, Harapan diolah menjadi "cahaya asa". Tidak seperti iklan Gudang Garam 17an yang menggunakan voice over, kali ini copynya dijadikan lirik dan dinyanyikan. "Beragam warna di Indonesia, menyatu dalam gelora. Harumi bumi, hiasi langit, dengan cahaya asa."

CREATIVE OUTPUT:
Seperti yang kalian semua liat di TV.


Gw yakin iklan ini masih sangat jauh dari sempurna. Misalnya, ucapan selamat natal yang akhirnya membuat pesan iklan ini bias. Ada beberapa pertimbangan yang akhirnya menuntut untuk menyisipkan pesan selamat natal di iklan ini, beberapa saat sebelum tayang.

Gw masih mengharapkan masukan nih.. biar kedepannya gw bisa bikin yang lebih baik lagi...

Friday, December 08, 2006

Bukan cuma bisa ngaco....

Harus jago ngonsep
Dulu jaman gw kuliah, yang ada di kepala gw seorang art director itu yang penting harus jago ngonsep. Hahahaha... Sebuah pikiran yang sangat tolol. "Pokoknya, kalo mau jadi art director itu harus bisa bikin konsep yang bagus!". Yang penting kreatif, bisa bikin iklan yg bagus. Ga peduli skill laennya ada apa enggak, bisa ngedisain apa enggak, dst...

Goblok!!
Ternyata apa yang ada di kepala gw waktu itu dan gw bungkus dengan kata "konsep", bukan lah konsep yang sesungguhnya. 'Konsep' yang ada di kepala gw waktu itu ternyata hanyalah 'ide', 'ideation', yang akhirnya sebagus apapun gak akan berguna kalau gak ada 'direction' yang bener. 'Direction' inilah yang ternyata adalah 'konsep' yang sebenarnya... Bingung? Sama!

Anyway, akhirnya gw mengambil kesimpulan (yang sebenarnya sudah disimpulkan oleh banyak orang tapi baru gw akui kebenarannya) bahwa ternyata ada lima hal yang harus dimiliki oleh seorang art director. 5 hal ini harus dimiliki kalo art director tersebut gak mau karirnya berhenti di Sr. Art Director (itupun kalo dia bisa sampe kesana). 5 hal itu adalah (bismillah, semoga gak salah (gila.. rhyming)):


Creating Direction
Sederhananya, berpikir strategis. Mencerna permasalahan dengan baik, menganalisa, dan menemukan solusi dan menentukan arahnya. Creating direction bukan berarti mencari ide-ide yang award winning, tapi lebih dari itu, Mencari kemungkinan-kemungkinan yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan, dan menetukan jalur mana yang paling tepat dan harus ditempuh. Banyak hal yang gak bisa gw jelaskan dalam poin ini karena katanya creating direction adalah poin yang paling susah diantara kelima poin ini. Untuk bisa mengerti poin ini lebih jelas, coba tanya ke orang yang berpengalaman... seorang CD misalnya...


Generating Ideas
Well, semua orang pasti ngerti poin ini. Banyak orang yang punya ide-ide gila. Setiap hari di internet banyak banget gw liat print ad-print ad baru dengan ide-ide yang keren-keren banget. Yang harus diinget adalah, ide yang bagus--bahkan yg award winning-- tetap harus sesuai dengan directionnya (tentunya direction yg bener), yang juga berarti menjawab permasalahan. Ini yang kita, termasuk juga gw, sering lupa. Dulu gw pikir art director itu yg penting punya poin ini, ternyata gw salah. hahahaha... Hati-hati buat para mahasiswa yang pengen jadi art director, lo gak akan bisa apa2 kalo cuma punya poin ini doang. Jadi, baca terus artikel ini sampe abis... :)


Crafting
Ini yang baru gw sadar!! Ternyata crafting bukan soal seberapa jago kita ngedisain atau seberapa jago kita pake photoshop. Crafting itu soal sense!! Dan ternyata banyak hal yang termasuk dalam poin ini. Intinya, seorang art director harus tau idenya harus dieksekusi seperti apa dan dengan cara apa agar hasilnya bisa maksimal.

Untuk pengerjaan sebuah TVC misalnya, Art director harus menguasainya dengan detail. Pemilihan film director yang tepat untuk boardnya yang nantinya akan mempengaruhi treatment-nya, art direction pada setiap elemen (set, properti, wardrobe, make up, styling, dll), color scheme pada setiap scene, editing, grading, special effect, animasi, 3D, musik, scoring, dll.

Pada pengerjaan sebuah print ad, art director harus mengerti tentang ruang waktu yang terbatas dan berhenti, fotografi, simbol, gestalt, ilustrasi, tipografi, tehnik cetak dan pra cetak, dll. Huruf misalnya, banyak orang memandang huruf gothic sebagai sesuatu yang berbau satanic. Sangat cocok digunakan dalam poster konser rock atau poster film horor. Padahal huruf gothic atau black letter awalnya adalah huruf yang digunakan di gereja-gereja (bener gak ya? kalo gak salah sih bener..). Penting untuk tau keluarga huruf dan sejarahnya agar tidak salah dalam penggunaannya (gw pernah liat ada kartu lebaran yang ditulis dengan huruf keluarga carolingian minuscule dan uncial yang huruf gereja).

Art director harus menguasai hal ini, bukan hanya prinsipnya, tapi juga prosesnya, dan yang terpenting punya sense yang kuat agar semuanya bisa maksimal dan menjadi satu kesatuan yang utuh dan saling mendukung. Sense dan prinsip kerja bisa dikuasai dengan memperbanyak referensi, tapi untuk dapat mengerti prosesnya cuma bisa dikuasai dengan terjun langsung.


Communicating
Pernah gak ada seorang temenlo yang mencoba menceritakan betapa bagusnya sebuah lagu baru yang belom pernah lo denger dengan menyanyikannya dengan suaranya yang falsnya minta ampun? Lo pasti gak akan ngerti dimana letak bagusnya lagu itu.

Kira-kira gitulah seorang art director yang gak bisa ngomong. Art director yang gak percaya diri, minderan, pemalu, dan gak punya skill komunikasi gak akan bisa menyampaikan idenya dengan baik, sebagus apapun idenya itu, dan lawan bicaranya gak akan mengerti dimana letak bagusnya ide itu.

Poin ini juga mencakup penguasaan bahasa inggris dan manajemen. Manajemen yang dimaksud adalah manajemen orang. Tim elo misalnya. Penguasaan poin ini adalah salah satu poin yang akan menentukan apakah karir kita akan berhenti di Sr. art director atau terus naik.


Convincing
Percuma kita punya dagangan sebagus apapun kalo kita gak bisa ngejualnya. Untuk bisa ngejual berarti kita harus bisa ngeyakinin orang untuk ngebeli dagangan kita itu. Jadi, selain art director harus bisa bikin ide yg bagus, dia juga harus bisa ngeyakinin kliennya (atau minimal CDnya) untuk make idenya itu. Banyak ide bagus yang berakhir di tempat sampah. Bisa meyakinkan orang untuk nerima ide kita itu sangat penting. Seorang penjual yang baik bahkan bisa ngejual tai... Tapi jangan lupa dengan 3 poin pertama. Sehebat apapun lo ngejual, percuma aja kalo lo cuma jualan tai...


Jadi...
Masih banyak hal yang harus gw (dan mungkin elo) pelajarin untuk bisa jadi art director yang baik. Gw jadi inget sama temen gw yang bilang, "kalo mau jadi art director itu yang penting harus ngaco!". Sialan tuh anak.... Gw tabok kalo ketemu lagi...




Tuesday, October 31, 2006

GG Lebaran


Selamat Idul Fitri 1427 H!! Mohon maaf lahir dan batin buat semuanya!!

Yah, gw rasa semua udah liat TVC lebarannya Gudang Garam tahun ini... Showernya lumayan kenceng di TV. Produksi TVC inilah yang bikin gw gak sempet dateng ke CP 2006 kemaren. praktis 5 hari gw kepake buat kepentingan produksi TVC ini di Pameungpeuk dan Garut.. Hasilnya? Silakan komentar sendiri... Yang pasti gw sangat gak puas dengan grading endshotnya yang belobor... yah, apa boleh buat...

Oh, gw juga mau klarifikasi tentang TVC Gudang Garam Konser Salam Lebaran yang animasi band ketupat... ITU BUKAN BUATAN KANTOR GW!!! Hahaha.. well, karena itu punya klien gw, jadi gw gak mau komentar... hahahaha....




Wednesday, October 18, 2006

VIRGIN DIGITAL: "Dou you see music?"


Ok, gw tau ini iklan udah rada lama dan pasti udah banyak yang tau.. Gw cuma pengen mengungkapkan kekaguman gw sama iklan ini. Iklan ini bukan cuma bisa menyampaikan pesannya dengan baik, tapi juga sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat menghibur... Bahkan menurut gw, iklan ini jauh lebih bagus dari print adnya Lego yang dapet grand prix cannes taun ini.... Salut salut.. hebat!!

Ok buat yang punya banyak waktu, coba sebutin setiap nama band, musisi, atau penyayi yang ada di iklan ini. Gosipnya ada 70an biji lo..

Monday, October 16, 2006

GG Puasa versi "Ikhlas"

Akhirnya 3 versi GG puasa gw tayang semua... yah.. sekali lagi, walaupun 2 versi terakhir cuma kebagian 15 detikan, tetep sesuatu yang harus disyukuri... 3 seri puasa diakhiri versi "Ikhlas" dan nanti akan ditutup GG Lebaran...

Dari 3 versi puasa itu, semuanya punya gayanya sendiri2.. entah karena durasinya atau emang karena idenya, tapi versi " Ibu dan Anak" jadi versi yang paling banyak penggemarnya dibanding 2 versi lainnya...

Btw, kemaren gw sempet liat iklan lebarannya Indofood yang panjang itu.. tentang anak2 yang ngumpulin koran bekas biar bisa dijual dan dibeliin indomie buat anak2 panti asuhan... Huehehehe... Sebenernya gw suka iklan ini, asik, enak diliat.. sampai akhirnya datang sekelompok preman yang nyumbangin gitarnya untuk dikilo sama anak2 itu... hahahahaha... Nah tuh preman yg tadinya ngamen, sekarang gak punya gitar, gimana dong? malak lagi deh.. hahahaha... Sayang, alur yang sejauh ini udah bagus dirusak sama preman2 itu yg dengan sangat pentingnya tos-tosan setelah mereka nyumbangin gitarnya... hahahahahahaha... setiap inget adegan itu gw selalu pengen ketawa....huehehe.. Oh ya... gw juga heran, kenapa harus ada Opick di akhir ceritanya... Apa karena dia udah jadi ikon preman tobat?? hahaha...maaf... Anyway, iklan ini iklan yang bagus.. gw suka... Scene yang bagus, pemilihan angle yang baik, musik yang bagus, semuanya mendukung ide yang bagus... sayangnya tokoh preman dan aksi yang dilakukan preman2 itu bikin iklan ini jadi cheezy... seandainya tanpa preman-preman itu... hahahahaha... eh, maaf.. no offense ya... cuma sekedar pendapat pribadi yg mungkin bisa salah...

Huh... belakangan ini postingan gw gak ada gambarnya.... knapa ya??

Monday, October 09, 2006

GG Puasa versi "cermin"

Versi kedua dari iklan puasa Gudang Garam gw akhirnya tayang.. Sayangnya, yang tayang cuma yang versi 15 detik, feel merenung yang gw pengen tampilin seperti di versi 30 detiknya akhirnya gak bisa terdeliver dengan baik.. yah apa boleh buat.. strategi medianya menentukan versi 2 ini (dan versi 3 nanti) cuma kebagian jatah 15 detik...

Mungkin ada yang sempet merhatiin iklan GG puasa versi "ibu dan anak" gw kemaren sangat mirip dengan iklannya Blue Band.. Seting dapur, ibu dan anak bikin kue, bawa gilingan, dan maenan tepung... semuanya sama... huehehehehehe... gw cuma bisa ketawa miris.

Btw, soal iklan yg mirip2 kaya' kejadian iklan gw dan Blue Band tadi... APA YANG TERJADI DENGAN IKLAN McD 14045??? Kok mirip bgt sama iklan Konidin ya??? Yah, terserahlah... mungkin emang pengen sama aja... seru-seru... hahaha..


Monday, September 25, 2006

Ayah Kandung!!!!!

Akhirnya, anak kandung gw lahir!!!! Iklan Gudang Garam Corporate Puasa versi "Ibu dan Anak". Udah liat?? Segera menyusul versi-versi berikutnya.. tunggu aja... :) Hahahaha...

Btw, gak kerasa udah lama banget gw gak posting.. Banyak hal yang terjadi di sekitar gw yang belom sempet gw komentarin... Kangen jaman kuliah, bisa OL tiap hari.. hahaha.. sekarang sibuk bgt... Bahkan kemaren gw gak sempet dateng ke Citra Pariwara 2006 gara-gara ada suting di Pameungpeuk... sedih.. padahal banyak banget yg pengen gw temuin di CP... untung semua itu terbayar dengan perdeem yang mencukupi.. huehehehehe....

Selamat buat mahasiswa DKV-ITB yang sukses menyapu bersih BG Award di CP'06!!! Oom bangga pada kalian!! Huehehe.. Hebat2.. Saluut.. Yah, walaupun kalian semua stereotype, generasi penyembah Droga, hasil di BG Award ini cukup menghapus dosa kalian itu... huehehe.. Salut juga buat Lukman dan Soe yang udah bisa ngalahin senior-seniornya dan kontingen dari Petra dengan merebut Gold... Salam2 buat Thaksin....

Terakhir... gw mulai ragu, apa gw masih bisa mempertahankan eksistensi blog ini dengan kesibukan seperti sekarang.. hhhmmm...


Thursday, August 24, 2006

Ayah Tiri...


Akhirnya setelah proses yg lumayan melelahkan, sekarang gw udah jadi ayah!! Iklan pertama gw tayang!! TVC dan print ad Gudang Garam 17an versi "Rumahku Indonesiaku".

Well, walaupun gw cuma jadi ayah tiri siihh.. Bukan gw yg ngehamilin. Waktu gw masuk agency ini iklan itu baru aja beres syuting. Akhirnya gw cuma ikut merawat kandungannya, offline, recording musik dan VO, online, layout, FA, sampai akhirnya iklan itu tayang juga mulai tanggal 16 sampe 21 Agustus kemaren..

Sejauh ini gw cukup puas dengan hasilnya.. walaupun ada beberapa orang yg ngira ini iklan Djarum, tapi secara keseluruhan komentarnya positif. Awal yg cukup bagus dan semakin membuat gw termotivasi untuk melakukan lebih banyak lagi, dari mulai ngehamilin sampe ngebantu ngelahirin iklan baru nantinya.. Gw pengen punya anak kandung.... :)

btw, belakangan gw banyak liat blog2 tentang iklan buatan dalem negri, yang entah baru muncul apa gw baru liat aja... Gw jadi sadar, gila, blog gw gak ada apa-apanya dibanding mereka. Bahkan belakangan ini gw semakin jarang posting. Kalaupun posting, gw cuma cerita tentang diri gw... semakin gak bermutu aja blog ini....

Tapi apa daya.. masih sibuk banget, jadi belom bisa melakukan apa2 untuk blog ini... Semoga aja kedepannya gw punya sedikit lebih banyak waktu buat ngisi blog ini... tentunya dengan isi yg lebih gak penting lagi... hahahahaha...



Tuesday, August 08, 2006

Menempuh Hidup Baru

Akhirnya, hari ini baru bisa posting.. Beberapa minggu terakhir ini gw disibukkan dengan bolak balik jakarta, mengemis-ngemis minta kerja.. hahahaha.. Alhamdulillah, hari ini hari kedua gw kerja.. hahahaha...

Well, sedikit curhat.. kemaren partner gw bwat Pinasthika Ad Student Award nelp gw, katanya dia ditelpon sama panitia Pinasthika yg bilang bahwa kita didiskualifikasi karena gw udah bukan mahasiswa... hahahahaha... gw dah nyangka kalau hal ini bakal terjadi. Paling nggak gw udah jujur karena waktu gw kirim karya gw, gw masih 100% mahasiswa... Well, kecewa juga, tapi apa boleh buat..

Belom sempet nulis banyak dan gak tau kedepannya bakal sempet posting atau nggak.. tapi sekarang gw udah memulai babak baru hidup gw, babak belur!! Pelajaran baru, guru baru, semoga bisa terus ngambil ilmunya dan bisa terus menjadi lebih baik lagi...

Akhirnya cinta gw berbalas... tinggal bikin anak...

Thursday, July 20, 2006

Pinasthika Ad Student Award: Entry

Ada banyak pilihan jalur, pilihan cita2, pilihan what to say, dan pilihan ide visual yang sempet kepikiran bareng Tyas, temen gw di kampus sekaligus pasangan gw buat ikutan Pinasthika Ad Student Award dengan tema "Cita-cita terbesar kami".

Sempet kepikiran ide dengan jalur "Our Dream Is To Fulfill Yours". Yang berangkat dari orang iklan yang rata2 punya cita2 yang sama, menang award.




Our Dream Is To Fulfill Yours



Abis itu ide visualnya dirubah sedikit. Manfaatin cerita2 tentang mewujudkan mimpi. WTSnya masih sama, "Our Dream Is To Fulfill Yours".

Our Dream Is To Fulfill Yours
Masih berupa sketsa. Nantinya bakal dieksekusi pake tehnik ilustrasi cat air ala ilustrasi dongeng. Permisi buat Pak Gandhi Suryoto ;p



Dan akhirnya, setelah muter2 kesana kemari, walaupun ada beberapa ide yang lumayan bagus dengan copy, "We live our dream, while others dream their life" yang belom sempet dieksekusi, akhirnya gw dan Tyas mutusin buat balik ke ide pertama yang kita rasa paling kuat dengan What to say, "To Establish An Agency". Ya, kita emang pengen punya agency sendiri suatu hari nanti. Bukan cuma sekedar agency, tapi agency yg bisa ngalahin multinational agency... Karya inilah yang akhirnya kita kirim buat ikutan Pinasthika!!


Establish Enviable Agency


Establish Extraordinary Agency


Establish Standard Setter Agency


Well, sudah berusaha dengan semua daya upaya.. tinggal berdoa dan berserah diri, pada Tuhan dan dewan juri...





Liburan...

Kemaren sempet pulang ke bogor beberapa hari.. Gak ngapa-ngapain juga sih.. Cuma tidur2an, nonton tipi (akhirnya bisa ntn tipi dengan frekwensi tinggi), dan sempet ke jkt liat pameran AdFest..

Heran... biar kata liburan, tapi mata gw sibuk liat kana-kiri, merhatiin hal2 kecil yang mungkin bisa jadi ide buat iklan nantinya, katakanlah semacam nimbun insight.. Dan tentunya mantengin tipi liatin iklan2 terkini.. huuuuhhh.. dasar gak punya kehidupan... Tapi dari itu semua ada beberapa hal yang menggangu pikiran gw sepulang liburan..

TVC Permen Kiss
Ohh.. Kalo soal contentnya gw gak mau komentar.. Yang sangat mengganggu pikiran gw dari iklan ini adalah musiknya. Lagu "Kiss me" dicampur sama rap yang mungkin niatnya remix malah kedengeran tabrakan.. Kacau bgt, rap dan lagu aslinya gak nyambung banget.. Jadi ngerasa sayang...

TVC Gudang Garam
Sebenernya udah liat iklan ini lumayan lama, tapi baru merhatiin waktu di Bogor.. Ok lah, iklan ini mencoba nampilin cowo gudang garam yang cowo bgt, suka petualangan dan tantangan yg coba ditampilkan dengan visual cowo maen bola sendirian di hutan!?

Dari dulu gw selalu ngerasa aneh sama image cowo gudang garam yg coba mereka bangun. Kenapa harus selalu nampilin cowo loner?? Penyendiri, tukang maenan burung (inget iklan GG jaman dulu yg maenan burung elang?), gak punya temen... kasian..

Tapi yg paling menggangu pikiran gw dari iklan versi maen bola di hutan ini adalah--seperti juga iklan Kiss tadi-- MUSIKNYA!! Oh tuhan, karena musiknya yang gak punya hati itu aksi si cowo di dalem hutan itu jadi terlihat bodoh. Gak macho sama sekali. Well, gw gak tau konsep dan idenya, jadi mungkin penilaian gw salah, tapi paling nggak itu pendapat gw setelah merhatiin iklan ini...

TVC Teh Botol
Dulu gw sempet kepikiran bikin iklan Teh Botol dengan ide makan ati, makan temen, dan pagar makan tanaman.. Akhirnya ada juga yang bikin.. Sayang, menurut gw idenya kurang diolah.. Kaya'nya iklan ini mau gokil, gila, tapi kok nanggung, dialognya terlalu biasa. Mungkin mereka takut keliatan norak, jadinya gokilnya gak total. Gw juga gak ngerti sama ekspresi iklan ini yg sangaaaaat datar. Jadinya twist makan atinya kurang hilarious. Bahkan voice over tagline "Ahlinya Teh" juga dibacakan dengan nada datar. Mungkin emang konsepnya begitu, tapi kok gw gak ngerasa iklan ini jadi bagus dengan dibuat datar ya... Ada yg bisa menjelaskan?

Ambient Formula
Waktu ke jkt mau liat pameran AdFest gw sempet muas2in keliling2 naek busway alias nyasar.. Lumayan juga, 2 jam keliling2 dan gonta ganti bis... Di salah satu bis yg gw naekin itu, gw sempet liat iklannya Sikat Gigi Formula di panel dan pegangannya. Waktu naek dan liat iklan itu, hati gw bersorak, "Ambient media!!". Tapi setelah gw perhatiin lagi, "Ini maksudnya apa ya??".. Lebih mirip mindahin material print ad ke bis doang.. Gw belom nangkep ada ide yg kontekstual dengan penempatannya di bis Transjakarta.. Mohon kalau ada yg ngerti, harap dijelaskan..

Pameran AdFest
Akhirnya nyampe juga di Bentara Budaya. Sayang salah hari, gak bisa liat bedah iklan bareng Didit Indra. Padahal udah sengaja dateng pake kaos I WANT YOUR BLOODY JOB sambil berharap ketemu anak2 blog itu di sana. Sayang, gw dateng pas sepi banget. Jadi gak ketemu siapa2.

TVC2 pemenang AdFest, seperti biasa banyak yg no award. Beberapa yg sempet gw liat dan gw inget adalah TVC Smooth E dan Bir Cheers. Juga ada iklan yg kalo gak salah tentang olah raga, versi beli kosmetik, dan gantung diri... aaarrrggghhh... TVC ini membuat TA gw gak ada apa2nya... Sayang sekali gw gak sempet liat semua TVCnya karena harus ngejar kereta... Sial.. Padahal belom puas.. ngentang deh jadinya...ngena tanggung..

Ok, dari hasil liburan, mantengin tipi, liat kanan kiri, ngumpulin insight, sekarang gimana caranya manfaatin itu semua buat ikutan lomba poster KPK... hahaha.. masih blank. . . . .


Friday, July 07, 2006

Dari pada ilang....

Gak kerasa, akhirnya kuliah gw beres dan sebentar lagi gw resmi jadi pengangguran. Gw liat-liat lagi beberapa tugas-tugas dan kerjaan gw selama kuliah. Dari yang "masih cupu" sampe yang "tetep aja cupu". Dari yang tugas ilustrasi, grafis, video, animasi, proyekan logo, packaging, sign system, sampe akhirnya gw kenal dunia iklan setelah gw magang di Avicom Airvertising(2004). Kalo dipikir-pikir, waktu gw magang itulah akhirnya gw tau apa yang gw pengen. Gw pengen jadi orang iklan. Dan disana gw ketemu 2 orang yang sangat gw hormatin dan gw idolakan, Paul Sidharta dan Hakim Lubis. Terima kasih gw buat 2 orang itu, yang sangat berjasa, ngebentuk gw jadi seperti sekarang.

Akhirnya masa2 gw jadi mahasiswa -- yang katanya bodo itu -- berakhir sudah. Jadi pengen liat2 lagi apa2 aja yg gw kerjain selama 5 tahun terakhir ini. Hehehehe... kalo diliat2 lagi, ternyata karya-karya gw cupu bgt...

Ini beberapa karya gw yg tentang iklan. Daripada ilang, mending gw pasang disini. Gak semuanya gw tampilin soalnya banyak banget yg gak layak diliat orang Atau materialnya yang terlalu banyak atau gak mungkin dipost. Juga ada beberapa TVC yg gak gw masukin... berat..

Enjoy!!






Poster Tsunami Aceh
Tugas DKV Aplikasi 2 (2005)


Poster





Alpina

Tugas KVP 1 (2005)



Sketsa Print Ad 1



Sketsa Print Ad 2


Ambient di lift


Ambient di tempat penitipan barang


Ambient di eskalator


Ambient di kaca mobil





Bio Vision

Lomba Poster Bio Vision (2006)
(Bahkan gak bisa jadi finalis... hehehe)



Poster





Diapet

Waktu magang di Avicom Airvertising (2004)
(Lumayan, dapet finalis Citra Pariwara 2004)

Ambiet Media




Dream Band (pitching)

Pitching waktu magang di Avicom Airvertising (2004)

Sketsa Print Ad Competition



Sketsa Print Ad Hailight





Indosat 011
Waktu magang di Avicom Airvertising (2004)

Maskot NOBL (Nol Sebelas)
Noon, Blink, dan Link


Print Ad Teaser



Print Ad Launching





PSA Fasilitas Sekolah

UTS KVP 2 (2005)



Print Ad



Quaker Oat
Tugas KVP 1 (2005)





Print Ad



Rapet Wangi
Waktu magang di Avicom Airvertising (2004)



Print Ad




Thursday, July 06, 2006

blog awards 2006

Iseng2 gw ikutan blog awards 2006. Pengen tau doang... Kalo sempet vote buat blog ini ya!! vote!

Wednesday, June 28, 2006

Tugas Akhir: Move For Health


Huehehehe... Akhirnya.. setelah gw tunggu selama 5 taun terakhir ini, akhirnya gw lulus juga. Well, masih belom diwisuda sih. Tapi akhirnya semua matakuliah berhasil gw lewatin, termasuk si raja terakhir "tugas akhir"!!


Setelah melalui persidangan lumayan lama (hampir 1 1/2 jam), akhirnya gw bisa lulus dengan nilai A!! Huehehehe... Mungkin kedengerannya nyomobong, tapi gw gak peduli! Hahahaha... Boleh dong hari ini gw bahagia!!


Dengan berakhirnya semua ini, damiSidharta sangat berterima kasih pada semua yang telah membantu:

1. Allah SWT, atas segala karuniaNya, dan karena telah menciptakan orang-orang yg akan gw sebutkan berikut ini, karena tanpa mereka, damiSidharta bukan apa-apa.

2. Ibu tercinta, yang tidak pernah lelah memberikan dukungan dan doa.

3. Alm. Bapak tercinta, yang tentunya selalu melihat dan mendukung gw dari sana. TA ini untukmu, Pak!

4. Oom Teted, yang terus mendukung dan mendoakan.

5. Uti dan Akung, atas semua doa dan dukungannya.

6. Maya, Gaya, dan Runi, yang selalu menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik.

7. Dra. Ifa Safira selaku pembimbing atas segala waktu dan masukannya.

8. Sari Hatma S.Sn selaku pembimbing atas segala waktu dan masukannya.

9. Drs. Didit Widiatmojo, Pak Indarsjah, dan Ibu Lies atas segala waktu dan masukannya.

10. Mas Ronny, Pak Amas, Pak Didi dan segenap karyawan dan staf pengajar DKV ITB yang sangat baik dan membantu.

11. Stephanus Indrajaya, M.D.,M.Sc.,Ph.D dan seluruh staf WHO atas segala bentuk informasi yang diberikan kepada penulis.

12. Pak Maman Purnama dan Pak Saefudin dari Dinas Kesehatan atas segala bantuan dan informasinya.

13. Pak Fainal dari Departemen Kesehatan atas buku dan masukannya.

14. Mas Paul Sidharta yang telah menjadi contoh atas bimbingannya.

15. Mas Hakim Lubis yang selalu menyempatkan menjawab semua pertanyaan saya.

16. Pak Budiman Hakim, Pak Daniel Rembeth, Pak Amrie, Mbak Julianty, Mas Anto, Mas Rey, Mas Rahadian P. Paramita, Mas sheque, Pak Ricky Pesik, Mas Glenn Marsalim, dan senior-senior di milis Creative Circle Indonesia, atas bimbingan dan masukannya.

17. Shafiq dari JWT, atas bimbingan copywritingnya.

18. Dini Meutia dari FCB atas kiriman rate card Tvnya yang sangat bermanfaat.

19. Adi, fotografer dan DI artist handal, atas semua bantuannya yang tanpa pamrih.

20. Regga, film director, sound engineer, dan talent yang serba bisa atas bantuannya.

21. Digily Digital Printing, yang telah bersedia menjadi sponsor TA ini, atas bantuannya selama ini.

22. Zaky, talent berbakat atas bantuannya. Semoga semester depan Anda bisa jadi nomer satu.

23. Udjo, atas bantuannya sebagai talent dan sebagai teman.

24. Mas Fritz dari Bagian Promosi Cihampelas Walk, dan segenap staf keamanan Ciwalk atas bantuannya.

25. Bapak Prono, atas pinjaman rumah dokternya.

26. Ramadhan, atas webnya.

27. Tia dan Teguh, untuk bantuannya dari Jakarta yang selalu bisa diandalkan.

28. Anak-anak T.A. KVP, Tyas (yang selalu bisa ngasih sudut pandang yang berbeda), Dina (atas masukan dan bantuannya), Otto dan Ula (Untuk masukannya).

29. Teman-teman 2001: Wikan, Harky, Irfan, Anin, Banung (atas petuahnya dalam menjalani TA), Desti, Nadia, Felix, Ina, Mamang, (atas dukungan dan semangatnya).

30. Ebet, Ani, Indra, Adit PK, dan teman-teman DKV lainnya atas masukannya yang berharga.

31. Nanda, Udjo, Mesjal, Ferik, Arum, Mey, Hendri, Rama, Gege, dari Hedonesia, untuk unity, untuk cinta.

32. Satrio Anus, atas pinjaman property shootingnya.

33. Dika dan Wika dari kamar sebelah, untuk semua masukan dan bantuannya.

34. Aancool, Budi Yuwono, Iput, Jatie, Audy, Alex, dan temen-temen dari iwantyourbloodyjob.blogspot.com, atas masukan dan dukungannya.

35. Teman-teman Dari Seni Rupa dan Desain ITB yang telah menghiasi hari-hari dengan cara-cara yang tidak terpikirkan, angkatan 2001, para senior dan para junior.

36. Uti, yang begitu perhatian.



Berikut ini beberapa karya TA gw yg bisa gw post ke sini. TVC dan Radionya gak bisa gw post, berat! Komputer gw lemot soalnya. Karena TA udah beres, gw udah gak terima kritik atau cacian! Gw cuma terima ucapan selamat dan tawaran kerja! Huehehehehe... nggak sih, silahkan kalau ada kritik, masukan dan saran. Akan sangat berguna buat pembelajaran gw.

Well, enjoy!!

Logo dan Tagline Kampanye





CONDITIONING


Storyboard TVC 1




Print ad 1, 2, dan 3


Skrip radio conditioning, informing, dan reminding


Billboard di lampu merah
Didesain seakan mau jatuh


Website
setiap orang bisa memasukkan data fisiknya untuk mendapatkan jenis dan porsi olah raga yang sesuai


Web banner di yahoo, google, dan kompas


Advertorial di Majalah Tempo
Untuk meningkatkan believability kampanye




INFORMING


Storyboard TVC 2





Print ad 4, 5, 6, dan 7


Billboard ring basket


Billboard di jembatan penyebrangan


Ambient di pintu lift mall dan perkantoran


Ambient Start tangga mall dan perkantoran


Ambient Start di pintu keluar halte busway


Ambient Start - Finish di eskalator
Dipasang melawan arah


Event "Clash Meeting"
mengolah ragakan masyarakat dengan topeng adu gengsi antar perusahaan



REMINDING



Storyboard TVC 3




Print ad 8, 9 dan 10


Billboard di sekitar rumah sakit


Ambient pengganti bola putih di pool bar


Ambient sekaligus merchandise




Monday, June 26, 2006

Doakan Saya....

Huahhahahaha.... Besok (Selasa, 27 Juni) gw sidang akhir.... Akhirnya.. The final countdown.. Doain gw ya.. Semoga gw bisa menyelesaikan ini semua.....

Friday, June 23, 2006

Pinasthika 2006: Ad Student Award

Kategori Ad. Student Award



Berstatus Mahasiswa, diutamakan jurusan Diskomvis/ Komunikasi/ Advertising/ Disain Grafis & sejenisnya. Menyertakan fotokopi KTM (kartu tanda mahasiswa) yang masih berlaku.



Sebuah tim terdiri dari seorang sebagai Copy Writer dan seorang sebagai Art Director.




Membuat iklan Cetak (Print Ad) BW/ Full Color bertema 'Cita-cita Terbesar Kami' dengan ukuran 21,5cm x 28,5cm (vertikal/horisontal)



8 (delapan) tim terbaik akan diundang ke Yogyakarta dalam pelaksanaan Pinasthika Ad. Festival (Akomodasi dan meals ditanggung panitia) + fasilitas full access delegate, untuk mengikuti Workshop kreative Cara Pembuatan Print Ad. kemudian membuat karya iklan produk komersial pada 26-27 juli 2006.




Workshop dipandu langsung oleh Para Praktisi kreatif senior Indonesia yang berpengalaman.




Pemenang akan mendapatkan penghargaan: Gold, Silver dan Bronze.




Pengiriman karya paling lambat tanggal 14 Juli 2006




Biaya pendaftara Rp. 100.000/tim


Tempat Pendaftaran


Sekretariat Panitia Pinasthika Ad.Festival 2006, PPPI Pengda DIY, Jl. Menur 21 Baciro Yogyakarta, Telp./Fax. (0274) 556875. Contact Person: Ari (08179441004) email: ari@pinasthikaward.com


PPPI Pengda Jawa Timur , Jl. Pasar Tunjungan Lt Dasar no. 20 Surabaya, Telp./Fax. (031) 5323160, Contact Person: Mufid Wahyudi (0811319487)




PPPI Pengda Bali , Jl. Imam Bonjol 467 Denpasar 801907 Bali, Telp./Fax. (0361)481906, Contact Person: Ika (08123816928)




PPPI Pengda Jateng, Jl. Gunungsawo 23A, Semarang, Telp./Fax. (024) 8416603 - 8418827 Contact Person: Bandaka Loekito (0811290771) & ASPPRO, Jl. Slamet Riyadi 275, Gapura Taman Sriwedari Lt. Atas Solo, Telp. (0271) 729791




PPPI Pengda DKI, Jl. Gedung Pinang KAV 5 / PT 22 Pondok Indah Jakarta, Telp./Fax. (021)9211203, Contact Person: Maya Suryadewi (08568164741)




PPPI Pengda Jawa Barat, Jl. Dipati Ukur No. 23 Bandung, Telp./Fax. (022)2503452, 02270103927, Contact Person: Tri Lestari (08562099984)







Informasi lebih lanjut di http://www.pinasthikaward.com/

Friday, June 16, 2006

Lomba Poster KPK

Ayo pada ikutan!!!

Monday, June 05, 2006

Ambient Media?

This phrase started to appear in British media jargon about four years ago, but (to judge from a recent article in the newspaper Sunday Business) now seems to be firmly established as a standard term within the advertising industry. It refers to almost any kind of advertising that occurs in some non-standard medium outside the home. Examples are messages on the backs of car park receipts and at the bottom of golf holes, on hanging straps in railway carriages, on the handles of supermarket trolleys, and on the sides of egg cartons (some clever souls have even exploited modern printing technology to put advertising messages on the eggs themselves). It also includes such techniques as projecting huge images on the sides of buildings, or slogans on the gas bags of hot air balloons. The general term for the objects that carry the advertising messages is ambient media; someone using the technique may be called an ambient advertiser. The phrase was presumably coined during the peak of popularity of ambient music, a genre with electronic textures that create a mood or atmosphere. As a result of such coinages, the standard meaning of ambient, relating to something that is in the immediate environment, is becoming slightly less precise.

Ambient advertising contains the seeds of its own destruction, he says, because once the approach is copied and becomes commonplace, it ceases to surprise.

Guardian, August 1997

Saturday, June 03, 2006

There's nothing new under the sun

Beberapa waktu lalu waktu gw lagi diskusi sama temen gw, nyari ide buat bikin self promo, kita sempet keluar beberapa ide yang lumayan. Tapi selalu aja diakhiri dengan kata-kata, "tapi... kaya'nya gw pernah liat yg mirip ini deh..." atau, "wah, mirip iklan itu tuh"...

Akhirnya temen gw berkesimpulan, "Dam, kaya'nya semua ide kreatif (konsep, ide, dan eksekusi) tuh udah ada yg pake. Tinggal diubah-ubah dikit aja. Atau dituker-tuker pesan dan brandnya.".

Gw pikir, masuk akal juga... Jarang banget gw liat ada iklan yg bener-bener baru, baik eksekusi maupun idenya. Tapi kok gw gak rela ya kalo hal itu benar adanya...

Kalo emang seperti itu adanya, berarti gak akan ada hal baru di dunia ini. Gak akan ada iklan yang bener-bener fresh!

Tapi gw ragu...

Menurut gw..
Pasti masih ada yg belom pernah dibuat orang..
Pasti masih ada yg belom pernah diangkat orang...
Pasti masih ada yg belom pernah kepikiran sama orang laen...

Mana yang menurut Anda benar?
Gw apa temen gw?



Friday, June 02, 2006

PSA: Jogja (Aria H)


Ad: Aria Hamdani
Cw: Aria Hamdani

Foto: Aria Hamdani
DI: Aria Hamdani


Thanks, Dam!
Yang ini project pribadi gw, lebih optimal kalo dipasang buat web. Gw blom sempet ngerjain yg versi printnya.

-aria-

Thursday, June 01, 2006

Poster Jogja (Audy & Jatie)


Ad: Jatie
Cw: Audy


Dami: Poster ini bakal dipamerin di Plaza Senayan hari Sabtu, 3 Juni 2006 bersama 9 poster lainnya. Acara ini juga bakal dimeriahkan oleh 34 artis ibukota. Well, semoga doa dan bantuannya nyampe ke sodara-sodara kita di Jogja sana... Salut buat Jatie dan Audy!! Thx buat kirimannya ya!!

PSA: Jogja


Ad: AancooL
Cw: AancooL


iseng doank... basi!

cuman mo ikut turut berduka cita dan belasungkawa atas
musibah yang melanda jogja, yang membuat jogja terluka
dan berduka...

moga luka dan duka bisa cepat pulih, dan kehidupan
kembali normal seperti sediakala... AMIN

-aku yo wong jogja dab-

Tuesday, May 30, 2006

Made in Indonesia

Menyusul print ad chopstix buatan dentsu kemaren, ini beberapa print ad buatan Indonesia yg gw temuin berseliweran di situs situs luar...


Avicom Airvertising, Indonesia


FCB, Indonesia



TCP-TBWA, Indonesia; Creative Director: Djito Kasilo; Creative Group Head: Ariswari Dewi; Art Director: Inco Harper; Copywriter: Vida Nugroho; Graphic Designer: Anthony Kaunang




Grey, Indonesia; CD: Agit, AD: Bagus, CW: Bucin




McCann-Erickson Indonesia




Neo, Indonesia; creative director: Dedi Suherdi, AD: Irene, CW: Ree

Sunday, May 28, 2006

Jogja....

Turut berduka cita untuk korban gempa di Jogja...
Semoga Tuhan terus menyertai dan melindungi teman-teman, sodara-sodara di Jogja dan semoga semua ini bisa segera teratasi dan segera membaik...

Buat temen-temen yang bisa memberikan bantuan, bantuan yang paling dibutuhkan saat ini adalah obat, tenaga medis, makan siap saji, air mineral, tenaga sukarelawan, dan tenda..Jika anda ingin menyalurkan bantuan, silahkan menghubungi SAR daerah DIY di Kepatihan- Malioboro, nomor telfon 0274 562811, ext 319. Untuk Satkorlak Bantul yang ada di Rumah Dinas Bupati Bantul, nomor telfon (0274) 367333. Sebagai tambahan informasi, Rumah Sakit di Yogyakarta
membutuhkan banyak darah untuk korban bencana, silahkan datang ke Rumah Sakit di Yogyakarta untuk mendonorkan darah anda.


Terus mendoakan...

damiSidharta

Thursday, May 25, 2006

Chopstix: Cant Hate Everything


Agency: Dentsu, Indonesia

ECD: Gandhi Suryoto

ACD: Agus Arbana

Sr. AD: Angki Sumanang

AD: Aji Bekti

CW: Billy Andrea

Illust.: Jermy

GD: Lomri

AE: Puri H. Kusumah

Baru nemu!! Karya Dentsu Indonesia di Ads of The World... Lumayan jarang ada karya Indonesia di situs luar... Sayangnya, kok gw gak nangkep ya maksudnya apaan... padahal visualnya bagus... Tolong kalo ada yang bisa jelasin ke gw...

Wednesday, May 17, 2006

Orang paling sakti

Coba bayangin, sebuah agency iklan sednag menangani sebuah kampanye. Bayangkan semua tahapan pekerjaannya. Dari mulai client brief sampai eksekusi. dari nyusun product knowledge sampai color separation. Dari nyusun strategi pemasaran sampai budgeting media. Dari wawancara FGD sampai motret. Dari ngegali insight sampai ngarahin sutradara film iklan. Dari bikin sketsa sampe presentasi ke klien.

Di dalamnya melibatkan banyak orang Acount Manager, Account Executive, Traffic, Creative Director, Art Director, Copy Writer, Media, Strategic Planning,FA Artist, Visualizer, Office Boy, Fotografer, Film Director, Postpro House, dst dst dst...

Kebayang?

Oke... sekarang bayangin itu semua dilakuin sama satu orang... Semua tahapan dari awal sampe akhir..

Kebayang?

Jangan dibayangin... Rasain!!
Emang di dunia ini gak ada yang sesakti anak TA...

Monday, May 01, 2006

Fevitite




Dari sekian banyak iklan-iklan produk lem, khususnya print ad, yang sering menang award dimana-mana, menurut gw ini yang paling kereeennn.. Idenya paling beda. Dengan statement "Joins anything to anything", iklan ini ngambil visual yang bener-bener gak ketebak!! Luar biasa!!! Sembah sujud buat yang bikinnya!!

Friday, April 28, 2006

Siapa Yang Aneh?

Barusan aja gw terlibat suatu pembicaraan serius dengan seseorang di YM yang sampai saat ini masih menimbulkan teka-teki dalam pikiran gw. Tolong, ada yang bisa kasih tau, siapa yang aneh dalam pembicaraan ini. Berikut ini gw lampirin obrolan kita barusan dan mohon dibaca dengan seksama dan tolong kasih tau saya, SIAPA YANG ANEH??

************************************

maharepe is currently not in your Messenger List.

Add to your Messenger List (Ctrl+Shift+A) Report as Spam (Alt+Shift+R)

maharepe: harian ibu? boleh tuh

damisidharta: maaf ini siapa ya?

maharepe: gw bapak-bapak yang lagi kaget ada harian ibu terbit di jakarta.

damisidharta: trus apa hubungannya sama saya?

maharepe: hehehe.sampeyan pernah tahu harian ibu gak...

damisidharta: enggak..

maharepe: saya sekarang lagi baca setelah tanggal 21 lalu ada launchingnya di transtv

maharepe: iklannya di transtv emang norak, tapi begitu lihat isinya ternyata...

maharepe: cerdas-lembut dan santunnya memang saya lihat oke lah untuk sebuah media wanita. tapi bobot tulisannya kayaknya kurang.kapan-kapan kalau dapet harian ibu tolong dikasih komentar ke alamat IM ku ini ya

maharepe: thank u semua yang selama ini dah pada sibuk bikin kritik iklan

damisidharta: mmm...

damisidharta: dapet YM id saya dari mana ya? kaya'nya kita belom kenal..

maharepe: saya dapat dari komunitas hacker yang tempohari pada ngikut lomba

maharepe: maaf ya kalau mengganggu privacy anda

damisidharta: komunitas hacker?

damisidharta: kok saya makin bingung ya..

damisidharta: ini serius apa nggak sih?

maharepe: serius mas

damisidharta: trus?

damisidharta: komunitas hacker apaan?

damisidharta: knapa dengan harian ibu?

damisidharta: dan apa hubungannya sama saya sampe harus ngehubungin saya?

damisidharta: maaf..

damisidharta: bingung nih..

maharepe: itu yang suka utak-atik tekno komputer

maharepe: harian ibu? buat saya ini fenomena menarik di dunia media

maharepe: mungkin investornya nekad, belanja iklan kan lagi menurun tapi malah bikin media yang operasional hariannya aja ratusan juta rupiah

maharepe: media wanita yang bertengger sekarang ini NOVA, mau jadi challenger kali ya...

maharepe: thanks, moga lain waktu bisa gabung lagi. keep contact.

damisidharta: iya.. kalau kita kenal sih mungkin gak aneh. tapi kita kan belom kenal, tiba2 Anda cerita ini itu soal harian ibu... saya jadi bingung sebenernya ini apaan?

maharepe: ya sudah, tunggu aja suatu saat anda akan menemukan koran harian ibu di lapak koran atau agen dan mungkin akan sedikit terjawab kebingungan sampeyan. atau ini soal dukungan RUU APP ya, tiap hari koran ini membahas perempuan yang cerdas-lembut dan sopan. wah bakal nggak laku nih koran di bali

damisidharta: ya udah lah.. saya tetep gak ngerti Anda siapa, apa hubungannya harian ibu dengan saya sampai anda menghubungi saya tanpa perkenalan dulu yang bikin saya makin bingung... dan knapa id saya ada sama para hacker dan dari sekian banyak id kenapa Anda memilih saya sebagai korban Anda...

maharepe: anda bukan korban, yakinlah. hacker bukan cracker, so, tenang aja. sistem pada komputer anda juga dalam keadaan aman.

damisidharta: Kalau Anda gak mau memperkenalkan diri ya udah saya duluan.. say damiSidharta, mahasiswa! Salam Kenal!!

damisidharta: saya harap anda ngerti maksud saya..

maharepe: kalau tidak percaya, tutup komputer anda lalu aktifkan lagi. saya masih ada disana....

maharepe: dan maaf soal "permisi" yang terlambat, seperti yang terbaca, anda dapat memanggil saya Mahar atau Prast. maaf kalau mengganggu.

damisidharta: bukannya mengganggu.. tapi cara anda sungguh sangat aneh sekali...

maharepe: anda menganggap saya aneh karena cara tutursampai saya.yang bertemu tiap hari pun menganggap saya aneh, bukan hanya teman2 di jakarta, teman-teman saya di Kuala Lumpur juga begitu.lalu saya bertualang ke berbagai negara dan hanya itu yang saya dapat: dianggap aneh.ada dokumen tentang saya diabadikan dalam katalog internasional Belanda dan juga di Australian National University.

damisidharta: bukan cara tutur Anda yang aneh, tapi apa yang Anda lakukan. Coba Anda bayangkan seandainya saya yang tidak pernah Anda kenal tiba2 mengirim msg pada Anda dan berkata, "Ayam nih, gmana?" Apa Anda akan mengerti maksud saya? apalagi kalau saya tambahkan, "tiba2 di bandung ada ayam buat ibu2. Kalau anda punya komentar tentang ayam saya, hubungi saya ya!". Pastinya Anda akan merasa bahwa saya Aneh bukan?

maharepe: anda tak terbiasa dengan yang aneh-aneh ya? dulu ketika saya berada di papua dan mendirikan sebuah LSM saya dibilang aneh. lalu untuk meredam berbagai isu konflik serta pemberontakan pemuda papua melalui jalur diplomasi internasional, saya berbicara pada mereka dalam berbagai keanehan, antara lain saya kadang menjadi seorang ustadz namun dilain waktu menjadi pastor. juga ketika menulis pesan perdamaian lintas agama saya menyusun sebuah buku berjudul MASJID RUMAH BERHALA, habis terjual tapi tak pernah beredar karena pembelinya adalah orang yang marah lalu membakar buku-buku itu. padahal ia belum tahu apa isi buku itu yang kini saya hanya punya satu copy, itupun tersimpan di perpustakaan eks kampus saya, univ.kebangsaan.

damisidharta: Anda salah kalau menganggap saya tidak terbiasa dengan yang aneh2. Saya biasa melihat tetangga saya ketika saya tinggal di samping tempat pembuangan limbah freeport berjalan jalan tanpa busana kepala dibawah dan kaki di atas sambil berteriak "hidup Ian Kasela!!". Saya juga terbiasa melihat kambing berbicara sendiri tanpa ada sanak saudara atau kenalan yang mendampinginya. Bahkan ia bisa menyebrang jalan dengan mata tertutup tanpa ada yang membantu. Saya juga terbiasa melihat orang-orang menyembah kuburan demi mendapat calon istri dari keluarga jin. Atau melihat seorang anak gembala berjalan dengan pusarnya. Saya hanya tidak terbiasa dengan Anda! Saya tidak kenal Anda dan tiba2 Anda bicara ini itu tentang pengalaman Anda! Siapa yang akan terbiasa dengan hal itu? saya rasa tidak ada!!

damisidharta: Semoga Anda mengerti maksud saya.

damisidharta: bukan bermaksud melecehkan.

damisidharta: hanya penasaran dengan maksud Anda yang sebenarnya..

BUZZ!!!

damisidharta: Kok tidak menjawab lagi? Apa Anda sudah berbalik menganggap saya yang gila? ya sudah kalau begitu

damisidharta: kita akhiri saya pembicaraan aneh ini...

****************************************


Sudah dibaca? Jadi siapa yang aneh? Comments please!!

PSA kertas daur ulang


Kaget.. kaget.. tiba-tiba Seorang Budiman Hakim ngirim email ke gw.. gw kirain ada apaan.. ternyata beliau ngirimin iklan ini... hehehe... Terima kasih Oom Bud!! Anda perhatian sekali... Mungkin maksudnya, "Nih dam, kalo mau bikin iklan hemat kertas tuh kaya' gini! Bego amat sih lo!!" hehehehe... iya ampun Oom! Saya akan belajar lagi dari iklan ini... Terima kasih banyak!!

Thursday, April 27, 2006

Mahasiswa menggonggong, Khafilah berlalu..

Seneng banget rasanya waktu pertanyaan-pertanyaan dan kebingungan serta kegalauan gw bisa terobati di milis Creative Circle Indonesia. Di milis ini permasalahan TA gw satu persatu teratasi... Bantuan dan bimbingan yang kalo dipikir-pikir mahal harganya bisa gw dapet gratis dari para dewa2 iklan di milis tersebut... Sangat membantulah.. Terima kasih semuanya...

Jadi inget apa yang terjadi semester lalu waktu gw ngerjain tugas Seminar tentang "Positioning Apple Computer". Keadaannya jauh banget dari hari ini. Waktu itu gak ada yang peduli. (yah... waktu itu emang gw blom ikutan milis CCI... hehehe). Gw tanya sana sini. email sana sini... jarang banget ada yang jawab. Paling cuma orang2 yang kebetulan gw kenal..

Waktu itu kmana orang2 pinter di Indonesia? Ahli marketing ternama yang katanya jago banget itu.. dan temennya yang satu lagi juga... Siapa yang akhirnya nolongin gw? Bukan orang Indonesia!! Dua orang murah hati bernama Lee Clow dan David Colon, Chief Creative Officer dan Account Manager TBWA/CHIAT/DAY Los Angeles, agency yg megang Apple di Amrik sana, yang bahkan ngirimin gw sample TVC dan poster-poster via FedEx. Juga Julius Ong, yang gak pernah menyebutkan siapa dia, dari negara mana, tapi menyalurkan pertanyaan-pertanyaan gw ke stafnya di Hongkong.. Dimana orang Indonesia waktu itu??? Kalo inget lagi jadi pengen marah...

Waktu gw minta data ke sebuah toko donat terkenal, waktu gw minta data ke sebuah organisasi kesehatan, waktu gw minta daftar harga pasang iklan ke beberapa stasiun televisi dan majalah... Dengan cueknya mereka gak menjawab... Gimana mahasiswa kaya' gw bisa pinter dong? Pantesan gw bodo melulu... Dan gw yakin hal seperti ini bukan cuma gw yg ngalamin... Emang susah ya buat menjawab, "Wah kami sibuk"?. Kan enak.. Padahal kita mahasiswa juga gak bego-bego amat..

Yah... untungnya sekarang situasinya sudah jauh lebih baik. Paling nggak, di CCI gw bisa dapetin jawaban yang gw harapkan... Semoga terus seperti itu.. Terima kasih CCI!!


Wednesday, April 26, 2006

Crafting itu penting (biar rhyming)

Beberapa waktu yang lalu gw bantuin temen gw bikin PSA tentang stop kebut-kebutan. Waktu lagi ngelatur sama dia tiba-tiba terlontar ide begitu aja dari mulut gw, "gimana kalo visualnya pake gaya lukisan yg kaya' di truk tanah.". Dari situ gw jadi kepikiran, kok di Indonesia jarang ya iklan yang eksekusi visualnya bagus, craftingnya edan. Gak cuma yang tayang di media aja, gw dan temen2 gw juga lebih suka bikin iklan pake foto atau copy based. Padahal seorang artdirector kan harusnya punya banyak referensi eksekusi visual... Akhirnya, iklan2 kita jadi miskin...

Nah loh, gimana dong? Gw jadi merasa berdosa gini karena gak jago crafting. Bahkan belakangan ini gw cenderung jadi copy based.. kacau...

Yah, kita harus lebih banyak belajar...
Anyway, ini beberap iklan dengan visual yang menurut gw bagus... Enjoy!!






Corporate Social Responsibility

Belakangan ini (katanya) mulai rame yang namanya CSR atau Corporate Social Responsibility. Suatu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Mulai banyak perusahaan2 yang bikin PSA, yang selain bisa ngasih dampak positif ke masyarakat, juga bisa ngangkat image perusahaan tersebut. Kondisi ini menurut gw positif banget...

Ternyata CSR ini gak cuma populer di kalangan perusahaan pengiklan tapi juga di agency iklan. Beberapa waktu yang lalu gw sempet liat PSA say no to drugs-nya Matari dan PSA hari pers nasionalnya Pantarei. Sebuah usaha yg menurut gw bukan cuma meningkatkan image tapi juga pamer kebolehan dalam berkarya...

Well, sebenarnya sebuah kondisi yang bagus. Cuma.. sayangnya... kok gw liat sebagian besar PSA yang tayang di TV itu tayang larut malam. Mungkin itu karena manfaatin slot yang murah atau bahkan slot bonus dari TV. Tapi berapa orang yang bakal liat??

Belum lagi kebanyakan dari PSA di TV itu dibuat dengan eksekusi yg gw cuma bisa bilang MEMALUKAN! Gw sempet liat PSA tentang (kalo gak salah) sampah dengan eksekusi bluesrceen ala TVRI 20 taun lalu. Juga PSA yang isinya cuma majang tampang seorang pejabat sambil ngomong belepotan... Sedih gw...

Well, sekarang gw masih bisa bilang gitu... siapa tau nanti malah gw bikin begituan... semoga nggak deh..

Anyway, dengan maraknya CSR, berarti makin banyak peluang untuk bisa bikin karya yang bagus (selain tentunya dampaknya ke masyarakat). Momentum ini harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin...

Tuesday, April 25, 2006

Refresh Our Earth

Hahahaha... yah walaupun bukan ajang besar dan gw gak tau jurinya siapa... Tapi akhirnya, untuk pertama kalinya gw bisa menang di ajang kreatif!!!

Ya, poster gw yang "save paper. save trees versi God" berhasil jadi juara di acara lomba poster refresh our earth yang diadaan oleh BEM FE UNPAD... Walaupun bukan ajang sebesar Layang Kencana, Pinasthika, apalagi Citra Pariwara, tapi boleh dong sehari aja gw berbahagia... hehehehe... Alhamdulillah....

Saturday, April 22, 2006

I WANT YOUR BLOODY JOB

Setelah ngobrol ngalor ngidul bareng Antha dari UI, akhirnya gw memutuskan untuk ngebuat blog baru yang isinya karya-karya mahasiswa. Semacam galeri online, dimana mahasiswa bisa majang karya iklannya, saling bantai, saling hina, atau sekedar pamer, sekedar pengen diliat dan dikomentarin, oleh sesama mahasiswa, juga praktisi iklan... Siapa tau jadi beken dan gampang cari kerja... hehehehehe...

http://iwantyourbloodyjob.blogspot.com/ and you are invited!! Kirim karya kalian semua ke damisidharta@yahoo.com atau antha.hehe@gmail.com, ukurannya jangan gede-gede... cukup 50 - 70 kb. OK!!

So.. what are you waiting for? It's our time!!!!

Friday, April 21, 2006

SAVE PAPER, SAVE TREES

Hehehe... walaupun gw gak punya waktu luang ditengah kesibukan TA, tapi kok kaya'nya sayang kalo ada ide melintas gak gw tangkep... Jadi merasa wajib untuk mengeksekusinya.. walaupun ala kadarnya...

Comment please...







Thursday, April 20, 2006

Playboy

Entah gw harus seneng apa malu dengan masuknya Playboy ke Indonesia. Yang pasti Gw gak setuju dengan majalah itu masuk sini.. mmm mungkin lebih tepatnya gak peduli.. Emangnya kita kekurangan media kaya' gitu ya? gw rasa sih nggak deh..

Tapi gw juga gak setuju dengan RUU APP... Well, lupakan tema itu...

Yang pasti iklannya playboy yg gw dapetin ini keren!! Lebih bagus daripada majalahnya sendiri!!
Guys, Enjoy!!






Kembali dari pengasingan...

Well, karena masih ada aja yang nanya atau mengucapkan belasungkawa atas terusirnya gw dari sebuah milis advertising terkenal itu (inget?)... Jadi gw rasa gw harus ngasih kabar terbaru...

Gw udah bisa masuk lagi ke milis tersebut!! Hehehe..
Makasih buat anggota milis itu yang udah memaafkan segala dosa-dosa gw dan mengijinkan gw untuk bergabung kembali... Senang rasanya bisa kembali ke tengah-tengah mereka semua.

Makasih juga buat semuanya yang selama ini udah ngasih dukungan, ngasih semangat, ngasih masukan, atau sekedar ngetawain gw...

Jadi, semua masalah udah selesai dan mari kita lupakan...
It's good to be back!

Citra Pariwara 2006

Kabar gembira buat kita semua, mahasiswa!!

Ya, buat gw, buat kamu, buat temen kamu, buat senior kamu yang belom lulus-lulus itu, buat kita semua mahasiswa periklanan (atau mahasiswa matematika yang gak ada kerjaan)!!!

Kabarnya... Citra Pariwara 2006 yang rencananya bakal diadain bulan September bakal ngadain kategori mahasiswa!! Yeahh!! hhhmmm... kok gw seneng ya? well, setau gw sih selama ini di CP gak ada kategori mahasiswanya soalnya... Jadi taun ini kita bisa ikutan!! Tunggu aja kabar lebih lanjutnya setelah konsepnya digodok sampe mateng oleh CCI dan PPPI... OK!

Btw, entah gw harus seneng atau sedih... tapi September gw udah bukan mahasiswa.... Semoga masih boleh ikutan... hehehehe.. pengen balas dendam buat CP 2004 soalnya...

Saturday, April 15, 2006

Napier University


Hehehehe... ini iklan MSc Creative Advertising di Napier University... Kereen.. Dan membuka mata gw.. Selama ini gw tau kalau iklan tuh harus bisa ngasih dampak bukan cuma kognitif dan afektif, tapi juga behavioral.. Tapi copy iklan ini bener-bener shocking!! Well, ternyata gak segampang itu...

Exercise Anywhere



Well, satu lagi iklan tentang olah raga. Kali ini poster (atau ambient (atau justru direct mail))...

Yah.. bisa nggak ya bikin yang lebih bagus dari ini?


Monday, April 10, 2006

Penjahat di Pengasingan...

Well, mungkin udah pada tau kalo beberapa waktu yang lalu gw tertangkap basah lagi jualan di jalur bebas pedagang kaki lima dan sekarang gw diciduk keamanan dan diasingkan... Hehehehe..

Ya ini dia, Dami Sidharta, tersangka kasus "Viral Marketing: pgn umr lbh pjg? jangan disingkat!" yang sebagai hukumannya diasingkan dari sebuah milis advertising terkenal. Niatnya pengen ngetes efektivitas media malah disangka jualan dan sekarang gw dikeluarin dari milis... hehehehe...

Anyway, itu semua murni salah gw... Gw lupa kalo di milis itu dilarang posting hal-hal yang gak berhubungan atau jualan. Sementara e-mail yang gw kirim jualan banget... hehehehe...

Tapi gpp, semua itu ngasih gw pelajaran yang berharga banget! Bahwa gw masih kurang belajar banget! Bahwa copy itu gak bisa dipandang sebelah tangan atau bertepuk sebelah mata!

Buat belajar itu gw harus bayar mahal... terasingkan! Jadilah beberapa hari ini gw ketinggalan banyak berita dari milis tersebut. Tapi gw pikir, mumpung masih jadi mahasiswa gw harus ngelakuin banyak hal, semua hal, termasuk berbuat salah. Biar gw belajar.. belajar buat gak ngelakuin itu lagi nantinya! Coba kalo gw bikin ulah kaya' gini waktu gw udah kerja di salah satu agency di jakarta... memalukan..

Jadi, kalau Anda anggota milis advertising terkenal yang gw sebutkan barusan, Dami Sidharta meminta maaf yang sebesar-besarnya karena telah mengganggu kenyamanan di milis tersebut. Semoga gw masih bisa kembali dari pengasingan dan masuk lagi ke milis tersebut... amiiin..

Buat pengunjung yang lain yang gak tau apa-apa... sori kalo gw jadi curhat gini.. gak tau mau ngomong ama siapa lagi soalnya.. Di pengasingan ini gak ada siapa-siapa...

Dan... buat kalian semua, mahasiswa yang belom pernah bikin kesalahan kaya' gini.. Jangan sampai melakukan kesalahan yang sama!! Buatlah kesalahan yang lain. Yang lebih besar. Lebih memalukan. Lebih berdosa. Karena kesalahan yang ini lo bisa belajar dari gw... dan gw akan belajar kesalahan itu dari kalian.. wakakakakak...


Salam,

damiSidharta
penjahat di pengasingan


Saturday, April 08, 2006

Move for Health: hdp tak perlu disingkat


Sedikit revisi pada komposisi logo, typeface, dan tagline. Kaya'nya kalo pake kata "jangan" jadi terlalu ngelarang dan gak simpatik, jadi kata "tak perlu" rasanya lebih enak. Comment please...



Thursday, April 06, 2006

move for health: hdp jangan disingkat


Hehehe... Sebelumnya, maaf buat yang tertipu sama e-mail berjudul "pgn umr lbh pjg? jangan disingkat!"... sebenernya itu cuma mau ngetes efektivitas viral media (bisa disebut viral gak ya e-mail gw?) dan copynya. Pengen tau doang, dgn media dan copy itu bakal ada yang datengin webnya gak ya... dan sekalian pengen minta komentar soal tagline ini.. hehehehehe... Jadi sekali lagi saya minta maaf... hehehehe...

Well, ini hasil revisi dari judul dan tagline kampanye yang "move! for life" kemaren... Move for healthnya diambil dari programnya WHO. Sedangkan hdp jangan disingkatnya adalah hasil proses dari what to say "olah raga 30 menit sehari untuk hidup lebih lama" dengan menggunakan metode uzur, bite system.. Dari "hidup itu singkat", ke "hidup itu singkat, jangan dipersingkat", sampe akhirnya dapet "hdp jangan disingkat" hehehe..

Seperti biasa, mohon pendapatnya, masukannya, kritik dan sarannya, atau paling nggak pujian dan sanjungannya tentang tagline diatas... hehehehe... siapa tau masih bisa dipush lagi...

Saturday, April 01, 2006

MOVE! for life


Butuh masukan nih.... Gw lagi ngerjain tugas akhir bikin kampanye sosial "hidup sehat dengan olah raga". What to say-nya "olah raga 30 menit sehari untuk hidup lebih lama" yang diambil dari data WHO bahwa dengan olah raga 30 menit sehari bisa memperlambat laju kematian dan terhindar dari non-communicable disease (penyakit tidak menular) seperti jantung, stroke, diabetes, hipertensi, hiperkolesterol, dll.


Nah, dari situ gw bikin judul program/kampanyenya "move!" dan tagline-nya "for life" yang punya dua arti: for life = untuk hidup dan for life = forever, keeps, permanently. Yang di atas itu sketsa signature kampanyenya...

Gimana? Comment please....

Saturday, March 25, 2006

Iklan Agama


Wah... ini baru aneh! Beberapa waktu yang lalu, waktu gw lagi nyari judul buat tugas akhir gw, ada yang ngusulin ke gw buat bikin promonya komunitas Eden. Tau kan? Kelompok yang di anggap sesat beberapa waktu lalu itu.... Nah waktu itu gw pikir, gila juga bikin yang begituan... Bikin promo agama yang bener aja "aneh", apalagi bikin promo agama gak bener (maaf kalo ada yang dari aliran Eden)...

Nah ini, gw dapet contohnya promo agama. Mungkin lebih ke arah promo gereja ya. Apa gereja itu ada yang ngebolehin piercing dan ada yang nggak, gw gak ngerti... Tapi itu jadi USPnya gereja ini. well, pengalaman baru buat gw liat iklan agama...

Thursday, March 23, 2006

Be Insightful

Kalo gw ngobrol sama para pendahulu kita yang udah lebih dulu terjun ke dunia iklan, gw sering banget dibilangin bahwa iklan itu harus insightful. Harus ngewakilin insight dari target audiencenya. Well, terus terang gw gak bisa ngejelasin apa itu insight, tapi kaya'nya, gw rasa gw ngerti apa itu insight. Semoga aja bener... amiiin....

Btw, pernah liat iklannya HSBC? Iklan-iklannya ngomong kalo mereka itu bank international dengan budaya lokal. Makanya walaupun dia perusahaan multinational, hampir semua karyawannya itu lokal. Iklan-iklan mereka banyak ngomongin insight lokal (semoga bener). Udah liat iklan terbarunya yang versi pawang hujan, kan? Well, gw rasa indonesia emang gitu, percaya dukun, tahayul, pocong, percaya kalo dokter aborsi bakal mati gosong... (ini judul salah satu sinetron gaib yg gak sengaja gw tonton... Tuhan ampuni hambamu ini, hambamu ini benar-benar gak sengaja nonton yang begituan...) Berikut ini beberapa yang bisa gw dapet. Enjoy!!








"Never Underetimate the importance of lokal knowledge" for HSBC




Friday, March 17, 2006

Bukan Orang Iklan Kalo Gak Brengsek


Sekedar penasaran dan belakangan ini sering kepikiran, kenapa ya di film-film yang munculin tokoh yang kerja di advertising agency, pasti deh, orang itu brengsek! Pernah nonton What Women Want? Atau Sweet November? Atau The Object Of My Affection?

Well, semua tokohnya rata-rata brengsek. Paling gak di awal filmnya...

Coba liat Nick Marshall (Mel Gibson) di What Women Want, ga ada yang suka gitu.. termasuk 2 orang sekretarisnya yang centil itu. Atau Keanu Reeves di Sweet November, songong, blagu, apalagi calon bosnya yang baru waktu interview di resto... hmmm... Di Object of My Affection juga muncul satu tokoh yang ceritanya CDnya Saatchi.. well, gak jauh beda, jerk...

Nah, skarang jadi kepikiran, kenapa di film-film itu orang iklan digambarin kaya gitu? Apa emang orang iklan kaya gitu? Hahahahaha... comment please...

Wednesday, March 15, 2006

Hidup Sehat Dengan Olah Raga

Wakakakakakakak... ternyata TA gw udah ada yang pernah bikin... Selamet deh buat CDC yang udah duluan bikin kampanye olah raga... Untung targetnya beda ama target gw, jadi gw ga akan terjebak bikin yang mirip. Well, lumayan idenya....


"Give your thumbs a rest" for CDC


Anyway, akhirnya blog gw nembus hit ke 1000!!! Yeah... Semoga berguna buat temen-temen, khususnya temen-temen mahasiswa... Kalo dulu gw bilang mau bikin blog bilingual, skarang gw berubah pikiran... cape, gak sempet, dan belom tentu yang bacanya ngerti.. (bahasa inggris gw ajib soalnya! Well, thanks banget buat yang udah mengunjungi blog sok iklan ini...

Friday, February 24, 2006

Ikon Agama dalam Iklan 4

Wah, jadi panjang deh soal ikon agama dalam iklannya... Tapi masih belom sepanjang sinetron tersanjing ituh... wakakakakakakakak... Ini kiriman dari Budi lagi (entah masih Budi yang sama atau Budi laen lagi, soalnya alamat emailnya beda). Anyway, makasih banget , Bud!!

Ada yang menarik dari iklan berikut ini (Marithe Francois Girbaud Fashions). Gw pernah baca di Da Vinci Code kalo di lukisan last supper ada Maria Magdalena-nya... Mungkin sosok cowo satu-satunya (ini cowo apa cewe sih??) di iklan ini itu representasi beliau kali, ya... entah lah!

Enjoy!!













Ikon Agama dalam Iklan 3

Ini kiriman dari Budi Yuwono... Hehehehehehe... lucu juga... Sayang gak jelas ini buatan siapa... Thanks banget ya, Bud!! Sukses buat kuliahnya di ISI dan karirnya...

"May your will be done" for Hed Salon



"May your will be done" for Hed Salon



"May your will be done" for Hed Salon



"Axe effect" for Axe



Sunsilk


Monday, February 20, 2006

Mak Erot


Hahahaha... ini iklan ambient media Mak Erot buatan FCB Indonesia... hehehe Lucu juga. Walaupun rada vulgar (coba liat TVC Viagra versi "Good Morning". asik tapi gak vulgar).

Hehehe... yah, sayang gw gak perlu Mak Erot... Gw butuhnya Mak Irit....

Ikon Agama dalam Iklan 2

McCann Erickson


Sori, yang ini barusan nemu.. buat ngelengkapin artikel sebelumnya.. hehe...
Gmana? Bisa? Pasti! Etis? Nanti dulu...

Sunday, February 19, 2006

Ikon Agama dalam Iklan

Beberapa waktu belakangan ini gw ngikutin perkembangan berita soal pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW oleh koran Denmark, Jyllands-Posten. Lumayan makin seru aja... Belum lagi dengan munculnya Hamshahri, koran terkemuka di Iran yang ngadain lomba karikatur Holocaust (pembantaian Yahudi di jaman Nazi) sebagai aksi balasan... Gila, gila...


Well, gw gak mau ngasih komentar soal itu disini. Kalau udah ngomong soal agama, apalagi ngebanding-bandingin satu agama dengan yang lainnya, gampang banget buat memicu ketegangan, dan itu yang pengen gw hindari untuk terjadi di blog gw yang baru seumur jagung ini...

Tapi gw tertarik dengan maraknya isu agama di media masa. Pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW di media masa berarti memunculkan ikon suatu agama. Gambar orang bersorban bisa dibilang identik dengan Islam dan mungkin (mungkin ya...) bisa disebut sebagai ikon Islam. Begitu juga dengan sosok pria gondrong berewokan yang sudah ratusan tahun menjadi ikon Nasrani, dan pria botak dengan titik-titik di jidat sebagai ikon Budha.

Nah, permasalahannya, bisakah ikon-ikon ini dimanfaatkan dalam sebuah iklan? Entah iklan yang tersegmentasi untuk pemeluk agama tertentu atau bahkan global. Bisa? Tentu saja! Etis? Nanti dulu...

Etis-gak etisnya sesuatu hal sangat tergantung sama nilai-nilai yang dianut oleh suatu komunitas. Misalnya, Islam mengharamkan penggambaran sosok Nabi Muhammad SAW, sementara sosok Yesus Kristus yang sedang disalib menghiasi dinding jutaan rumah di dunia.

Well, di Indonesia iklan yang menggunakan ikon agama bisa kita liat dari iklan Sunsilk (sunsilk bukan ya...) yang nampilin tokoh wanita berjilbab terjebak di dalam lift bersama anak-anak yang ketakutan. Sebelumnya juga ada iklan dengan pendekatan yang sama, tapi gw lupa iklan apaan...

Iklan yang bagus, karena termasuk berani bikin iklan shampo tanpa visual rambut, apalagi dengan memakai jilbab, yang merupakan ikon Islam. Iklan ini mendapatkan pujian dari berbagai pihak seperti pemuka agama, aktivis perempuan, dll...

Nah gimana kalau iklan dengan ikon agama yang lebih berani dan berpeluang memunculkan kontroversi? Ini sedikit yang bisa gw temuin. Enjoy!!





Peugeot 206



"Don't drink and drive" for Heineken

Sunday, February 12, 2006

tvconair.com



http://tvconair.com/
Ini website baru (baru gak ya?) yg isinya TVC-TVC yang udah/lagi tayang di TV Indonesia. Asik juga. Jadi gak perlu bingung kalo mau nyari referensi iklan dalem negeri. Bisa di download (tapi kok kecil banget ya resolusinya...), dan bisa ngasih rating dan komentar...

Asik.. asik... Terima kasih buat yang bikinnya...

Friday, February 10, 2006

AdDiction (Truth, lies & advertising)

April ini PPPI DKI Jakarta bakal nerbitin majalah gratisan yg ngebahas tentang dunia iklan dan orang iklan. Namanya AdDiction (Truth, lies & advertising). Majalah ini bakal didistribusi ke masyarakat umum melalui tempat-tempat kaya' resto, kafe, toko buku, dll. Juga bakal dikirimin gratis ke semua orang iklan dari perusahaan anggota PPPI DKI Jakarta.

Buat yang gak tergabung di perusahaan iklan atau yg gak terdaftar ke PPPI DKI Jakarta, atau masih mahasiswa, bisa berlangganan dengan membayar ongkos kirimnya. Informasi lebih lanjut hubungi subscription@ad-diction.org.

Thursday, February 09, 2006

Location Based Advertising



Pernah ngebayangin kalo telegram bakal digantiin sama SMS?
Well, sekarang terbukti kalo PT. Pos gak bisa nyaingin SMS.

Pernah ngebayangin kalo brosur dan yellowpages bakal digantiin sama SMS?
Well, dunia sedang bergerak ke arah sana...



Sekarang ada yang namanya Location Based Advertising (LBA). Semacam media iklan baru (baru gak ya?) yang manfaatin keberadaan pengguna telepon selular yang semakin banyak. Prinsip kerjanya kaya' brosur/flyer. Kita bisa tentuin mau disebar di mana SMS dengan muatan iklan kita itu. Bisa di mall, di kendaraan umum, di stasiun kereta/terminal bis, dll.

Di negara-negara maju yang pengguna telpon selularnya tinggi, LBA ini udah banyak diterapin dalam banyak aplikasi. Ada 2 tipe penyampaian informasinya, yaitu push advertising dan pull advertising.


Push advertising
Misalnya di kereta, trem, atau subway. Di kendaraan umum seperti ini biasanya penumpang merasa bosan dan terbuka untuk informasi baru. Makanya kalo kita perhatiin, di kereta/bis banyak orang yang baca koran, majalah, atau yang periksa HP. Bahkan ada orang yang saking gak tau musti ngapain sampe nelp operator buat sekedar dpt info pulsanya tinggal berapa. kasian kan...

Para penumpang (tentunya yang punya HP) yang naik akan terdeteksi dan akan dikirimi pesan iklan ke HPnya. Misalnya tentang toko yg lagi diskon, lengkap dengan foto-foto produk yang ditawarkannya. Waktu pengirimannya diatur sedemikian rupa, jd penerima pesan yg berminat bisa turun di toko tersebut begitu dia baca pesan itu.

Contoh kedua, misalnya SMS itu disebar di mall. Pengunjung mall tsb dikirimi pesan dan diminta buat mendaftarkan identitasnya kalau mau dapet diskon di toko yg ada di mall itu, misalnya. Keuntungannya, kalau penerima pesan itu ngedaftar, berarti dia terbuka buat pesan-pesan semacam itu lagi, dan pihak klien bisa dapetin databasenya, dan bisa dihubungin kapan aja... Jauh lebih efektif daripada kalau kita nyebar flyer...

Aplikasinya juga banyak banget. Bisa buat jadi media informasi nyari anak hilang di Dufan misalnya.


Pull Advertising
Beda dengan push advertising dmana iklan nyamperin audience. Iklan dengan sistem pull advertising ini harus diminta oleh orang yang butuh informasi.

Misalnya, gw lagi berkunjung ke suatu kota yang asing. Katakanlah di metropolis atau gotham city. Tiba-tiba gw pengen makan sate misalnya. Nah, gw bisa minta informasi restoran sate di sekitar tempat gw berada ke provider telpon selular gw. Setelah provider itu ngelacak posisi gw, dia bakal ngirimin informasi restoran sate (yang pasang iklan) dan disesuaikan dgn daerah tempat gw berada. Mirip kalo kita nyari info di google atau yahoo search. Tapi udah otomatis disaring berdasarkan lokasi terdekat.

Well, di Indonesia kalau gak salah udah ada deh layanan LBA kaya' gini. Mungkin blum secanggih ilustrasi gw di atas. Tapi begitu pengguna HP di Indonesia jadi semakin banyak, dan layanannya juga lebih canggih (misalnya GPS), pasti media ini bisa berkembang jadi lebih maju lagi di Indonesia.

Dunia sedang berubah... Jangan ketinggalan...



Wednesday, February 08, 2006

I want you! To be my jr. art director



Khusus buat mahasiswa yang pengen kerja di periklanan.
Atau pengguran yang blom dapet kerjaan.
Atau penjual motor bekas yang pengen jadi orang iklan (hahahahaha...)

Bukan... bukan.. Gw bukan buka agency dan lagi recruitment. Belum...

Menyusul wawancara dengan David Droga beberapa waktu yang lalau, barusan gw diberi kesempatan buat ngobrol sama Hakim Lubis, seorang creative director kondang di Jakarta. Dari beliau ini gw berhasil merangkum sebuah tips tentang "Apa yang diliat creative director dari fresh grader"... Sebuah tips buat ngelamar kerjaan di industri periklanan. Kira-kira isinya semacam panduan, tentang apa sih yang harus kita punya kalo mau kerja di periklanan...

Berikut ini rangkuman dari wawancara tersebut yang tentunya sudah gw manipulasi (gw edit maksudnya... soalnya panjang banget...). enjoy!!



Apaan sih yang diliat CD (creative director) kalo nyari orang baru...
Khususnya fresh graduate...

Isi otak & kreativititas jelas nomor satu....
Kedua confidence level, spontanitas, serta keberanian
Yang ketiga...setinggi apa cita-cita, ambisi dan dreams anak tersebut
Faktor terakhir ya hal-hal yang menyangkut non teknis....minta gaji brapa? tinggalnya jauh-dekat office, sehat atau tidak, dsb




Kalo yang pertama, diliatnya dari apa aja? porto, IPK, approachnya, apa ada yg laen? ada kriteria minimalnya misalnya?

Kalo gue, dan setahu gue juga banyak CD-CD lain yang sama pandangannya dengan gue:....fuck IPK! gue ga perlu IPK...ga ada gunanya...
Banyak banget anak yang IPKnya tinggi-tinggi, bahkan cumlaude tapi waktu kerja ancur, memble....
Gue cuma lihat dari porto hanya untuk sekilas aja...gue juga ga percaya porto...gue percaya indepth interview....kalo mau tahu lebih banyak soal intelektual/kreatifitas si fresh grad itu....bikin tes aja....
bikin tes bikin iklan lah.... Misalnya kaya' tes masuk Ogilvy yang disuruh bikin iklan, targetnya orang yahudi, isi pesannya, "Hitler itu benar!"...



kalau approachnya waktu ngelamar bisa nentuin diterima atau nggak, ga? seberapa besar?

Sekarang ga terlalu lah...
End result yang penting....kalo jaman gue dulu sampe kira-kira lima tahun lalu kadang2 pengaruh banget cara kita kirim potfolio atau lamaran kerja....kalo sekarang kayaknya cd2 itu yang penting lihat isinya....
Menurut gue cukup bikin satu dvd reel aja, isinya port folio, cv dsb....



Oh ya? gw pikir cara itu masih berlaku. Dan gw kira lebih baik pake porto hard copy daripada bikin di CD... soalnya banyak orang yg terlalu sibuk buat liat CD....

Memang ada benarnya.... Tapi kadang-kadang anak2 fresh grad itu juga nggak puguh bikinnya.... Yang penting aneh doang... Padahal kan yang penting esensinya...
Bikin cara baru dong... Yang lebih out fo the box..
Misalnya lu kirim surat ke Roy Wisnu (CD-nya Ogilvy & Mather) tapi bukan melamar jadi art dir, tapi jadi supirnya, pasti surat lamaran lu dibuka sama dia....
Lu bisa jawab kalo ditanya kenapa , sebab lu bilang gue mau denger apa aja yang Mas Roy omongin setiap hari...ga cuma dikantor.....
Terus lu bilang...dari pada dia hired lu jadi supir, mendingan jadi art dir....hehehe
Lu bilang lulusan sekolah desain, ipk sekian, taro port folio elo sekalian, terus bilang pengen ngelamar jadi supirnya....gue yakin surat lu pasti dibaca..... hehehehehe...



Trus kalo yg nomer 2...
CD liat confidence level, spontanitas, serta keberanian darimana? dan soal apa?
Apa misalnya?

Macem-macem... Dari cara menjawab, gemeteran atau nggak? sistematis ga jawabannya... Atau ngawur ngga setiap kali bicara... Wawasannya gimana... Tiap cd pasti punya cara melihat hal ini.... Yang harus dilakukan oleh para fresh grad ya cuma be and do the best aja.....
Para cd itu sering mancing-mancing si anak ini kreatif atau ga, terus pintar atau ga dengan cara-cara atau pertanyaan yang membutuhkan jawaban spontan....
Misalnya gini..... ada seorang anak gue interview....kira-kira setelah 10 menit dia gue suruh merem dan gue tanya apa yang dia captured dari ruangan gue...apa yang dia ingat....
Nah itu kan butuh spontanitas...ga bakal dia tahu gue punya pertanyaan kayak gitu....



Hhhmmm... semacam ngetes kepekan kita sama lingkungan sekitar ya....

Bukan cuma itu tapi kecepataan observasi, capturing the situation, the problems...




kalo keberanian? maksudnya apa?

Ada anak pintar, ketemu bule takut...ketemu klien grogi...berhadapan dengan orang banyak minder...
Soalnya nanti elu itu harus berani, berani take decision, berani mengambil keputusan soal mana yang bagus/ mana yang tepat dsb...




Nah kalo yg ketiga... soal cita-cita, ambisi dan dreams.... CD pengennya anak yang kaya' gimana?

Gue paling benci anak yang jawab... "yah, saya mah giman air mengalir aja boss...."
Padahal yang namanya punya mimpi dan ambisi itu GRATIS, NGGA BAYAR!
Masa untuk sesuatu yang gratis dan ga bayar mereka ga berani....
Gue sudah ketemu ratusan orang yang gue interview.... banyak banget gue temuin orang pintar, kreatif, punya gagasan gemilangg tapi minderan, gugup, ga PD, males, ga punya cita-cita, ga punya ambisi....
Ada juga yang sebaliknya.... PDnya setengah mati, Inggrisnya deswey-desway cas cis cus lancar, gayanya keren tapi otaknya isinya air doang.....
Tapi yang dua-duanya ada juga banyak....



kalo soal punya cita-cita... apa cukup dengan gw pengen jd apa, kapan, atau ada maksud lain dengan kata "dreams"... trus yang ngebedain 'punya mimpi' sama 'ngimpi' apa?

Bedanya mimpi dengan cita-cita adalah....
Mimpi ga ada plan, kalo cita-cita ada plannya...
Gue sama PS (Paul Sidharta) mimpi punya stadion dan klub sepakbola, tapi ya cuma mimpi...ga ada plan atau langkah apapun yang kita buat menuju kesana...
Kalo cita-cita, misalnya bikin kantor sendiri....nah kalo yang itu kita punya lah plannya....
Itu bedanya mimpi dan cita-cita....
Kalo mimpi dan ngimpi sih sama aja.....
Pokoknya selama itu jadi cita-cita ya lu harus punya plan supaya cita-cita tersebut tercapai.....soal nanti tercapai atau ngga kan banyak faktornya....




Kalau buat kita, yang mahasiswa pengen outstanding, gak mau jadi orang rata-rata... Apa yang harus kita lakuin?

lu harus bener tahu apa kelebihan lu dan how you'll sell it!
Misalnya lu ngerasa kelebihan lu jago ngomong atau presentasi. Lu harus gunain itu dan harus lu jadiin bahan jualan lu habis-habisan...
Sehabis present dengan cd, sang cd harus punya kesan bahwa...wah si dami ini jago banget ngomong ya....
Dia harus lu buat impress dengan kehebatan lu berbicara....

Dan tentunya, langkah pertama lo di industri harus bener.
Masuk ke agency yang CDnya pinter... Bisa ngebimbing lo di jalan yang benar...
Pinter bukan cuma intelektual, but more to achievement....
Gue bisa bilang ya orang kayak Mas Gandhi Dentsu, Didit BBDO, tentu saja Roy Wisnu lah....
Ndang Sutisna Euro RSCG, juga Randy Rinaldy Leo Burnett...

Oh ya, banyakin referensi soal periklanan, dalem dan luar negeri. Terutama buat sekolah-sekolah yang jauh dari Jakarta. Jangan berlindung dibalik nama besar sekolah... soalnya di industri ijazah ga penting banget...

*************


Yah itu sedikit yang bisa gw bagi-bagi... sisanya... gw makan sendiri... hahahahaha...
Intinya... Kalau mau masuk industri iklan, kriteria dasar yang harus diperhatiin adalah:

1. Isi Otak (kreativitas dan wawasan)
2. Percaya diri, spontan, dan punya keberanian
3. Punya cita-cita (punya gairah buat terus berkembang)

Ok! Semoga berguna dan selamat berusaha!!
Kalau kata orang, jadi orang iklan itu kutukan. Semoga kita juga dikutuk jadi orang iklan...

Tuesday, February 07, 2006

Jadi orang iklan atau jualan motor bekas...

Ada seorang teman gw kuliah. Waktu masih kuliah dia advertising minded banget... Sayang begitu lulus dia malah jualan motor bekas... Kebetulan ketemu waktu chatting, dan gw tanya, "Lo gak pengen masuk advertising agency?" karena menurut gw, mendingan dia masuk agency daripada jualan motor... Tapi jawabannya, "ntar aja kalo adver udah bangkit lagi".

Well, gw rasa kita semua tau kalo bisnis advertising di Indonesia lagi rada goyang-goyang sana-sini. Kabarnya lagi banyak rasionalisasi dan korbannya gak sedikit. Dan hal itu gak cuma dialamin sama agency2 menengah, tapi juga yang multinational... kasian...

Tapi, kapan ya semua ini lewat? Kalo kata temen gw tadi sih "bangkit lagi". Karena bukan cuma temen gw yang tadi aja yang khawatir akan masa depannya kalau masuk advertising agency sekarang, banyak juga tokoh yang udah gerah dan menuntut perubahan... Dan banyak juga mahasiswa yang khawatir soal masa depannya... Well, gw sih gak khawatir, soalnya begit lulus gw mau jualan mobil bekas.. hahaha...

Anyway, mungkin ada yang bisa cerita lebih banyak soal kondisi periklanan saat ini... Jadi gw tunggu cerita dan komentarnya!!

Sunday, February 05, 2006

Outdoor Media Award

"Giant Toothbrush campaign" for Pepsodent
Lowe Indonesia



I was just found out that there is an international award for outdoor media only. It was held in Singapore and called Singapore Outdoor Advertising Award (SOAA). And in SOAA 2005, Lowe Indonesia become the best of show with their Giant Toothbrush Campaign for Pepsodent. Well, Congratulation!!

Menyusul artikel gw soal ambient media kemaren, barusan gw nemu artikel tentang Singapore Outdoor Advertising Award (SOAA). Oooohhhh... ternyata ada toh festival iklan yang khusus nampilin iklan-iklan outdoor media. Ada loh ternyata....

Dan hebatnya, (mungkin udah pada tau..) Lowe Indonesia jadi Best of Show di SOAA 2005 kemaren!! Yah, tahun 2005 mungkin bisa dibilang sebagai kebangkitan periklanan Indonesia di ajang internasional. Mulai dari Lowe di SOAA, Ogilvy & Mather yang jadi finalis di Cannes, Leo Burnett Kreasindo yang dapet perunggu di Clio, sampe Lowe dan Fortune yang dapet perunggu serta McCann Erickson yang dapet gold di New York Festival. Kongrats!!!

Saturday, February 04, 2006

Ambient Media: Binatang langka

Zinema Zombie Second Season/Bogota Museum of Modern Art


Ambient media, may have became a regular advertising strategy in your country. But not in mine. So, if you don’t mind, I need to talk about it with my people. Just a sec.. Meanwhile, you can enjoy my other articles.

Ok, sementara bule-bule itu udah pergi, mari kita ngobrol soal ambient media.

Di semua festival iklan internasional, pasti gw nemu yang namanya kategori outdoor media atau out of home media, atau yang biasa disebut ambient media. Di Citra Pariwara juga ada kategori ini. Bahkan tahun 2004, gw pernah jadi finalis bareng Avicom Airvertising di kategori ini. Sayang ga ada pemenangnya…



The Economist


Well, bukan itu yang pengen gw omongin. Tapi dari sekian entry ambient media yang masuk ke Citra Pariwara, kok kita jarang liat barangnya di sekitar kita ya?

Gw pribadi, seinget gw, gak pernah liat iklan yang tayang pake ambient media. Bahkan yang gw dan tim gw buat waktu Citra Pariwara 2004 juga initiative ad yang cuma tayang di 1-2 kafe di jakarta.



CH-9


Jadi kenapa media ini jarang dimanfaatin di Indonesia?

Apa karena jarang yg tau soal media ini? Gw yakin sih enggak mungkinlah ada advertising agency di Indonesia yang gak tau soal ambient media. Maluin…

Apa karena kliennya yang gak tau soal ini? Mungkin, tapi masih bisa diedukasi.

Apa karena produksi dan perawatannya yang susah? Bisa juga. Karena gw pernah liat supplier yang gak bisa menyanggupi pembuatan ambient media karena gak berani ngurus perawatannya.

Atau karena resikonya yang besar? Maksudnya, tau kan kalau Indonesia itu orang-orangnya sangatlah peka terhadap lingkungan. Ada telepon umum, di cabut. Ada tong sampah bagus, di bawa pulang. Ada spanduk nganggur, dicolong buat bikin acara kampus (hahaha… gw pernah nih kalo yang ini..). Pokoknya hampir ga ada sarana umum yang selamet dari tangan-tangan jahil. Mungkin karena ini orang takut buat bikin ambient media.

Soda Insect Restaurant


Anyway, menurut gw ambient media itu bisa jadi strategi yang efektif buat iklan. Karena sekarang “seeing is believing” mungkin udah gak cukup. Experiencing is believing mungkin lebih tepat. Ada komentar?



K2R Stain Remover



Original Costumes



FedEx Kinkos


Thursday, February 02, 2006

Miami Ad School


A few weeks ago, i've downloaded this print ad from some blog. By that time i was thinkin', "wow, they're so confident to claim this proposition...". But now i think, no wonder! Students from this school has dominate the international advertising festivals such as D&Ad, Clio and Andy Awards. Then i go to their website to gain more information. And i'm amazed...

It's their programs, their in-class teaching methode, teachers, network, and most of all, the student's sample work. Brilliant! I wish i had this luxury in my school. Well, another mountain to climb.


Beberapa minggu yang lalu gw mengunduh(download) iklan ini. Waktu itu gw pikir, "gila juga nih sekolah! berani bikin iklan kaya gini...". Tapi sekarang gw baru tau. Gak heran lah mereka berani bikin iklan kaya gini. Soalnya mayoritas pemenang student award di ajang kaya D&Ad, Clio, atau Andy Awards didominasi sama murid-murid dari sekolah ini (Udah baca artikel gw tentang Clio dan Andy, kan?).

Trus gw coba buka websitenya. Wow!

Bukan cuma progamnya aja yang bagus. Metode belajarnya, guru-gurunya, alumninya, networknya, dan yang paling bikin gw sirik, contoh karya anak-anaknya... Gila!! Ide-idenya berani dan segar banget. Dan tema-temanya gak munafik (gak sok-sok peduli sosial kaya' di sini...). Mereka bikin iklan buat produk-produk sepele kaya pencabut bulu idung, semir sepatu, konsultan perceraian, bir.... pokoknya asik banget.

Seorang temen gw nanya ke gw, "Kenapa ya dari sekolah kita ga ada yang ikut begituan (student award)?". Wah, pertanyaan basi! Tapi gw pikir kenapa juga ya?

Apa mahasiswa kita gak tau ada ajang kaya' gini?
Apa mahasiswa kita gak peduli sama award?
Apa justru sebenernya mereka ikutan, tapi karena kerjaannya butut jadi ga ada yang tembus...

Mungkin mereka gak tau. Soalnya gw aja, walau dari dulu udah tau, tapi baru sekarang-sekarang ini kebuka pikiran gw. "Kaya'nya ikutan ajang internasional asik juga!"

Mungkin juga mereka ga peduli sama award. Soalnya gw denger dari temen-temen gw di industri periklanan, banyak juga yang males ikutan begituan. Yang penting dapur ngebul...

Mungkin juga mereka ikutan tapi belum menang.

Tapi menurut gw award itu penting. Kita jadi bisa tau, kemampuan kita seberapa. Di ajang kaya' gitu kan karya kita dinilai sama juri-juri yang pengalamannya segudang. Jadi kita bisa ngukur kemampuan kita. Kalo gak masuk, berarti masih bisa di-push lagi...

Udah saatnya kita gak cuma mikirin IP kita 4 atau 0,2... Toh kalo kita cari kerja yang diliat bukan IP, tapi outputnya... Jadi, mari kita mulai dari sekarang, iseng-iseng bikin iklan (dengan ide yang bukan kelas iseng-iseng) dan nyoba ikutan ajang-ajang iklan kaya' gitu...

Berikut ini gw kasih beberapa portonya anak Miami Ad School. Semoga bisa memotivasi kita semua... Enjoy!



"Fresh inside" for Ziploc


"Movie stars" for Zephyrhills


"Evian" for Zephyrhills


Weight Watchers


Weight Watchers


"You cant live with them" for Orikin


"See a little further" for Nicon


"Chatroom geek" for Kiwi


"Escort" for Kiwi


"M's" for 1.800.DIVORCE


"Singlemint" for 1.800.DIVORCE


Coppertone


Remington


Remington


Woman recruitment for US Army


Woman recruitment for US Army



"Lighten up the conversation" for Amstel



Wednesday, February 01, 2006

Clio Awards 2005 - Student Award

Here's another student award winner in Clio Awards 2005. Come on, guys! We could do better than this!

Ini pemenang student award-nya Clio Awards 2005. Kok kaya'nya bagusan pemenangnya Andy Awards ya? hahaha... Tapi paling gak di dua event itu sama sekali ga ada wakil dari Asia, apa lagi, Indonesia. Well, gw rasa yang menang juga ga bagus2 amat. Maksud gw, kita, mahasiswa Indonesia juga bisa bikin yang bagusan dikit. But the point is, maap gw lupa ini versi bahasa Indonesia. Tapi intinya adalah, mereka ikutan dan kita enggak! Aaarrrggghhhh.... Yuk, ikutan yuk!! Hidup Mahasiswa Iklan Indonesia Raya!!



"Pink; Orange; Purple" for Hubba Bubba
Student Gold Award
Miami Ad School Europe, Hamburg



"Bright" for Maglite
Student Silver Award
Miami Ad School Europe, Hamburg



"Biker; Bullfighter; Wrestler " for Mighty Leaf Tea
Student Silver Award
Academy of Art University, San Francisco



"Tape Measure; Bottle Caps; Straw" for Diet Coke
Student Bronze Award
Miami Ad School Europe, Miami Beach




"Limbo Dancing" for Club Jamaica
Student Bronze Award
Miami Ad School Europe, Hamburg




"Sponge Road; Bubble Wrap Road; Foam Road" for Arai Helmet
Student Bronze Award
Academy of Art University, San Francisco



"Dog" for Streamlight
Student Bronze Award
Academy of Art University, San Francisco

Andy Award 2005 - Student Award

Hahahahaha... Here's the winner of student award in Andy Award 2005. Wow.. Brilliant! Hey you, Indonesian students! Where have you been? Where have we been?

Wakakakakakak... ini iklan-iklan yang menang student award di Andy Award 2005. Gila!! Kita, gw, lo, mahasiswa periklanan indonesia, Ada dimana kita waktu mahasiswa-mahasiswa bule itu pada menang award?! Harusnya kita bisa bikin yang beginian juga... Arrrggghhhh.... Jadi kesel gw liatnya. Mari kita sama-sama berusaha lebih keras, biar bisa begitu juga... Hidup mahasiswa Indonesia Raya!!!




"Taking Back Playtime" for Play-Doh
Student Bronze
Miami Ad School Minneapolis



"Taking Back Playtime" for Play-Doh
Student Bronze
Miami Ad School Minneapolis



"Taking Back Playtime" for Play-Doh
Student Bronze
Miami Ad School Minneapolis



"Copier" for Hansaplast
Student Bronze
Miami Ad School Europe, Hamburg



"Shelf" for Hansaplast
Student Bronze
Miami Ad School Europe, Hamburg



"Plane" for Hansaplast
Student Bronze
Miami Ad School Europe, Hamburg



"Fishing" for Crayola
Student Bronze
School of Visual Arts, New York



"Surfing" for Crayola
Student Bronze
School of Visual Arts, New York



"Flying" for Crayola
Student Bronze
School of Visual Arts, New York



"Fear The Crocodile" for Lacoste
Student Silver
Academy of Art University, San Francisco



"Fear The Crocodile" for Lacoste
Student Silver
Academy of Art University, San Francisco



"Fear The Crocodile" for Lacoste
Student Silver
Academy of Art University, San Francisco



"Handrails" for SLAP
Student Silver
VCU Adcenter, Richmond



"Parks" for SLAP
Student Silver
VCU Adcenter, Richmond



"Pools" for SLAP
Student Silver
VCU Adcenter, Richmond



"John V" for Coleman Grills
Student Silver
The Creative Circus, Atlanta



"Houses" for DHL
Glenn C. Smith/Student Silver
Miami Ad School Europe, Hamburg
(Sorry, i dont have the complete version for this campaign)



How to contact David Droga

I was wondering about make contact with David Droga. As i said before, he's one of my hero and i really want to learn from him. I think i'm not the only one who wants to do so, right!

Is there anyone who know how to contact Droga? Is there anyone who could supply me with Droga's e-mail address? Please contact me!

Tuesday, January 31, 2006

Bahasa version...

I'm sorry i didn't support my last post (David Droga) with Indonesian subtitle 'cause the article is too long.. hehehehe.. But I'm sure you all speak English, right!?

Maap, gw gak masukin versi Indonesia buat artikel David Droga. Soalnya wawancaranya panjang banget.. males... Tapi, tetep pada ngerti kan? Hahahaha... Kalo ga ngerti kira-kira aja sendiri... wakakakakakak....

David Droga

Suddenly, i feel like reviewing David Droga. He's one of my hero. He's the one who inspire me to work harder. You do know him, right? He became a cretive director when he was 21 years old! Damn, i'm 22 and i'm still in college!!


David Droga is the first ever Worldwide Creative Director for Publicis Worldwide. Droga, who has had an exceptional international career, has won more awards than any other creative director including 42 Cannes Lions, 23 One Show Pencils and seven D&ADs. In addition, he was named "World's Top Creative Director" by Ad Age in 2002 and named one of the most influential people in Europe under the age of 40 by Media Magazine in 2001. Under his leadership as executive creative director at Saatchi & Saatchi London, that agency was named "Global Agency of the Year" at the Cannes International Advertising Festival 2002. Droga, 37, is currently creating a joint venture with Publicis Groupe called Drogafive. The "brand ideas and entertainment laboratory" will open this year in New York and Los Angeles.

And next, i found an interview with Droga by Ihaveanidea.com in April 2005. I hope Droga could inspire you as he inspire me...

Enjoy!


How the hell did you become a creative director at 21?
Luck.
Circumstances.
I think ignorance and naivety go a long way. I had no idea about the industry, the structure of the industry, the timeline of what you should be doing, what titles meant or anything like that.

I was quite wide-eyed when I entered the industry. I was 18, and I had just finished an advertising school in Australia, which was sort of the main ad school in Australia and which is run by the ad industry. I was lucky to be a top student, so I got a job right away in some big boring multinational.

After only a few months in that boring big multinational I knew what I clearly didn’t want to do. And by chance there was some big creative in Australia who was setting up an agency and he asked if I wanted to join, and I did, so I was the first employee. Essentially there were 4 people in this agency. They didn’t even have a desk or anything like that, and again they were relatively young as well, 27, 28. So none of us had any agenda or cared too much about money.

It had to do with the right timing. How ideas just seemed to resonate with anybody. Suddenly it became the ‘it’ agency in Australia, and this was sort of the late 80’s. It sort of boomed.

I grew up with the agency very quickly. Suddenly we went from a four man shop to a fifty man shop. One of the partners decided to leave advertising. When he left, I was almost writing everything so they asked me if I wanted to be the creative director and they offered me a partnership in the agency. So by the will of the agency I found myself at 21 being the creative director. I didn’t know what I inherited, I just thought, wow, that’s an interesting title. We were quite removed from the industry then, we were sort of the whipper snapper. But our work was not only the most awarded, it was also the most talked about.

So that’s how I became a creative director.



Did you mess up a lot? Because from the sounds of it, you smoothly went into fame. Those three years from 18 to 21, when one is most scared and insecure, must have been filled with messups right?
I never thought I was more talented than anyone else, but I made a conscious decision to work harder than anyone else. I decided to do whatever it took to get the best ideas out. I slept in the agency two nights a week. My social life was rubbish.



How is it now?
It’s a different type of rubbish.

This industry isn’t ruled by timelines. It’s not like law firms when you know you have to put 10 years here, 15 years there. You are only as good as everyone says. You all stare at the same white page. From the biggest to the smallest names in the industry. I decided to work as hard as I could to leapfrog past the bullshit and awkwardness of some of the stuff we do in our industry. I wasn’t at all preoccupied by money. At that time I was very successful in Australia and I had lots of offers to go to other places for muuuch much more money, but I knew that if I did that it would go in a different avenue that I didn’t want to go.

So I just said, do the work, do the work. And I was learning all the way along. That ignorance and naivety probably allowed me to present and say things in meetings that other people would have been too sensible to do.

I stayed there for a while, but it got to a point where we were taking ourselves too seriously, and of course the partners were now married with kids and they were now sitting down to think about their mortgages and stuff, which is o.k. since it’s part of life, but I was still a young, angry, restless guy. I didn’t like the idea of having responsibilities and when I felt the agency was going mainstream I decided to leave. BBDO bought the agency, I gave up my share and got out.


Then you joined Saatchi right?
Yeah, in Asia.
I wasn’t tied and Asia is an exciting place. The likes of the Neil Frenches had put a spotlight on that.



Was Neil a big mentor for you?
Yes and no. I have a huge respect for Neil, but I have never worked with him. He proved geography didn’t matter. You could take a country like Singapore and create waves globally.

This was a very interesting thing for me since it wasn’t about money or population, it was about ideas. I was there for two and a half years, and that was like five or six years anywhere else. It’s a workload that is very rapid and very global. My creative department was like the U.N. Everyone was aware of everything around the world. That was very good for me because I was out of my comfort zone. I like leaving that comfort zone and building a creative culture. From a great creative culture comes great work.



So tell me, we all know about Saatchi's culture, its origins and history. But what about Publicis? What does it stand for?
Clearly you gotta look at the beginnings of it. It’s very European. It started in this very small and iconic shop in France. It had a lot of business success. It bought out all the major players and suddenly it also realized it had to stamp out its creative authority. They are very honest about what they had and what they are lacking.

To me, one of the reasons why I took the job, (while everyone tells me ‘you are crazy’, which actually makes me want to do it even more), is that the natural thing for me, after Saatchi was to do a start-up. And that’s exciting on one level. But taking a huge operation and make it feel like a startup is a great challenge. Fundamentally an agency, no matter how big, is really a collection of people. You have 20 right people in the network and you can change it. It’s about picking the right people in the structure and having an honest mandate from the top. Instead of starting from scratch.



You’ve been a CD for a long time. Has the actual function and role of a creative director changed over the past years?
I think so, well what’s interesting for me from being a writer to a creative director was that I am the most selfish person in the world. I couldn’t work with an art director, I had to do the idea myself. I was very closed about that. The surprise was, when I became a creative director, was that I got off just as much, if not more, from my creatives having great ideas. I could feel my personality in their ads, but I didn’t have to write it for them.

Gone are the days when the CD was this intimidating force at the end of the room with a closed door that says yes or no. It’s as much as setting a benchmark of what work is good enough and setting a mandate for the agency. It’s about the spirit of the place. I also think a lot of CD’s are torn between the ‘I want to be a creative director’ and the “but I also want to do a lot of the glory pieces myself.” It’s crazy. I knew when I lived in Singapore and London that the more successful people there were in my department, as opposed to one or two start teams, the better. If everyone is getting better, it will reflect on you. I wasn’t worried thinking my name has to be in what this or that writer is doing.

For me, the best CD’s are the ones who don’t hijack a creative department and let it be just that, a ‘creative department’.



So you are in the hall of fame. What happens when they put you in the hall of fame. Do you have to embed your hands on a star in the floor or something?
It’s another burden. It’s wonderful to get recognition for things. I get nervous every time there’s too many accolades. I am very appreciate of getting respect and recognition. But at the same time, I also beat myself up over it. When I went to Singapore my mission was simple, to piss off Saatchi London. Which we did, so they hired me to run Saatchi London.

When I went into London, what happened, which was very interesting, was that I was one of the first foreign creative directors. The reception I got was a very cynical cold one.

Who the hell is this 29 year old Australian from Singapore.

What the fuck is he doing coming into our market.

So that made me think, “O.K. Put your head down and do the job. Prove that a foreigner can do the job.”

Now coming to my new job, which is a global job, the same thing happens. The American press has been very very good in welcoming me with open arms. Which is almost the opposite, which of course, creates exactly the same result, since there has been so much goodwill and faith that ‘oh no’ I know have to deliver the results as well.



How come you are part of the VCU Adcenter board?
I am a product of an advertising school myself. So I really like them. I think there are way too many ad schools and way too many award shows, so when the right one comes along, that has integrity and has a mission that’s more than pumping students out, it really intrigues me. I have a lot of respect for Rick Boyko. He didn’t need to do this, he’s really trying to build something substantial. I want to be part of that.

There’s some selfish reasons cause I want to be in the loop of where the best young talent is coming in. There’s also something incredibly refreshing about trying to be involved with the people coming in. You cannot have a mountain peak without the base of the mountain.

I am trying to take the industry somewhere good, but there’s people who’s name I don’t even know who will take their turn in redefining the industry.



So what’s the story with Australia. I always think of them as the ones who do the edgy crazy stuff. I have however read that you side with the fact that Australians produce great work, but Australia not so much.
I am probably one of the proudest Australians you’ll meet but I am also very Australian because I say what I think. We have some great people, but it’s wrestling with an attitude about (a) it’s not too interested that much in what’s happening elsewhere (b) Australia is a very relaxed country.

Why does London produce the best bands in the world and all time?

It’s raining all day and people go to their basements to produce beautiful music.

Given the choice, in Australia between sitting by the harbour and having a three hour lunch and spending your weekend working at the office, what are you going to do?

Who’s the schmuck? No one. It’s a choice you make.



How about India? They are making headlines, and an Indian is the chief judge at Cannes this year.
India is open minded and cosmopolitan. I think they are looking at the rest of the world thinking “hey I can do that”. I have a worldwide creative board and one of the stars in the board is the woman running our India office. They are such a genuine energy. There is creative hunger, but it doesn’t have the cynicism of the other markets.



It doesn’t seem like they are following anyone.
They have a very unique culture to tap into. There are certain things you must do compete in global shows and I am sure they fall into some formulas but its culture is so rich and diverse that there’s a lot of great stuff nonetheless.

I am very lucky to have been given the opportunity to experience different markets. There are more similarities than there are differences. We’re all basic humans moved by the same things.



You have won everything there is to be won, so tell me. Is there an ideal time frame from brief to final delivery that a gold, award-winning ad needs to be in. Could it be possible that if your idea is taking too x time too long to produce it will start to get mushy and grey?
Not really. If you spend too much time you over think it. But I don’t think there is a benchmark of time.



What about that Monster.com stuff you made, or the Army ads you made?
Some of the edgiest stuff I’ve been involved with was the easiest thing I ever solved. It’s the ones that are built upon bullshit or generic stuff that is hard. If you can have a rational and honest conversation with the clients about the product, then the execution is the easiest part.

I have found that the ideas that I’ve loved the most have been the easiest to sell.



You talk a lot about honest advertising and having brands that have a point of view. But that seems to be something that the Chief Creative Officer will deal with, not us the creatives.
That’s what the CD is there for. They have to go beyond ‘that’s a funny spot’. I’ve blown down so many ideas that I know are funny, but which I know are disposable.

The conversations I always have with the creative teams are ‘what does the brand stand for?’, ‘what is its point of view?’ There’s nothing more moving than reality, but reality doesn’t mean slice of life.

I always make my creatives present thoughts, not scripts. They present conversation starters. We don’t ‘open on’ anything. Don’t waste your time crafting something that won’t go anywhere. Let’s first talk about direction.

It’s weird cause it’s sounding I have this massive wisdom, but I don’t. I don’t have formulas or anything.



How do you keep up? What fuels you these days?
I believe in what I do. What inspires is playing with emotions. I am the youngest of 5 boys so I am massively competitive. Maybe that’s my fuel.



So how do you offset it?
I am into Yoga now.

Sunday, January 29, 2006

Stop Child Sexual Abuse PSA


Stop Child Sexual Abuse PSA
Agency: FCB Indonesia

The copy said: "Stop children sexual exploitation!". I think it's a good ad. Fresh, outstanding visual, and striking. But, somehow, i dont think if this ad could change their target's behavior. I think, maybe, the ad is just about to strike, presenting a horrible main visual, and thats all... If i'm one of their target, i would only think, "wow, i should have one like this...". Hahahaha... But i'm just a kid, i could be wrong... So, comments please!

Copy-nya ngomong: "Stop eksploitasi seks pada anak". Menurut gw iklan ini bagus. Fresh, idenya bikin kuda-kudaan bentuk anak itu bikin visualnya outstand. Bagus lah pokoknya. Tapi, gw rasa iklan ini cuma sampe situ aja. Blum bisa ngasih dampak behavior buat targetnya. Gak tau ya, tapi gw rasa, kalo targetnya (yang pasti bukan gw targetnya.. gw cuma korban, hahahaha..) liat iklan ini, iklan ini blum bisa bikin targetnya mikir, "Iya, ya... harusnya gw gak gitu lagi...". Jangan-jangan mereka nanti malah pengen punya kuda-kudaan kaya gitu, lagi... hahahahaha..... Tapi mungkin gw salah. Jadi, gw tunggu komentarnya...

Saturday, January 28, 2006

5 Steps To Be A Great Creative Director

I took this article from my friend's blog. He's one of the best creative director in Jakarta. I used to work with him for about 2 months, and he teach me a lot more things than what i got in class.. He told me that we have to give what we have earned, and we will earn more... So, i guess i will share you what i've learned from him. Well, i cant support you with English version since the article's too long... hehehehe..

Here we go...


The Ultimate Creative Responsibility! Emang Enak?

Pertama-tama, being a great creative person bukan jaminan kalo elo bisa jadi great creative director.
Alasan gue nulis ini cuman sekedar panggilan jiwa dan bathin buat share apa yang gue pernah denger dan gue rasa bener menurut gue, buat mereka-mereka yang sebentar lagi, mau, atau bahkan udah lama merasakan pahit getirnya pergeseran pekerjaan kreatif ke manajemen kreatif. Enjoy.

Ambil contoh, Darta, bukan nama sebenernya, dia ini top-gun di advertising agency tempat dia bekerja. Disiplin, nggak basa-basi, always meet deadline, jago konsep dan eksekusi. Tahun demi tahun dia bekerja ditempat yang sama (bukan satu atau dua tahun mencelat kesana kemari biar naik gaji atau naik posisi) satu-satunya jalan buat dia is straight to the top. Setiap kali ada promotion, namanya selalu jadi top-of-the-list. Darta mau nggak mau nerima promotion, cuma sekedar menerima kenyataan pahit atau dengan kata lain learning the hard way, bahwa semua karakter dan sifat-sifatnya yang bikin dia jadi creative person yang hebat, bukan jaminan dia untuk jadi manajer creative people yang (boro-boro hebat) lumayan.

David C. Baker, principal of ReCourses, berkata," So many Creative Director have been promoted to that position because they were good at being creative. But, there is no connection between that and being a good creative director."

MANAGEMENT! SUIT SUIT HEY HEY!
Waktu Darta dipromosi jadi creative director, dia udah jadi creative paling enggak sepuluh tahunan. Paling enggak dia udah jago banget dalam hal crafting dan manage dirinya sendiri, ditambah pengalaman dia yang me-manage segelintir orang kreatif pas dia jadi group-head, yang notabene nggak ada artinya buat dia.
Jadi saat dia di-promote, dia ngerasa yah mungkin udah saatnya.

Tapi nggak lama kemudian dia ngerasa bahwa me-manage creative outputnya sendiri jauuuuuuuh banget dengan ngasih arahan dan mengontrol creative output dari tim kreatif yang dia pimpin. Dari ngasih bimbingan, arahan dan kritik ke tim kreatifnya jadi hal yang sangat "tricky" buat dia.

"Gila, lumayan susah, buat ngasih arahan konsep dan eksekusi kreatif ke tim kreatif yang pengalamannya dibawah gue," kata Darta.
"Apa gara-gara kebiasaan kerja sama-sama terus sekarang gue jadi boss/atasan mereka kali, tau deh."

Suasana aneh yang dia rasain saat dia jadi creative director makin kerasa waktu pas menjelang presentasi kreatif yang super penting buat klien kunci.

"Kebayang gak sih, deadline makin deket belum ada konsep yang client-ready, aduuuh pusing," katanya. "Gue nawarin bantuan gue ikut mikir dan ngerjain, tapi ngeliat muka mereka yang seolah ngomong: ngapain sih lu ikut2an, kurang kerjaan apa udah jadi boss?"

Akhirnya Darta memilih untuk back-off. Tim kreatifnya akhirnya mengeksekusi arahannya.

Pelajaran paling berharga buat Darta, bisa disimpulkan dari salah satu seminar yang dia pernah ikutin seperti ini, "Bantu mereka, tapi jangan kerjakan pekerjaan mereka, dan jangan sebentar-sebentar jump-in untuk menolong mereka."

Ada perbedaan mendasar dari being responsible buat kualitas pekerjaan diri sendiri dengan being accountable untuk kualitas dan crafting output pekerjaan orang lain (baik satu maupun banyak orang).
"It's a tough transition for many creative people".

Awal kesalahan mendasar seorang creative director adalah tendensi untuk membantu mengerjakan pekerjaan tim kreatifnya. Mereka sudah sekian lama merasakan nikmatnya dipuji karena kemampuan mereka mengerjakan pekerjaan kreatif, mereka pengen terus merasakan kenikmatan itu, atau kadang mereka masih ingin merasakan asiknya jadi 'pemain' yang super duper produktif.

5 POIN MANAGING CREATIVES AND CREATIVITY dari David C. Baker

TAU DIRI LO SENDIRI (KNOW YOURSELF)
Elo gak bakal bisa jadi ngasih direction buat orang lain secara efektif kalo nggak tau cara me-manage diri elo sendiri. Gimana gaya/cara/kekuatan/kelemahan elo. Awal dari seorang creative director yang masih gres adalah ngaca! Liat kemampuan diri, lakukan evaluasi kekuatan dan kelemahan, kenapa elo dapet promosi dan apakah elo yakin bahwa elo memang mampu (buruan tolak kalo elo nggak suka atau ngerasa nggak mampu. serius!!!).
Ada beberapa site di internet yang bisa jadi patokan, www.myerbriggs.org, www.piworldwide.com, dan www.onlinedisc.com.
Kalo elo orangnya suka ngatur, pasti banyak orang yang bakal reseh kalo sedikit2 elo mengkoreksi mereka. Kalo elo orangnya dominan, pasti bakalan bentrok sama orang yang punya sifat yang sama. Intinya mengenal diri sendiri adalah cara yang paling bijak untuk mengenal pribadi orang lain.

TAU TIM KREATIF ELO (KNOW YOUR TEAM)
Alat yang paling efektif dalam me-manage kreatif adalah dengan berusaha mengenal mereka dan mencari tahu cara mereka bekerja dan berkomunikasi.
Mungkin ada yang bilang elo kurang kerjaan kalo elo punya daftar inventaris karakter personal, skill, dan cara kerja masing-masing tim kreatif elo.
CD yang baik tau setiap anggota tim kreatifnya, tentang cara mereka bekerja, plus kekuatan dan kelemahan masing2. Karena setiap pekerjaan/proyek bisa jadi butuh spesifikasi tim kreatif yang berbeda-beda. Penting juga untuk cari tau apa yang me-motivasi mereka masing-masing.

MANAGE THEM THE WAY THEY WANT TO BE MANAGED
he he he inget nggak waktu jadi art director atau writer, ada yang pengen briefnya lengkap tertulis rapih jali orkes madu, ada tim yang nggak peduli ada brief atau enggak, ada yang butuh deadline tertulis dan kapan real deadline beneran karena kalo enggak mereka akan ngambek, dan lain lain yang kadang kalo dipikir-pikir absurd juga.
Intinya adalah setiap orang/setiap tim kreatif punya cara kerja yang berbeda-beda, jadi jangan kaget, itu cuma STYLE mereka bekerja. Nggak ada metode yang membuktikan cara yang satu lebih baik dari cara yang lain. Jadi saat kita mencoba meng-adapt satu style yang bisa berlaku untuk semua orang, ada baiknya kita lakukan sembari kita tap-in ke masing-masing karakter kerja tim kreatif.

SERING SERING KOMUNIKASI (COMMUNICATE OFTEN)
Berusaha untuk mengkomunikasikan ekspektasi dan memberikan kritik yang konstruktif adalah hal yang paling sulit yang dirasakan seorang creative director yang baru. Kadang hal ini bisa membuat mereka stress berat... hehehe biar mampusss.
Solusi yang paling baik adalah dengan cara mebuat hubungan yang kuat dengan tim kreatif dengan cara membuat kreatif meeting yang regular. Cukup 10 menit untuk tim kreatif. Jangan campur adukan meeting ini dengan meeting evaluasi, deadline, dll. Bikin meeting itu informal, santai dan usahakan untuk ngomong apa adanya dan ajarin mereka untuk ngomong tentang concern mereka apa adanya.
Biar lebih asik dan kondusif catet agenda setiap permasalahan dengan jelas, dan poin-poin diskusi, supaya ada re-cap dan tercatat dengan baik dan rapih.
Hal ini terbukti me-minize konflik. Tim kreatif bisa belajar meng-ekspresikan perasaan mereka, ngasih feedback dan cd bisa memberi feedback langsung secara konstruktif.

PASANG STANDAR TERUS PERGI JAUH JAUH (SET STANDARD, THEN BACK OFF)
Ngasih direction ke orang lain itu rasanya kayak jadi pelatih. Tau kapan hands-on kapan mundur, kapan ngebiarin mereka melakukan sesuatu dan melakukan kesalahan supaya mereka bisa belajar dari kesalahan itu. Wuih, what a challenge!
Kadang CD yang cemen, tergoda buat ngebantuin too much, atas dasar pokoknya kerjaan kelar pada waktunya.
BELAJARLAH UNTUK MENGHINDAR DARI GODAAN TERSEBUT! Susah sih, emang, itu udah kayak insting; tapi kalo berhasil wah itu hal yang sangat berharga...

Akhirnya, jadi creative director itu adalah mengeset standar kreatif dan bertanggung jawab sepenuhnya atas hasil akhir dari kualitas departemen kreatif, dan mencari cara untuk menghasilkan yang terbaik.
Ada sih, hal lain yang harus seorang creative director lakukan untuk anggota timnya, seperti invest waktu untuk memberikan pengetahuan tentang company culture, history, filosofi, dan standar perusahaan. TAPI yang paling penting adalah: Membiarkan setiap anggota tim kreatif untuk follow their own instincs and ways of working, and letting them learn from their own experiences...

Selamat menjadi creative director yang lebih baik!


______________________________________________________
Saduran super cuek dari HOW, Design&Photography, August 2005
Help! I'm A New Creative Director.
5 steps to becoming a great manager

Bilingual Version

English: I was just thinkin', should i post articles in English or Bahasa?
Indonesia: Tiba-tiba gw kepikiran waktu lagi garuk-garuk puser sambil salto, apa sebaiknya gw ngisi blog ini pake bahasa Inggris ya?


I think it'll be better if i write it down in English, so people from around the world could understand...
Mungkin kalo pake bahasa Inggris bisa keliatan lebih keren dan intelek, dan kalo ada bule-bule yang buka, mereka juga bisa ngerti dan ikutan nyela...


But it'll sounds much more "honest" if i use Bahasa...
Tapi kalo gw pake bahasa Indonesia gw bisa nyablak, nyela, dan ketawa semaunya, lagian terget gw kan orang (